Respons beberapa negara terhadap risiko peradangan jantung vaksin mRNA
Jumat, 8 Oktober 2021 21:57 WIB
Botol dengan label vaksin Pfizer-BioNTech dan Moderna terlihat pada gambar ilustrasi yang dibuat 19 Maret 2021. (ANTARA/Reuters)
Jakarta (ANTARA) - Beberapa negara telah menunda atau memberikan hanya satu dosis vaksin COVID-19 berbasis teknologi mRNA pada remaja, menyusul laporan adanya kemungkinan efek samping berupa gangguan kardiovaskular yang langka.
Regulator obat Eropa pada Juli mengatakan telah menemukan kaitan yang mungkin antara kondisi peradangan jantung yang sangat langka dan vaksin COVID-19 buatan Pfizer/BioNTech dan Moderna.
Namun, regulator Eropa dan AS serta Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan manfaat vaksin mRNA dalam mencegah COVID-19 tetap melebihi risikonya.
Berikut ini adalah langkah-langkah yang diambil sejumlah negara:
Kanada
Badan Kesehatan Masyarakat Kanada mengatakan data menunjukkan bahwa jumlah kasus langka peradangan jantung yang dilaporkan setelah suntikan vaksin Moderna lebih tinggi daripada vaksin Pfizer/BioNTech.
Swedia
Swedia menghentikan sementara penggunaan vaksin Moderna pada kelompok usia muda berdasarkan data penelitian di kawasan Nordik yang hasilnya belum dipublikasikan.
Badan kesehatan Swedia mengatakan akan menangguhkan suntikan vaksin itu pada warga kelahiran 1991 dan setelahnya karena data menunjukkan peningkatan kasus miokarditis dan perikarditis di kalangan remaja dan dewasa muda yang telah divaksin.
Denmark
Badan Kesehatan Denmark mengatakan pada Jumat pihaknya tetap menawarkan vaksin Moderna pada penduduk berusia di bawah 18 tahun.
Mereka mengatakan pernyataan pada Rabu yang menyebut adanya penundaan vaksinasi merupakan miskomunikasi.
Finlandia
Finlandia menghentikan sementara penggunaan vaksin Moderna di kelompok usia muda dan akan memberikan vaksin Pfizer pada penduduk laki-laki kelahiran 1991 dan setelahnya.
Mereka juga menawarkan suntikan Pfizer pada warga berusia 12 tahun ke atas.
Hong Kong
Panel pakar kesehatan yang bekerja untuk pemerintah Hong Kong pada September menyarankan agar anak-anak usia 12-17 tahun hanya diberi satu dosis vaksin BioNTech setelah adanya laporan efek samping peradangan jantung.
Norwegia
Norwegia memberikan satu dosis vaksin Pfizer/BioNTech pada anak-anak usia 12-15 tahun.
Inggris
Inggris sudah mulai menawarkan satu dosis pertama vaksin Pfizer/BioNTech pada anak-anak usia 12-15 tahun.
Vaksin kedua tidak akan diberikan kepada kelompok usia itu hingga musim semi saat lebih banyak data diperoleh dari seluruh dunia.
Sumber: Reuters
Regulator obat Eropa pada Juli mengatakan telah menemukan kaitan yang mungkin antara kondisi peradangan jantung yang sangat langka dan vaksin COVID-19 buatan Pfizer/BioNTech dan Moderna.
Namun, regulator Eropa dan AS serta Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan manfaat vaksin mRNA dalam mencegah COVID-19 tetap melebihi risikonya.
Berikut ini adalah langkah-langkah yang diambil sejumlah negara:
Kanada
Badan Kesehatan Masyarakat Kanada mengatakan data menunjukkan bahwa jumlah kasus langka peradangan jantung yang dilaporkan setelah suntikan vaksin Moderna lebih tinggi daripada vaksin Pfizer/BioNTech.
Swedia
Swedia menghentikan sementara penggunaan vaksin Moderna pada kelompok usia muda berdasarkan data penelitian di kawasan Nordik yang hasilnya belum dipublikasikan.
Badan kesehatan Swedia mengatakan akan menangguhkan suntikan vaksin itu pada warga kelahiran 1991 dan setelahnya karena data menunjukkan peningkatan kasus miokarditis dan perikarditis di kalangan remaja dan dewasa muda yang telah divaksin.
Denmark
Badan Kesehatan Denmark mengatakan pada Jumat pihaknya tetap menawarkan vaksin Moderna pada penduduk berusia di bawah 18 tahun.
Mereka mengatakan pernyataan pada Rabu yang menyebut adanya penundaan vaksinasi merupakan miskomunikasi.
Finlandia
Finlandia menghentikan sementara penggunaan vaksin Moderna di kelompok usia muda dan akan memberikan vaksin Pfizer pada penduduk laki-laki kelahiran 1991 dan setelahnya.
Mereka juga menawarkan suntikan Pfizer pada warga berusia 12 tahun ke atas.
Hong Kong
Panel pakar kesehatan yang bekerja untuk pemerintah Hong Kong pada September menyarankan agar anak-anak usia 12-17 tahun hanya diberi satu dosis vaksin BioNTech setelah adanya laporan efek samping peradangan jantung.
Norwegia
Norwegia memberikan satu dosis vaksin Pfizer/BioNTech pada anak-anak usia 12-15 tahun.
Inggris
Inggris sudah mulai menawarkan satu dosis pertama vaksin Pfizer/BioNTech pada anak-anak usia 12-15 tahun.
Vaksin kedua tidak akan diberikan kepada kelompok usia itu hingga musim semi saat lebih banyak data diperoleh dari seluruh dunia.
Sumber: Reuters
Pewarta : Anton Santoso
Editor : Edy Supriyadi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Presiden senang, industri farmasi ini kerja diam-diam dan telah siap produksi vaksin COVID-19
07 October 2022 19:03 WIB, 2022
Airlangga dorong Indonesia jadi hub produksi vaksin mRNA lewat Presidensi G20
07 December 2021 16:31 WIB, 2021
Studi Inggris tunjukkan vaksin COVID-19 mRNA beri efek 'booster' terbesar
03 December 2021 14:21 WIB, 2021
Respons antibodi penerima vaksin J&J lebih kuat jika diberi "booster" mRNA
15 October 2021 10:04 WIB, 2021
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
Kapal induk USS Abraham Lincoln siap lakukan operasi ke Iran dalam 1-2 hari
27 January 2026 9:55 WIB