Film "Petrus" ditayangkan mulai 8 Desember 2024
Selasa, 3 Desember 2024 13:39 WIB
Poster film dokumenter berjudul "Petrus" yang bakal ditayangkan di layanan KlikFilm mulai 8 Desember 2024. (ANTARA/HO-KlikFilm)
Jakarta (ANTARA) - Layanan pemutaran film berbayar KlikFilm akan menayangkan film dokumenter berjudul "Petrus", yang dibuat berdasarkan rangkaian peristiwa penembakan preman pada tahun 1980-an, mulai 8 Desember 2024.
Menurut siaran pers rumah produksi di Jakarta, Selasa, film dokumenter buatan KlikFilm Production itu mengupas sisi gelap kebijakan yang pada masa lalu dijalankan oleh pemerintah untuk memberantas kejahatan.
"Awalnya, saya ingin mengangkat sebuah film bertema kekerasan, seperti tentang preman atau gangster. Lalu, saya terpikir, kenapa tidak membuat film bersumber dari sebuah kejadian besar. Akhirnya diputuskan untuk membuat film 'Petrus' ini," kata Edy Prass selaku produser film "Petrus."
Menurut sutradara Tri Sasongko Hutomo, film dokumenter "Petrus" menyajikan fakta secara objektif berdasarkan kesaksian langsung orang-orang yang mengetahui kejadian penembakan misterius.
"Film dokumenter ini berdasarkan kesaksian tokoh-tokoh yang mengalami langsung dilancarkannya OPK," kata Hutomo menggunakan singkatan Operasi Pemberantasan Kejahatan.
Ia menyampaikan bahwa OPK pertama kali dilaksanakan di Kota Yogyakarta dan kemudian dilanjutkan ke kota-kota lain di Indonesia dalam kurun 1981 sampai 1983.
Di antara orang yang menyampaikan kesaksian mengenai operasi pemberantasan kejahatan pada awal tahun 1980 ada Yudho, yang sahabatnya menjadi korban penembakan misterius atau petrus di Kota Yogyakarta.
"Menurut saya, tidak fair Wahyo jadi korban petrus, karena dia orang yang baik," kata Yudho tentang sahabatnya.
"Saya juga tidak tahu kenapa Wahyo menjadi target. Setahu saya Wahyo hanya dipakai rekeningnya oleh preman, dan waktu itu saya juga sudah memperingatkan ke Wahyo untuk hati-hati," katanya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Film dokumenter "Petrus" ditayangkan mulai 8 Desember 2024
Menurut siaran pers rumah produksi di Jakarta, Selasa, film dokumenter buatan KlikFilm Production itu mengupas sisi gelap kebijakan yang pada masa lalu dijalankan oleh pemerintah untuk memberantas kejahatan.
"Awalnya, saya ingin mengangkat sebuah film bertema kekerasan, seperti tentang preman atau gangster. Lalu, saya terpikir, kenapa tidak membuat film bersumber dari sebuah kejadian besar. Akhirnya diputuskan untuk membuat film 'Petrus' ini," kata Edy Prass selaku produser film "Petrus."
Menurut sutradara Tri Sasongko Hutomo, film dokumenter "Petrus" menyajikan fakta secara objektif berdasarkan kesaksian langsung orang-orang yang mengetahui kejadian penembakan misterius.
"Film dokumenter ini berdasarkan kesaksian tokoh-tokoh yang mengalami langsung dilancarkannya OPK," kata Hutomo menggunakan singkatan Operasi Pemberantasan Kejahatan.
Ia menyampaikan bahwa OPK pertama kali dilaksanakan di Kota Yogyakarta dan kemudian dilanjutkan ke kota-kota lain di Indonesia dalam kurun 1981 sampai 1983.
Di antara orang yang menyampaikan kesaksian mengenai operasi pemberantasan kejahatan pada awal tahun 1980 ada Yudho, yang sahabatnya menjadi korban penembakan misterius atau petrus di Kota Yogyakarta.
"Menurut saya, tidak fair Wahyo jadi korban petrus, karena dia orang yang baik," kata Yudho tentang sahabatnya.
"Saya juga tidak tahu kenapa Wahyo menjadi target. Setahu saya Wahyo hanya dipakai rekeningnya oleh preman, dan waktu itu saya juga sudah memperingatkan ke Wahyo untuk hati-hati," katanya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Film dokumenter "Petrus" ditayangkan mulai 8 Desember 2024
Pewarta : Vinny Shoffa Salma
Editor : Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KKP-Angkasa Pura II bersinergi hasilkan dokumenter edukasi karantina ikan
23 April 2022 10:09 WIB, 2022
Bukan dengan senapan, sutradara Ukraina pilih kamera sebagai "senjata" melawan invasi Rusia
16 March 2022 7:38 WIB, 2022
Museum Sumpah Pemuda persembahkan film dokumenter "YAMIN" tayang 25 Desember
25 December 2021 8:08 WIB, 2021
Kemarin, album Adele "30" hingga film dokumenter The Beatles "Get Back"
15 October 2021 7:20 WIB, 2021
Hendak dokumentasikan hutan Lae Soraya, dua kru WN Jerman dan AS diminta keluar Aceh
09 May 2021 19:29 WIB, 2021
Terpopuler - Seputar Daerah
Lihat Juga
Wamen Koperasi dorong koperasi di Lampung Timur kelola komoditas unggulan daerah
05 May 2026 7:18 WIB
Dompet Dhuafa Sulsel dan Keikta salurkan paket buka puasa untuk penyintas kebakaran
18 March 2026 10:14 WIB
Anak-anak terdampak bencana banjir di Aceh ikuti Pesantren Kilat Dompet Dhuafa
18 March 2026 10:05 WIB