Letusan Gunung Semeru tak berdampak terhadap penerbangan
Sabtu, 4 Desember 2021 22:46 WIB
Letusan Gunung Semeru dilihat dari Desa Oro-oro Ombo, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (4/12/2021). ANTARA/HO-Sosial Media Warga/aa. (HO/Antarajatim/Zum)
Jakarta (ANTARA) - AirNav Indonesia menyatakan letusan Gunung Semeru tidak berdampak signifikan terhadap operasional pelayanan navigasi penerbangan, baik di Surabaya, Denpasar, Semarang, Yogyakarta maupun Solo.
"Sampai berita ini disampaikan, pukul 17.30 WIB, tidak ada dampak signifikan aktivitas erupsi Gunung Semeru terhadap operasional pelayanan navigasi penerbangan oleh AirNav Indonesia," kata Sekretaris Perusahaan AirNav Indonesia Rosedi dalam keterangannya yang dipantau di Jakarta, Sabtu.
Rosedi mengatakan, hasil laporan pilot pesawat Wings Air yang melintas menuju Denpasar bahwa debu vulkanik tidak dapat terlihat mengingat kondisi tertutup awan yang tebal. Begitu juga pengamatan dari Tower Abdul Rachman Saleh.
Namun demikian, AirNav Indonesia tetap melakukan langkah antisipasi.
AirNav Indonesia Cabang Surabaya dengan ACC MATSC dan JATSC serta Cabang Denpasar untuk sementara waktu "suggest" tidak melewati W-33/South of SBR.
Kemudian, berkoordinasi dengan pihak Bandara Abdul Rachman Saleh dan Bandara Juanda untuk melakukan "paper test" yang sedang dipersiapkan.
"Saat ini hasil koordinasi semua pesawat yang menuju 'East' (Denpasar, Lombok dan Kupang) dan sebaliknya dilewatkan 'North of SBR'," ujarnya.
AirNav Indonesia terus berkoordinasi dengan pihak terkait dan bersiaga terkait perkembangan aktivitas letusan Gunung Semeru yang berpotensi mempengaruhi kegiatan operasional penerbangan.
"Sampai berita ini disampaikan, pukul 17.30 WIB, tidak ada dampak signifikan aktivitas erupsi Gunung Semeru terhadap operasional pelayanan navigasi penerbangan oleh AirNav Indonesia," kata Sekretaris Perusahaan AirNav Indonesia Rosedi dalam keterangannya yang dipantau di Jakarta, Sabtu.
Rosedi mengatakan, hasil laporan pilot pesawat Wings Air yang melintas menuju Denpasar bahwa debu vulkanik tidak dapat terlihat mengingat kondisi tertutup awan yang tebal. Begitu juga pengamatan dari Tower Abdul Rachman Saleh.
Namun demikian, AirNav Indonesia tetap melakukan langkah antisipasi.
AirNav Indonesia Cabang Surabaya dengan ACC MATSC dan JATSC serta Cabang Denpasar untuk sementara waktu "suggest" tidak melewati W-33/South of SBR.
Kemudian, berkoordinasi dengan pihak Bandara Abdul Rachman Saleh dan Bandara Juanda untuk melakukan "paper test" yang sedang dipersiapkan.
"Saat ini hasil koordinasi semua pesawat yang menuju 'East' (Denpasar, Lombok dan Kupang) dan sebaliknya dilewatkan 'North of SBR'," ujarnya.
AirNav Indonesia terus berkoordinasi dengan pihak terkait dan bersiaga terkait perkembangan aktivitas letusan Gunung Semeru yang berpotensi mempengaruhi kegiatan operasional penerbangan.
Pewarta : Adimas Raditya Fahky P
Editor : Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pergerakan pesawat di Bandara Radin Inten Januari hingga November 7.969 kali
19 December 2025 20:09 WIB
Bandara Radin Inten pastikan pelayanan terjaga pada periode libur akhir tahun
19 December 2025 17:21 WIB
InJourney proyeksikan peningkatan penumpang di 37 bandara selama libur panjang
06 June 2025 18:37 WIB
Bali hingga Singapura jadi rute penerbangan favorit Lebaran 2025, bagaimana Lampung?
27 March 2025 16:09 WIB
Terpopuler - Transportasi
Lihat Juga
H-28 Lebaran, pemesanan tiket kapal feri Sumatera-Jawa-Bali alami peningkatan
25 March 2023 11:31 WIB, 2023
Divre IV Tanjungkarang berkomitmen sediakan tiket angkutan lebaran dengan transparan
24 March 2023 14:08 WIB, 2023
Garuda Indonesia beri diskon harga tiket di GOTF 2023 guna dongkrak pariwisata
21 March 2023 13:59 WIB, 2023
Sambut Hari Raya Nyepi 2023, penyeberangan Jawa-Bali-Lombok ditutup sementara
21 March 2023 9:57 WIB, 2023
Angkasa Pura I layani 4,8 juta penumpang di 15 bandara selama Februari 2023
20 March 2023 12:20 WIB, 2023
Erick sebut aksi korporasi Jasa Marga konsolidasikan kekuatan operator tol
20 March 2023 12:18 WIB, 2023