Junta militer Myanmar jatuhkan 23.000 vonis
Mantan Perdana Menteri Myanmar Khin Nyunt, yang sempat menjadi ketua badan intelijen militer, tersenyum saat dibebaskan dari status tahanan rumah di Yangon, Jumat (13/1). Para tahanan politik mulai berjalan bebas dari sejumlah penjara di sekitar Myanmar Jumat ini dalam amnesti yang diharapkan oleh pejabat negara tersebut dapat mencakup 651 tahanan, ketika salah satu negara paling tertutup di dunia berusaha membuka diri setelah setengah abad di bawah kepemimpinan otoriter. (FOTO ANTARA/REUTERS/James YeAu)
Pengumuman itu mengatakan hukuman bagi para tahanan Myanmar diberikan saat negara "sedang membangun negara demokrasi baru dengan perdamaian, pembangunan dan disiplin untuk mengubah para tahanan menjadi warga negara yang layak, untuk menyenangkan publik dan untuk menciptakan dasar kemanusiaan dan belas kasih."
Hukuman bagi 23.314 tahanan Myanmar dan 55 tahanan asing itu telah dijatuhkan, kata pengumuman itu.
Tahanan itu sebagian besar adalah para pengunjuk rasa atas kudeta militer sebelumnya. Penguasa militer Myanmar menganggap pemilu yang dimenangi Aung San Suu Kyi itu berlangsung curang.
Para pemimpin dunia termasuk Sekjen PBB Antonio Guterres dan Paus Fransiskus mengutuk kudeta yang membatalkan hasil pemilu demokratis Myanmar itu.
Sumber: Reuters
Pewarta : Mulyo Sunyoto
Editor : Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemerintah tegaskan akan proaktif telusuri status dua WNI jadi anggota militer asing
26 January 2026 13:29 WIB
Hukuman terdakwa oknum anggota TNI AL atas kasus penembakan bos rental berkurang
20 October 2025 22:13 WIB
Sejumlah relawan Sumud Nusantara Malaysia dikabarkan diculik militer Israel
02 October 2025 5:15 WIB
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
Angka kelahiran rendah, kota-kota besar di Jepang alami penurunan populasi
01 February 2026 17:11 WIB
Kapal induk USS Abraham Lincoln siap lakukan operasi ke Iran dalam 1-2 hari
27 January 2026 9:55 WIB