Din Syamsuddin ajak umat Islam wujudkan Ramadhan berkualitas
Jumat, 8 Maret 2024 5:46 WIB
Suasana pengajian yang diadakan Pimpinan Cabang Muhammadiyah Garut Kota, di Kampus STAIDA Muhammadiyah Garut. ANTARA/HO-Muhammadiyah Garut Kota
Jakarta (ANTARA) - Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin mengajak umat Islam untuk mewujudkan Ramadhan berkualitas yang tak hanya puasa dari makan dan minum saja, tapi juga mempertebal amalan amar makruf nahyi munkar.
"Dalam menjalankan ibadah-ibadah Ramadhan umat Islam tidak semestinya berpuasa dari melakukan amar makruf nahyi munkar (menegakkan kebenaran, mencegah kemungkaran)," ujar Din dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis.
Pesan itu disampaikan dalam pengajian yang diadakan Pimpinan Cabang Muhammadiyah Garut Kota, di Kampus STAIDA Muhammadiyah Garut.
Din menjelaskan makna dan hikmah bulan suci Ramadhan sebagai bulan ibadah, dan bulan Riyadhah (pelatihan kerohanian).
Menurutnya, ibadah-ibadah Ramadhan merupakan suatu kesatuan yang tak terpisahkan satu sama lain. Maka perlu ditunaikan secara menyeluruh, yakni baik puasa di siang hari, shalat fardu dan sunnah, hingga amaliah-amaliah lainnya.
"Amaliah-amaliah Ramadhan lainnya seperti tadarus/tadabur Al Quran, itikaf, hingga memberi zakat fitrah ataupun zakat mal," kata dia.
Semuanya, kata mantan Ketum MUI itu, berfungsi ganda yakni penyucian diri (tazkiyatun nafsi), dan penguatan diri (taqwiyatun nafsi).
"Jika dikerjakan dengan sesungguhnya maka seorang hamba akan tampil dengan fitrah kemanusiaan sejati," katanya.
Din juga berpesan kepada umat Islam untuk tidak terjebak pada pertentangan apalagi permusuhan akibat berbeda pilihan politik pada Pemilu/Pilpres yang lalu.
"Janganlah karena berbeda partai politik atau paslon presiden/wakil presiden kita merusak silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah," katanya.
Menurutnya, umat Islam, khususnya warga Muhammadiyah, harus melakukan koreksi sebagai bagian dari amar makruf nahyi munkar. Jika tidak, maka kejahatan itu akan berkelanjutan dan pada ujungnya akan meruntuhkan negara bangsa.
"Jika manusia enggan beramar makruf bernahyi munkar, maka alam yang akan melakukannya. Janganlah karena cinta dunia dan takut mati, lidah kita kelu dan kaki kita kaku untuk menegakkan kebenaran dan mencegah kemungkaran," kata dia.
"Dalam menjalankan ibadah-ibadah Ramadhan umat Islam tidak semestinya berpuasa dari melakukan amar makruf nahyi munkar (menegakkan kebenaran, mencegah kemungkaran)," ujar Din dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis.
Pesan itu disampaikan dalam pengajian yang diadakan Pimpinan Cabang Muhammadiyah Garut Kota, di Kampus STAIDA Muhammadiyah Garut.
Din menjelaskan makna dan hikmah bulan suci Ramadhan sebagai bulan ibadah, dan bulan Riyadhah (pelatihan kerohanian).
Menurutnya, ibadah-ibadah Ramadhan merupakan suatu kesatuan yang tak terpisahkan satu sama lain. Maka perlu ditunaikan secara menyeluruh, yakni baik puasa di siang hari, shalat fardu dan sunnah, hingga amaliah-amaliah lainnya.
"Amaliah-amaliah Ramadhan lainnya seperti tadarus/tadabur Al Quran, itikaf, hingga memberi zakat fitrah ataupun zakat mal," kata dia.
Semuanya, kata mantan Ketum MUI itu, berfungsi ganda yakni penyucian diri (tazkiyatun nafsi), dan penguatan diri (taqwiyatun nafsi).
"Jika dikerjakan dengan sesungguhnya maka seorang hamba akan tampil dengan fitrah kemanusiaan sejati," katanya.
Din juga berpesan kepada umat Islam untuk tidak terjebak pada pertentangan apalagi permusuhan akibat berbeda pilihan politik pada Pemilu/Pilpres yang lalu.
"Janganlah karena berbeda partai politik atau paslon presiden/wakil presiden kita merusak silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah," katanya.
Menurutnya, umat Islam, khususnya warga Muhammadiyah, harus melakukan koreksi sebagai bagian dari amar makruf nahyi munkar. Jika tidak, maka kejahatan itu akan berkelanjutan dan pada ujungnya akan meruntuhkan negara bangsa.
"Jika manusia enggan beramar makruf bernahyi munkar, maka alam yang akan melakukannya. Janganlah karena cinta dunia dan takut mati, lidah kita kelu dan kaki kita kaku untuk menegakkan kebenaran dan mencegah kemungkaran," kata dia.
Pewarta : Asep Firmansyah
Editor : Edy Supriyadi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
NasDem sebut Din Syamsuddin dukung pasangan Anies-Muhaimin di Pilpres 2024
07 November 2023 5:19 WIB, 2023
KPK eksekusi Azis Syamsuddin ke lapas Tangerang jalani hukuman 3,5 tahun
08 March 2022 18:19 WIB, 2022
Azis Syamsuddin dan jaksa KPK sama-sama tak ajukan banding atas vonis hakim
24 February 2022 19:36 WIB, 2022
Kesaksian Aliza Gunado dalam perkara Azis Syamsuddin ditolak majelis hakim
17 February 2022 13:02 WIB, 2022
Terpopuler - Seputar Daerah
Lihat Juga
Wamen Koperasi dorong koperasi di Lampung Timur kelola komoditas unggulan daerah
05 May 2026 7:18 WIB
Dompet Dhuafa Sulsel dan Keikta salurkan paket buka puasa untuk penyintas kebakaran
18 March 2026 10:14 WIB
Anak-anak terdampak bencana banjir di Aceh ikuti Pesantren Kilat Dompet Dhuafa
18 March 2026 10:05 WIB