Bandarlampung (ANTARA) - Ketua DPRD Provinsi Lampung Ahmad Giri Akbar melakukan kunjungan kerja ke Balai Latihan Kerja (BLK) Bandarlampung yang berada di bawah naungan Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung, Selasa.
Kunjungan ini dilakukan untuk meninjau langsung fasilitas pelatihan sekaligus memperkuat sinergi dalam pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Provinsi Lampung.
Kedatangan Ketua DPRD Provinsi Lampung disambut oleh Kepala Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Lampung Agus Nompitu, Kepala BLK Bandarlampung Indah, Kabid Pelatihan dan Produktivitas Disnaker Lampung Amsir, serta Kepala BLK Kalianda Sondy Saleh, bersama jajaran pejabat struktural, pengawas, dan instruktur BLK.
Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Giri Akbar menegaskan komitmen DPRD Provinsi Lampung dalam mendukung pengembangan BLK sebagai pusat peningkatan kompetensi tenaga kerja.
Menurut dia, keberadaan BLK memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Provinsi Lampung.
"DPRD Provinsi Lampung berkomitmen untuk terus mendukung penguatan dan pengembangan BLK agar mampu mencetak tenaga kerja yang terampil, kompeten, dan siap bersaing di dunia kerja,” ujar Giri.
Ia juga mendorong agar program pelatihan yang diselenggarakan BLK dapat terus ditingkatkan, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas, sehingga mampu menjawab kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
Selain itu, Ketua DPRD berharap keberadaan BLK dapat semakin memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan keterampilan dan membuka peluang kerja baru bagi generasi muda di Provinsi Lampung.
Kunjungan kerja tersebut diakhiri dengan peninjauan sejumlah ruang praktik dan workshop pelatihan guna melihat secara langsung proses pelatihan yang sedang berlangsung di BLK Bandar Lampung.
Baca juga: DPRD Lampung minta jalan menuju Pelabuhan Bakauheni jadi prioritas perbaikan
Baca juga: DPRD Lampung dukung pelaksanaan larangan medsos untuk anak
Baca juga: Harga sembako mulai naik, DPRD Lampung minta pengawasan ketat