Bandarlampung (ANTARA) - Ketua Umum Komite Olahraga Nasional  Indonesia (KONI) Provinsi Lampung Arinal Djunaidi, melantik kepengurusan KONI Kota Metro di Wisma Haji, beberapa waktu lalu.

Dalam sambutannya Arinal mengatakan, ketua KONI adalah jabatan yang diamanahkan untuk menjadi mitra Pemerintah atau kepanjangan tangan dari Pemerintah. Untuk itu, KONI Metro harus bisa mewujudkan prestasi, tentunya didukung dengan sumber daya yang bagus dari para pengurus.

"Tugas utama KONI adalah membina cabang oahraga dan atlet berprestasi. KONI harus terbiasa duduk bersama dengan cabang olahraga. Untuk membantu pemerintah, di bidang olahraga tingkat provinsi," kata Arinal.

Arinal juga berpesan, agar KONI Kota Metro harus mengevaluasi cabang olahraga. Apakah cabor teraebut masih aktif atau tidak, serta memiliki minimal tiga cabor unggulan, yang bisa menjadi andalan di setiap multi even di tingkat provinsi. Hal itu juga guna menunjang prestasi Metro pada Porprov 2022 lalu, yang menjadi runner up dengan 100 emas 100 perak dan 170 perunggu.

"Saya berpesan kepada KONI kabupaten/kota, jangan menahan hak atlet yang meraih prestasi seperti bonus pada Porprov lalu. Karena itu adalah hak atlet dan menjadi kewajiban kita," tegas Arinal.

Pada kesempatan itu, Ketua Umum KONI Lampung itu menginformasikan sampai saat ini olahraga Lampung yang tengah berjuang mengikuti babak kualifikasi PON sudah meloloskan 165 atlet baik putra maupun putri dari 42 cabang olahraga baik perangan maupun beregu dan masih banyak lagi cabor yang belum melaksanakan BK PON.

Sementara itu Wali Kota Metro Wahdi meminta kepada seluruh pengurus KONI Kota Metro agar bisa bekerja dengan serius, sehingga olahraga Metro bisa lebih baik lagi di tingkat provinsi. Mampu mewujudkan olahraga berprestasi, dengan jeri paya dan atlet asli Kota Metro.

"Saya ucapkan selamat kepada pengurus KONI yang baru. Untuk pengurus KONI yang lama saya ucapkan terima kasih atas jasa-jasanya. Semoga olahraga kita akan lebih maju lagi," katanya.


Pewarta : Emir Fajar Saputra
Editor : Edy Supriyadi
Copyright © ANTARA 2024