KemenPPPA terus kawal kasus penyiraman air panas ibu kandung terhadap bayinya di Bogor
Selasa, 8 Agustus 2023 13:53 WIB
Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak KemenPPPA Nahar. (ANTARA/ HO-Kemen PPPA)
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak terus berkoordinasi dengan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Bogor, Jabar untuk mengawal kasus penyiraman air panas yang dilakukan ibu kandung kepada bayinya di daerah setempat.
"Asdep PAMPK (Asisten Deputi Pelayanan Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus) masih terus berkoordinasi dengan P2TP2A Kabupaten Bogor untuk mengawal kasus dan memastikan anak mendapatkan pendampingan lanjutan dan lainnya sesuai kebutuhan," kata Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak KemenPPPA, Nahar saat dihubungi di Jakarta, Selasa.
Peristiwa ini bermula dari pertengkaran antara kedua orang tua anak terkait permasalahan ekonomi. Pelaku kemudian menyiram anaknya dengan air panas diduga sebagai luapan amarah kepada suaminya.
Namun demikian, NN (23), pelaku yang merupakan ibu kandung korban mengaku jika pihaknya tidak sengaja melakukan hal itu saat sedang merebus mie.
Akibat peristiwa tersebut, sang anak yang masih berusia empat bulan mengalami luka bakar melepuh pada bagian perut dan pusar.
Rencananya dilakukan operasi untuk memulihkan luka yang diderita bayi malang tersebut.
"Dalam kasus ini, ayah anak dan keluarga ingin menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan," kata Nahar.
Namun demikian, pihak kepolisian masih mendalami kasus ini.
Sementara itu, P2TP2A Kabupaten Bogor terus mengawal kondisi anak dan lingkungan keluarga demi anak tersebut berada di lingkungan keluarga baik dan ramah untuk anak seusia-nya.
"Asdep PAMPK (Asisten Deputi Pelayanan Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus) masih terus berkoordinasi dengan P2TP2A Kabupaten Bogor untuk mengawal kasus dan memastikan anak mendapatkan pendampingan lanjutan dan lainnya sesuai kebutuhan," kata Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak KemenPPPA, Nahar saat dihubungi di Jakarta, Selasa.
Peristiwa ini bermula dari pertengkaran antara kedua orang tua anak terkait permasalahan ekonomi. Pelaku kemudian menyiram anaknya dengan air panas diduga sebagai luapan amarah kepada suaminya.
Namun demikian, NN (23), pelaku yang merupakan ibu kandung korban mengaku jika pihaknya tidak sengaja melakukan hal itu saat sedang merebus mie.
Akibat peristiwa tersebut, sang anak yang masih berusia empat bulan mengalami luka bakar melepuh pada bagian perut dan pusar.
Rencananya dilakukan operasi untuk memulihkan luka yang diderita bayi malang tersebut.
"Dalam kasus ini, ayah anak dan keluarga ingin menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan," kata Nahar.
Namun demikian, pihak kepolisian masih mendalami kasus ini.
Sementara itu, P2TP2A Kabupaten Bogor terus mengawal kondisi anak dan lingkungan keluarga demi anak tersebut berada di lingkungan keluarga baik dan ramah untuk anak seusia-nya.
Pewarta : Anita Permata Dewi
Editor : Agus Wira Sukarta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dinkes Lampung Selatan sasar 16.694 ibu hamil pada program CKG cegah hepatitis
15 January 2026 19:01 WIB
Gubernur Lampung ingatkan pentingnya perempuan untuk perkuat ketahanan keluarga
22 December 2025 17:47 WIB
Pemeran Series Air Mata di Ujung Sajadah 2 sapa penonton di Bandarlampung
28 September 2025 22:12 WIB
Sebanyak 366 orang balita, ibu hamil, serta menyusui di Metro terima MBG
25 September 2025 13:40 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Menteri Imipas tegaskan komitmen berantas peredaran narkotika di lapas dan rutan
11 April 2026 5:36 WIB
Kopilot pesawat F-15E AS jatuh di Iran dibawa ke Kuwait untuk perawatan medis
05 April 2026 19:54 WIB