ASDP resmi terapkan pembayaran Non-tunai pada 4 pelabuhan penyeberangan di Ambon
Minggu, 27 November 2022 17:24 WIB
ASDP resmi terapkan pembayaran Non-tunai pada 4 pelabuhan penyeberangan di ambon (ANTARA/HO-ASDP)
Bandarlampung (ANTARA) - Pekan ini, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menerapkan pembayaran tiket penyeberangan Non-Tunai (cashless) pada empat Pelabuhan di Ambon yakni Pelabuhan Hunimua, Pelabuhan Waipirit, Pelabuhan Galala dan Pelabuhan Namlea.
Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Shelvy Arifin mengatakan ASDP konsisten dalam implementasi program digitalisasi pembayaran tiket penyeberangan. Dari total 17 Pelabuhan yang ditargetkan pada tahun ini, tercatat penerapan transaksi pembayaran tiket Non-Tunai sudah dilakukan di 15 pelabuhan. Pengguna jasa kini dapat memanfaatkan channel pembayaran Non-Tunai baik melalui virtual account, kartu prepaid, dan layanan Dompet Elektronik.
"Alhamdulillah, dengan penerapan go-live yang telah berjalan lancar pada 4 Pelabuhan di Ambon, kini sudah 15 pelabuhan yang menerapkan cashless atau mencapai 90 persen dari target tahun ini," ujarnya.
Saat go live di Ambon, lanjut Shelvy, masyarakat semakin teredukasi dan antusiasme terus meningkat. "Mereka membeli tiket ferry dan melakukan pembayaran dengan kartu elektronik yang prosesnya simpel, mudah dan cepat," tutur Shelvy.
Melalui penerapan digitalisasi dalam transaksi pembayaran, ASDP ingin meningkatkan customer experience para pengguna jasa. Dalam tiga tahun terakhir, masyarakat semakin melek dengan perubahan dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
"Kami fokus dan konsisten dalam digitalisasi bisnis sebagai wujud komitmen merubah wajah penyeberangan menjadi lebih modern. Dalam waktu dekat kami juga akan go live di Pelabuhan Pagimana (Luwuk), Sulawesi Tengah," ujar Shelvy lagi.
Tahun ini 17 Pelabuhan yang ditargetkan sudah menerapkan pembayaran cashless adalah Pelabuhan Bira dan Pamatata (Selayar),Pelabuhan Jepara dan Karimunjawa (Jepara), Pelabuhan Batulicin dan Tanjung Serdang (Batulicin), Pelabuhan Bajoe dan Kolaka (Bajoe), Pelabuhan Sape dan Labuan Bajo (Sape), Pelabuhan Tanjung Kelian (Bangka), Pelabuhan Hunimua, Waipirit, Galala dan Namlea (Ambon), Pelabuhan Pagimana (Luwuk), dan Pelabuhan Mamuju (Balikpapan).
Adapun metode pembayaran Non Tunai yang diterapkan ASDP terdiri dari payment link melalui opsi layanan Virtual Account, lalu kartu uang elektronik dari BRI, Mandiri, BNI dan BCA, serta layanan Dompet Elektronik dari OVO, ShopeePay, LinkAja dan Dana. Penerapan metode cashless di penyeberangan ini sejalan dengan upaya percepatan transformasi digital di tengah pandemi Covid-19 yang juga telah mengubah cara bertransaksi masyarakat, dari sebelumnya melalui physical space menjadi menjadi digital space (online).
Metode pembayaran Non-Tunai ini membawa kemanfaatan besar bagi pengguna jasa. Pertama, memberikan rasa aman dan nyaman dengan adanya standar pengisian data diri yang lengkap terhadap jaminan asuransi dan kelengkapan manifest penyeberangan. Kedua, transaksi pembayaran mudah, praktis, terhindar dari uang palsu serta mendukung protokol kesehatan Covid-19 untuk mencegah penularan karena meminimalisir kontak dengan petugas loket. Ketiga, proses transaksi di tollgate lebih ringkas dan cepat serta pengguna jasa dapat lebih nyaman, teratur dan tertib, tidak perlu lagi antri di pelabuhan.
