Rejang Lebong siapkan empat program menuju kabupaten sehat
Kamis, 18 Mei 2023 19:53 WIB
Kantor Bupati Rejang Lebong yang berada di Jalan S Sukowati Curup. ANTARA/dokumen
Rejang Lebong, Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, pada tahun ini menyiapkan empat program nasional bidang kesehatan guna mewujudkan daerah itu sebagai kabupaten sehat tahun 2024.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rejang Lebong Rephi Meido Satria saat dihubungi di Rejang Lebong, Kamis, mengatakan, empat program nasional bidang kesehatan tersebut sudah masuk dalam visi misi Bupati dan Wakil Bupati Rejang Lebong dalam pilkada serentak tahun 2020.
"Ada empat program nasional bidang kesehatan yang tengah kita laksanakan guna menuju Kabupaten Rejang Lebong sehat tahun 2024," kata dia.
Dia menjelaskan, empat program nasional yang tengah dilaksanakan di daerah itu di antaranya ialah penurunan angka kematian ibu dan angka kematian bayi, kemudian respons penyakit baik penyakit tidak menular dan penyakit menular seperti HIV/Aids, tbc dan malaria.
Sedangkan yang ketiga, kata dia, ialah penurunan angka stunting menjadi 14 persen sesuai dengan RPJMN tahun 2024, di mana untuk Kabupaten Rejang Lebong saat ini masih berada di angka 20,2 persen, sehingga masih ada 6,2 persen lagi yang harus dikejar.
"Untuk yang ke empat ialah penyiapan jaminan kesehatan nasional semesta atau UHC, Kabupaten Rejang Lebong menargetkan minimal 95 persen untuk mencapai UHC. Saat ini masih ada 33.000 jiwa yang belum mendapat jaminan kesehatan, sedangkan yang sudah menjadi peserta JKN ini jumlahnya lebih dari 282.000 jiwa," katanya menjelaskan.
Sementara itu untuk penanganan kasus stunting, kata Rephi, intervensi yang bisa dilakukan dinas kesehatan hanya 30 persen saja dalam bentuk kegiatan pengukuran tinggi bayi, pencarian dan penemuan kasus.
Sedangkan 70 persen lagi, menurut dia, adalah pencegahan terjadinya stunting yang dilakukan oleh dinas terkait lainnya seperti mempersiapkan dulu ibu calon remaja putri jangan sampai anemia, menikah harus cukup umur, kalau bersalin harus cukup gizi kalau dia kurang gizi maka harus diberikan makanan tambahan.
"Pada penanganan kasus stunting hanya bisa dilakukan pada 1.000 hari kelahiran atau tiga tahun bisa dilakukan intervensi, jika lebih dari itu tidak bisa diintervensi, sehingga yang paling penting pencegahan," demikian Rephi.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rejang Lebong Rephi Meido Satria saat dihubungi di Rejang Lebong, Kamis, mengatakan, empat program nasional bidang kesehatan tersebut sudah masuk dalam visi misi Bupati dan Wakil Bupati Rejang Lebong dalam pilkada serentak tahun 2020.
"Ada empat program nasional bidang kesehatan yang tengah kita laksanakan guna menuju Kabupaten Rejang Lebong sehat tahun 2024," kata dia.
Dia menjelaskan, empat program nasional yang tengah dilaksanakan di daerah itu di antaranya ialah penurunan angka kematian ibu dan angka kematian bayi, kemudian respons penyakit baik penyakit tidak menular dan penyakit menular seperti HIV/Aids, tbc dan malaria.
Sedangkan yang ketiga, kata dia, ialah penurunan angka stunting menjadi 14 persen sesuai dengan RPJMN tahun 2024, di mana untuk Kabupaten Rejang Lebong saat ini masih berada di angka 20,2 persen, sehingga masih ada 6,2 persen lagi yang harus dikejar.
"Untuk yang ke empat ialah penyiapan jaminan kesehatan nasional semesta atau UHC, Kabupaten Rejang Lebong menargetkan minimal 95 persen untuk mencapai UHC. Saat ini masih ada 33.000 jiwa yang belum mendapat jaminan kesehatan, sedangkan yang sudah menjadi peserta JKN ini jumlahnya lebih dari 282.000 jiwa," katanya menjelaskan.
Sementara itu untuk penanganan kasus stunting, kata Rephi, intervensi yang bisa dilakukan dinas kesehatan hanya 30 persen saja dalam bentuk kegiatan pengukuran tinggi bayi, pencarian dan penemuan kasus.
Sedangkan 70 persen lagi, menurut dia, adalah pencegahan terjadinya stunting yang dilakukan oleh dinas terkait lainnya seperti mempersiapkan dulu ibu calon remaja putri jangan sampai anemia, menikah harus cukup umur, kalau bersalin harus cukup gizi kalau dia kurang gizi maka harus diberikan makanan tambahan.
"Pada penanganan kasus stunting hanya bisa dilakukan pada 1.000 hari kelahiran atau tiga tahun bisa dilakukan intervensi, jika lebih dari itu tidak bisa diintervensi, sehingga yang paling penting pencegahan," demikian Rephi.
Pewarta : Nur Muhamad
Editor : Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Lampung memulai program Hilirisasi Ayam Terintegrasi untuk penguatan pangan
07 February 2026 20:14 WIB
Wamentrans dukung produk program transmigrasi dari Lampung tembus pasar global
24 January 2026 22:56 WIB
Terpopuler - Sumbagsel
Lihat Juga
Wali Kota Prabumulih Sumsel terancam sanksi teguran tertulis dari Kemendagri
18 September 2025 20:15 WIB
Pemerintah gerak cepat tangani kasus dua balita cacingan di Seluma Bengkulu
18 September 2025 5:34 WIB
Ratusan rekening penerima bansos di Rejang Lebong terindikasi untuk judol
10 September 2025 5:35 WIB