Bandarlampung (ANTARA) - Pandemi COVID-19 yang sudah satu tahun lamanya melanda Indonesia termasuk di Provinsi Lampung telah mengguncang ekonomi negeri ini, namun perlahan kondisi ini menumbuhkan banyak wirausahawan baru, dan bisa dilihat dari mulai menjamurnya kafe-kafe di Provinsi Lampung.

Salah satunya Kafe dan Resto Angkringan Tengah atau Ateng hadir di Kota Bandarlampung dengan menawarkan konsep dan menu yang dapat memanjakan lidah, dengan harga terjangkau. 

Pengelola Kafe dan Resto Ateng, Muhammad Ramadhan, di Bandarlampung, Sabtu, mengatakan bahwa angkringan merupakan konsep berjualan makanan dan minuman yang tempatnya asyik untuk mengobrol. 

"Biasanya lokasi angkringan berada di pinggir jalan atau di halaman ruko," kata dia pula. 

Menurutnya, angkringan merupakan konsep berjualan makanan dan minuman yang tempatnya asik untuk mengobrol.

Angkringan, lanjut dia, kini menjadi tempat makan yang banyak dipilih karena harganya murah meriah dan dapat disentuh semua kalangan.

Wirausahawan muda ini menyebutkan, keadaan pandemi COVID-19 seperti ini membuat dirinya bersama teman-teman berpikir keras dan didukung oleh keluarga untuk membuat usaha yang diminati, sehingga dipilih usaha dengan konsep suasana angkringan dalam bentuk kafe dan resto yang diberi nama Angkringan Tengah (Ateng).

"Nama itu mengandung arti usaha ini dibangun di tengah-tengah pandemi COVID-19," ujarnya. 

Kafe dan Resto Ateng berada di Jalan Ryacudu (jalur dua) Sukarame, Kota Bandarlampung. 

"Tempatnya cukup strategis di dalam kota menuju ke arah Institut Teknologi Sumatera (Itera) dan jalan tol Kampus Itera. Pokoknya tempatnya asik untuk mengobrol sambil menikmati menu di Ateng," ujarnya lagi.   

Pengelola Ateng lainnya, Agus Muhammad Yahya Zaidan mengatakan masa pandemi ini jangan membuat pelaku usaha menjadi terpuruk tetapi harus lebih kreatif, sehingga roda ekonomi dapat terus berjalan.


"Keadaan pandemi ini ternyata membuat kita bisa lebih kreatif dan menciptakan lapangan pekerjaan serta membantu pelaku usaha lainnya, seperti penjual daging, penjual sayuran, dan semua yang berkaitan dapat bergerak kembali," ujarnya.

Zaidan menambahkan, sebelumnya Ateng juga telah buka di Jalan Teuku Umar Bandarlampung, di depan BCA Kedaton.
Baca juga: Puluhan kafe di Bandarlampung ditutup karena tidak terapkan protokol kesehatan
Baca juga: Pelindo resmikan Kafe Baca di SMN 10 Bandarlampung