Saat akan melakukan transaksi pembayaran, penumpang pastikan membawa identitas diri, mengisi manifest saat membeli tiket, dan siapkan alat pembayaran baik transfer VA, kartu dan dompet elektronik dengan saldo cukup saat akan membayar di pelabuhan.
Berikut ini langkah-langkah bagi pengguna jasa yang memilih opsi pembayaran payment link melalui Virtual Account dari Bank BRI, BNI, Mandiri, BCA, CIMB Niaga, Maybank, Permata, Danamon, dan Maspion :
1. Pengguna jasa menginformasikan bank pilihan kepada petugas loket.
2. Pengguna jasa menerima kode bayar (virtual account) yang diberikan oleh petugas loket.
3. Pengguna jasa melakukan pembayaran yang dapat dilakukan melalui mobile banking, internet banking, dan ATM.
Selain itu, pengguna jasa juga dapat memilih opsi pembayaran menggunakan Dompet Elektronik dari Ovo, ShopeePay, LinkAja, dan Dana dengan langkah-langkah berikut :
1. Pengguna jasa melakukan pengisian saldo dompet digital dan memastikan saldo cukup untuk digunakan.
2. Pengguna jasa menerima QR code pembayaran dari petugas.
3. Pengguna jasa melakukan scan QR Code untuk mendapatkan link pembayaran dan melakukan pembayaran di aplikasi dompet digital.
Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Shelvy Arifin mengatakan ASDP konsisten dalam implementasi program digitalisasi pembayaran tiket penyeberangan. Dari total 17 Pelabuhan yang ditargetkan pada tahun ini, tercatat penerapan transaksi pembayaran tiket Non-Tunai sudah dilakukan di 15 pelabuhan. Pengguna jasa kini dapat memanfaatkan channel pembayaran Non-Tunai baik melalui virtual account, kartu prepaid, dan layanan Dompet Elektronik.
"Alhamdulillah, dengan penerapan go-live yang telah berjalan lancar pada 4 Pelabuhan di Ambon, kini sudah 15 pelabuhan yang menerapkan cashless atau mencapai 90 persen dari target tahun ini," ujarnya.
Saat go live di Ambon, lanjut Shelvy, masyarakat semakin teredukasi dan antusiasme terus meningkat. "Mereka membeli tiket ferry dan melakukan pembayaran dengan kartu elektronik yang prosesnya simpel, mudah dan cepat," tutur Shelvy.
Melalui penerapan digitalisasi dalam transaksi pembayaran, ASDP ingin meningkatkan customer experience para pengguna jasa. Dalam tiga tahun terakhir, masyarakat semakin melek dengan perubahan dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
"Kami fokus dan konsisten dalam digitalisasi bisnis sebagai wujud komitmen merubah wajah penyeberangan menjadi lebih modern. Dalam waktu dekat kami juga akan go live di Pelabuhan Pagimana (Luwuk), Sulawesi Tengah," ujar Shelvy lagi.
Tahun ini 17 Pelabuhan yang ditargetkan sudah menerapkan pembayaran cashless adalah Pelabuhan Bira dan Pamatata (Selayar),Pelabuhan Jepara dan Karimunjawa (Jepara), Pelabuhan Batulicin dan Tanjung Serdang (Batulicin), Pelabuhan Bajoe dan Kolaka (Bajoe), Pelabuhan Sape dan Labuan Bajo (Sape), Pelabuhan Tanjung Kelian (Bangka), Pelabuhan Hunimua, Waipirit, Galala dan Namlea (Ambon), Pelabuhan Pagimana (Luwuk), dan Pelabuhan Mamuju (Balikpapan).
