Kabar baik, macan tutul Jawa terekam di Gunung Sanggabuana
Senin, 20 September 2021 22:21 WIB
Macan tutul jawa terekam kamera di kawasan hutan Gunung Sanggabuana Karawang. (ANTARA/dok Dedi Mulyadi)
Karawang (ANTARA) - Leader Sanggabuana Wildlife Expedition Bernard T Wahyu Wiryanta menyatakan, terekamnya macan tutul jawa dan satwa langka lain di kawasan hutan Gunung Sanggabuana Kabupaten Karawang, Jabar, menjadi kabar yang menggembirakan.
“Fakta lapangan sudah ada dan sekarang dibuktikan secara visual,” kata Bernard, dalam siaran pers yang diterima di Karawang, Senin.
Dikatakannya, terekamnya macan tutul jawa dan satwa langka di kawasan hutan Gunung Sanggabuana Karawang telah melengkapi kajian yang telah dibuat.
“Jadi ini bisa menjadi dasar KLHK untuk segera menetapkan kawasan Hutan dan Gunung Sanggabuana menjadi kawasan konservasi,“ katanya.
Macan tutul itu sendiri masuk kategori dilindungi dan terancam punah. Sehingga masuk dalam daftar Appendix I yang dilarang untuk diburu atau diperdagangkan secara internasional.
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi sebelumnya menyatakan pihaknya tengah mengusulkan agar kawasan Gunung Sanggabuana yang berada di wilayah Karawang menjadi Taman Nasonal.
Baca juga: Polisi tangkap 11 pelaku diduga terlibat kasus kematian lima ekor gajah di Aceh Jaya
Usulan kawasan Gunung Sanggabuana itu menjadi Taman Nasional bertujuan agar seluruh areal Gunung Sanggabuana mendapat perlindungan dari negara.
Seiring dengan itu, pada awal September 2021, Dedi Mulyadi Bersama tim Sanggabuana Wildlife Expedition memasang 20 unit kamera jebakan atau camera trap yang biasa digunakan untuk memantau hewan liar di dalam hutan. Dari 20 unit kamera yang ada, dua unit kamera di antaranya milik Dedi Mulyadi pribadi.
Beberapa hari lalu Dedi bersama tim kembali ke lokasi untuk mendapatkan gambaran dari camera trap yang sebelumnya telah dipasang. Hasilnya terekam kegiatan macan tutul jawa yang memiliki nama latin 'panthera pardus melas'.
Baca juga: LSM desak hukum berat 11 pelaku kematian lima ekor gajah sumatera di Aceh
Macan tersebut terekam jelas beraktivitas di depan kamera milik Dedi pada 11 September 2021 pukul 05.16.30 WIB. Selain macan tutul jawa, dari beberapa kamera trap yang dipasang juga berhasil merekam musang, babi hutan dan rusa.
“Dengan berbagai kejadian dan temuan yang kita dapat, saya mengajukan Sanggabuana ini menjadi taman nasional,” kata Dedi. (KR-MAK)
“Fakta lapangan sudah ada dan sekarang dibuktikan secara visual,” kata Bernard, dalam siaran pers yang diterima di Karawang, Senin.
Dikatakannya, terekamnya macan tutul jawa dan satwa langka di kawasan hutan Gunung Sanggabuana Karawang telah melengkapi kajian yang telah dibuat.
“Jadi ini bisa menjadi dasar KLHK untuk segera menetapkan kawasan Hutan dan Gunung Sanggabuana menjadi kawasan konservasi,“ katanya.
Macan tutul itu sendiri masuk kategori dilindungi dan terancam punah. Sehingga masuk dalam daftar Appendix I yang dilarang untuk diburu atau diperdagangkan secara internasional.
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi sebelumnya menyatakan pihaknya tengah mengusulkan agar kawasan Gunung Sanggabuana yang berada di wilayah Karawang menjadi Taman Nasonal.
Baca juga: Polisi tangkap 11 pelaku diduga terlibat kasus kematian lima ekor gajah di Aceh Jaya
Usulan kawasan Gunung Sanggabuana itu menjadi Taman Nasional bertujuan agar seluruh areal Gunung Sanggabuana mendapat perlindungan dari negara.
Seiring dengan itu, pada awal September 2021, Dedi Mulyadi Bersama tim Sanggabuana Wildlife Expedition memasang 20 unit kamera jebakan atau camera trap yang biasa digunakan untuk memantau hewan liar di dalam hutan. Dari 20 unit kamera yang ada, dua unit kamera di antaranya milik Dedi Mulyadi pribadi.
Beberapa hari lalu Dedi bersama tim kembali ke lokasi untuk mendapatkan gambaran dari camera trap yang sebelumnya telah dipasang. Hasilnya terekam kegiatan macan tutul jawa yang memiliki nama latin 'panthera pardus melas'.
Baca juga: LSM desak hukum berat 11 pelaku kematian lima ekor gajah sumatera di Aceh
Macan tersebut terekam jelas beraktivitas di depan kamera milik Dedi pada 11 September 2021 pukul 05.16.30 WIB. Selain macan tutul jawa, dari beberapa kamera trap yang dipasang juga berhasil merekam musang, babi hutan dan rusa.
“Dengan berbagai kejadian dan temuan yang kita dapat, saya mengajukan Sanggabuana ini menjadi taman nasional,” kata Dedi. (KR-MAK)
Pewarta : M.Ali Khumaini
Editor : Edy Supriyadi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Macan tutul lepas dari kandang Lembang Park and Zoo ke hutan Gunung Tangkuban Parahu
03 September 2025 13:48 WIB
Pompa dan pipanisasi, bantu ketersediaan air bagi warga di Dusun Macan Mati, Gunungkidul
09 September 2022 8:14 WIB, 2022
Terpopuler - Warta Bumi
Lihat Juga
BMKG prakirakan kota-kota besar di Indonesia, termasuk Lampung diguyur hujan
26 January 2025 7:40 WIB, 2025
DMC Dompet Dhuafa membuka pos bagi penyintas erupsi Gunung Ibu Halmahera
24 January 2025 10:21 WIB, 2025
BMKG prakirakan hujan guyur mayoritas wilayah Indonesia, termasuk Bandarlampung
22 January 2025 5:35 WIB, 2025
BNPB lakukan operasi modifikasi cuaca untuk kurangi banjir di Bandarlampung
20 January 2025 12:11 WIB, 2025
Jihan Nurlela sebut perlu revitalisasi mangrove untuk maksimalkan ekowisata
12 January 2025 5:06 WIB, 2025