Terkam remaja hingga tewas, BBKSDA Riau buru harimau
Senin, 30 Agustus 2021 23:04 WIB
Tim BB KSDA turun memasang box trap untuk menangkap harimau. (ANTARA/HO-BB KSDA Riau)
Pekanbaru (ANTARA) - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSD) Riau memasang perangkap untuk memburu dan mengevakuasi harimau yang dilaporkan telah menerkam seorang remaja hingga tewas di Teluk Lanus, Kabupaten Siak, Provinsi Riau.
"Saat ini Tim Balai Besar KSDA Riau telah diturunkan untuk memasang perangkap agar harimau sumatera itu dapat dipindahkan dari lokasi konflik manusia dengan satwa tersebut," kata Kepala Bidang Teknis KSDA Riau M Mahfud di Pekanbaru, Senin.
Sebelumnya pada Minggu (29/8) di area PT Sawit Unisraya, Kampung Teluk Lanus, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, dilaporkan telah terjadi penyerangan oleh harimau sumatera terhadap salah seorang pekerja PT. Unisraya. Korban atas nama MA (16 th), berasal dari Kecamatan Gunung Sitoli, Kabupaten Nias, Sumatera Utara.
Baca juga: Tiga harimau sumatra ditemukan mati di hutan Aceh Selatan
Saksi pada kejadian tersebut, Rustam (ayah korban) saat itu bersama anaknya sedang memperbaiki mesin untuk menyalakan lampu di kamp eks PT. Unisraya yang rusak. Saat Rustam sibuk memperbaiki mesin diesel, korban meminta izin kepada ayahnya untuk ke pelabuhan mencari sinyal jaringan telepon seluler karena di dekat kamp/rumah tinggal korban tidak ada sinyal.
Setelah Rustam memperbaiki mesin, dia tidak melihat anaknya kembali dan berusaha mencari anaknya dengan memangil-manggil namanya ke arah pelabuhan. Lalu dia pergi mencari anaknya ke pinggir laut dan setelah berjalan sekitar 150 meter Rustam menemukan ponsel milik anaknya tergeletak di tanah.
Baca juga: Warga Indragiri Hilir diserang gajah dari Jambi
Rustam melihat di sekitar lokasi terdapat banyak bercak darah yang berserakan di tanah dan bekas seretan menuju ke dalam hutan. Dia kembali ke kamp sambil berteriak meminta tolong dan kemudian rekan-rekan kerja eks PT. Unisraya datang bersama-sama untuk mencari korban.
"Menurut saksi-saksi bahwa korban telah diterkam harimau sumatera pada saat lampu dalam keadaan padam sehingga saat penerkaman tidak terlihat. Pencarian berhasil menemukan titik terang saat korban ditemukan tewas dalam kondisi yang mengenaskan pada pukul 23.01 WIB," ujar Mahfud.
"Saat ini Tim Balai Besar KSDA Riau telah diturunkan untuk memasang perangkap agar harimau sumatera itu dapat dipindahkan dari lokasi konflik manusia dengan satwa tersebut," kata Kepala Bidang Teknis KSDA Riau M Mahfud di Pekanbaru, Senin.
Sebelumnya pada Minggu (29/8) di area PT Sawit Unisraya, Kampung Teluk Lanus, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, dilaporkan telah terjadi penyerangan oleh harimau sumatera terhadap salah seorang pekerja PT. Unisraya. Korban atas nama MA (16 th), berasal dari Kecamatan Gunung Sitoli, Kabupaten Nias, Sumatera Utara.
Baca juga: Tiga harimau sumatra ditemukan mati di hutan Aceh Selatan
Saksi pada kejadian tersebut, Rustam (ayah korban) saat itu bersama anaknya sedang memperbaiki mesin untuk menyalakan lampu di kamp eks PT. Unisraya yang rusak. Saat Rustam sibuk memperbaiki mesin diesel, korban meminta izin kepada ayahnya untuk ke pelabuhan mencari sinyal jaringan telepon seluler karena di dekat kamp/rumah tinggal korban tidak ada sinyal.
Setelah Rustam memperbaiki mesin, dia tidak melihat anaknya kembali dan berusaha mencari anaknya dengan memangil-manggil namanya ke arah pelabuhan. Lalu dia pergi mencari anaknya ke pinggir laut dan setelah berjalan sekitar 150 meter Rustam menemukan ponsel milik anaknya tergeletak di tanah.
Baca juga: Warga Indragiri Hilir diserang gajah dari Jambi
Rustam melihat di sekitar lokasi terdapat banyak bercak darah yang berserakan di tanah dan bekas seretan menuju ke dalam hutan. Dia kembali ke kamp sambil berteriak meminta tolong dan kemudian rekan-rekan kerja eks PT. Unisraya datang bersama-sama untuk mencari korban.
"Menurut saksi-saksi bahwa korban telah diterkam harimau sumatera pada saat lampu dalam keadaan padam sehingga saat penerkaman tidak terlihat. Pencarian berhasil menemukan titik terang saat korban ditemukan tewas dalam kondisi yang mengenaskan pada pukul 23.01 WIB," ujar Mahfud.
Pewarta : Bayu Agustari Adha
Editor : Edy Supriyadi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KPK prihatin Abdul Wahid jadi Gubernur Riau ke-4 tersangkut kasus dugaan korupsi
05 November 2025 7:08 WIB
Terpopuler - Warta Bumi
Lihat Juga
BMKG prakirakan kota-kota besar di Indonesia, termasuk Lampung diguyur hujan
26 January 2025 7:40 WIB, 2025
DMC Dompet Dhuafa membuka pos bagi penyintas erupsi Gunung Ibu Halmahera
24 January 2025 10:21 WIB, 2025
BMKG prakirakan hujan guyur mayoritas wilayah Indonesia, termasuk Bandarlampung
22 January 2025 5:35 WIB, 2025
BNPB lakukan operasi modifikasi cuaca untuk kurangi banjir di Bandarlampung
20 January 2025 12:11 WIB, 2025
Jihan Nurlela sebut perlu revitalisasi mangrove untuk maksimalkan ekowisata
12 January 2025 5:06 WIB, 2025