Adapun metode pembayaran Non Tunai yang diterapkan ASDP terdiri dari payment link melalui opsi layanan Virtual Account, lalu kartu uang elektronik dari BRI, Mandiri, BNI dan BCA, serta layanan Dompet Elektronik dari OVO, ShopeePay, LinkAja dan Dana. Penerapan metode cashless di penyeberangan ini sejalan dengan upaya percepatan transformasi digital di tengah pandemi Covid-19 yang juga telah mengubah cara bertransaksi masyarakat, dari sebelumnya melalui physical space menjadi menjadi digital space (online).
Metode pembayaran Non-Tunai ini membawa kemanfaatan besar bagi pengguna jasa. Pertama, memberikan rasa aman dan nyaman dengan adanya standar pengisian data diri yang lengkap terhadap jaminan asuransi dan kelengkapan manifest penyeberangan. Kedua, transaksi pembayaran mudah, praktis, terhindar dari uang palsu serta mendukung protokol kesehatan Covid-19 untuk mencegah penularan karena meminimalisir kontak dengan petugas loket. Ketiga, proses transaksi di tollgate lebih ringkas dan cepat serta pengguna jasa dapat lebih nyaman, teratur dan tertib, tidak perlu lagi antri di pelabuhan.
Saat akan melakukan transaksi pembayaran, penumpang pastikan membawa identitas diri, mengisi manifest saat membeli tiket, dan siapkan alat pembayaran baik transfer VA, kartu dan dompet elektronik dengan saldo cukup saat akan membayar di pelabuhan.
Berikut ini langkah-langkah bagi pengguna jasa yang memilih opsi pembayaran payment link melalui Virtual Account dari Bank BRI, BNI, Mandiri, BCA, CIMB Niaga, Maybank, Permata, Danamon, dan Maspion :
1. Pengguna jasa menginformasikan bank pilihan kepada petugas loket.
2. Pengguna jasa menerima kode bayar (virtual account) yang diberikan oleh petugas loket.
3. Pengguna jasa melakukan pembayaran yang dapat dilakukan melalui mobile banking, internet banking, dan ATM.
Selain itu, pengguna jasa juga dapat memilih opsi pembayaran menggunakan Dompet Elektronik dari Ovo, ShopeePay, LinkAja, dan Dana dengan langkah-langkah berikut :
1. Pengguna jasa melakukan pengisian saldo dompet digital dan memastikan saldo cukup untuk digunakan.
2. Pengguna jasa menerima QR code pembayaran dari petugas.
3. Pengguna jasa melakukan scan QR Code untuk mendapatkan link pembayaran dan melakukan pembayaran di aplikasi dompet digital.
Pewarta : Emir Fajar Saputra
Editor : Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
ASDP Bakauheni tercatat layani 1,1 juta penumpang selama angkutan Lebaran 2026
29 March 2026 20:06 WIB
ASDP perkirakan kendaraan melintas di Bakauheni saat puncak arus balik capai 27 ribu
28 March 2026 20:35 WIB
Terpopuler - Transportasi
Lihat Juga
H-28 Lebaran, pemesanan tiket kapal feri Sumatera-Jawa-Bali alami peningkatan
25 March 2023 11:31 WIB, 2023
Divre IV Tanjungkarang berkomitmen sediakan tiket angkutan lebaran dengan transparan
24 March 2023 14:08 WIB, 2023
Garuda Indonesia beri diskon harga tiket di GOTF 2023 guna dongkrak pariwisata
21 March 2023 13:59 WIB, 2023
Sambut Hari Raya Nyepi 2023, penyeberangan Jawa-Bali-Lombok ditutup sementara
21 March 2023 9:57 WIB, 2023
Angkasa Pura I layani 4,8 juta penumpang di 15 bandara selama Februari 2023
20 March 2023 12:20 WIB, 2023
Erick sebut aksi korporasi Jasa Marga konsolidasikan kekuatan operator tol
20 March 2023 12:18 WIB, 2023