Ribuan ekor sapi di OKU terjangkit penyakit cacar
Rabu, 24 Mei 2023 18:26 WIB
Petugas Diskannak OKU memberikan suntikan vitamin kepada hewan ternak sapi yang terjangkit wabah LSD, Rabu. (ANTARA/Edo Purmana/23)
Baturaja (ANTARA) - Ribuan ekor hewan ternak sapi di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatra Selatan terjangkit penyakit cacar kulit atau lumpy skin deseases (LSD).
"Penyakit LSD itu sendiri biasanya disebut cacar atau lato-lato yang saat ini sudah menyerang di seluruh kecamatan di OKU," kata Pelaksana Tugas Kepala Bidang Peternakan di Dinas Peternakan dan Perikanan (Diskannak) Kabupaten OKU Putut Pantoyo di Baturaja, Rabu.
Dia mengemukakan, saat ini tercatat sekitar 7.000 ekor sapi milik peternak di Kabupaten OKU terjangkit wabah LSD.
Putut menjelaskan, untuk tingkat kematian atau mortalitas penyakit ini memang tergolong rendah atau sekitar 2-5 persen.
Namun, wabah LSD memiliki tingkat penularan atau morbilitas tinggi hingga 100 persen.
Penyakit ini banyak dialami hewan ternak di 13 kecamatan di Kabupaten OKU yang ditandai dengan luka bentol di tubuh sapi.
Meskipun demikian, kata dia, sejauh ini pihaknya belum menerima laporan adanya hewan ternak yang mati akibat penyakit kulit tersebut.
Pihaknya sendiri dalam waktu dekat akan segera memberikan vaksin kepada hewan ternak yang terkena penyakit kulit tersebut.
"Untuk penanganan pertama dalam mengobati hewan yang terjangkit LSD kami segera menerjunkan petugas guna memberikan suntikan vitamin kekebalan tubuh bagi sapi yang menderita penyakit cacar tersebut," tegasnya.
Ia juga mengimbau seluruh peternak di OKU agar menjaga kebersihan kandang serta memberikan hewan ternak vitamin secara rutin agar terhindar dari penyakit tersebut.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Ribuan ekor sapi di OKU Sumsel terjangkit penyakit cacar
"Penyakit LSD itu sendiri biasanya disebut cacar atau lato-lato yang saat ini sudah menyerang di seluruh kecamatan di OKU," kata Pelaksana Tugas Kepala Bidang Peternakan di Dinas Peternakan dan Perikanan (Diskannak) Kabupaten OKU Putut Pantoyo di Baturaja, Rabu.
Dia mengemukakan, saat ini tercatat sekitar 7.000 ekor sapi milik peternak di Kabupaten OKU terjangkit wabah LSD.
Putut menjelaskan, untuk tingkat kematian atau mortalitas penyakit ini memang tergolong rendah atau sekitar 2-5 persen.
Namun, wabah LSD memiliki tingkat penularan atau morbilitas tinggi hingga 100 persen.
Penyakit ini banyak dialami hewan ternak di 13 kecamatan di Kabupaten OKU yang ditandai dengan luka bentol di tubuh sapi.
Meskipun demikian, kata dia, sejauh ini pihaknya belum menerima laporan adanya hewan ternak yang mati akibat penyakit kulit tersebut.
Pihaknya sendiri dalam waktu dekat akan segera memberikan vaksin kepada hewan ternak yang terkena penyakit kulit tersebut.
"Untuk penanganan pertama dalam mengobati hewan yang terjangkit LSD kami segera menerjunkan petugas guna memberikan suntikan vitamin kekebalan tubuh bagi sapi yang menderita penyakit cacar tersebut," tegasnya.
Ia juga mengimbau seluruh peternak di OKU agar menjaga kebersihan kandang serta memberikan hewan ternak vitamin secara rutin agar terhindar dari penyakit tersebut.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Ribuan ekor sapi di OKU Sumsel terjangkit penyakit cacar
Pewarta : Edo Purmana
Editor : Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dinas Kesehatan Lampung Selatan imbau warga waspadai penyakit cacar monyet
12 September 2024 18:06 WIB, 2024
Kasus cacar monyet Nigeria meningkat, menyebar ke ibukota dan 20 negara bagian
31 August 2024 16:06 WIB, 2024
Cegah penularan cacar monyet, kapal masuk Pelabuhan Panjang wajib dikarantina sementara
30 August 2024 17:13 WIB, 2024
RSCM sebut seorang pasien cacar monyet meninggal karena penyakit bawaan lain
23 November 2023 20:56 WIB, 2023
Terpopuler - Sumbagsel
Lihat Juga
Wali Kota Prabumulih Sumsel terancam sanksi teguran tertulis dari Kemendagri
18 September 2025 20:15 WIB
Pemerintah gerak cepat tangani kasus dua balita cacingan di Seluma Bengkulu
18 September 2025 5:34 WIB
Ratusan rekening penerima bansos di Rejang Lebong terindikasi untuk judol
10 September 2025 5:35 WIB