Jakarta (ANTARA) - Mantan pemegang dua sabuk juara kelas berbeda UFC Conor McGregor ingin membalas kekalahannya dari Khabib Nurmagomedov namun mengaku tidak akan mengejar tanding ulang setelah kerusuhan yang terjadi dalam duel perebutan titel pada 2018.

Nurmagomedov mendapati ayahnya meninggal dunia karena komplikasi COVID-19 tahun lalu menyusul kemenangannya dari Justin Gaethje yang memperpanjang rekor profesionalnya menjadi 29 kemenangan dan tanpa kekalahan.

Petarung bebas asal Republik Dagestan itu kemudian mengatakan akan pensiun setelah berjanji kepada ibunya tidak akan bertarung lagi.

McGregor, berbicara dalam jumpa pers di Etihad Arena, Abu Dhabi, di mana dia akan melawan Dustin Poirier asal Amerika Serikat dalam kelas ringan pada Minggu, tidak menunjukkan sikap kurang ajar yang membuatnya terkenal saat membahas kemungkinan tanding ulang.

"Ini adalah perkara yang berat, dia (Nurmagomedov) mengalami banyak hal dalam kehidupan pribadinya. Saya tidak ingin dia terluka. Itu di tahun 2018, telah lama berlalu, dunia tahu pertarungan ini belum usai," kata McGregor seperti dikutip Reuters.

"Olahraga ini ingin itu terjadi, orang-orang ingin itu terjadi, (tapi) saya tidak akan mengejarnya," kata petarung berusia 32 tahun asal Irlandia itu.

Didampingi putra dan putrinya serta sang kekasih Dee Devlin yang duduk di barisan depan. McGregor tampil dengan pakaian mencolok seperti biasanya namun perilakunya tampaknya lebih melunak beberapa tahun belakangan setelah terlibat sejumlah pertengkaran baik di dalam maupun di luar arena.

Satu-satunya duel yang dia jalani setelah dikalahkan Nurmagomedov adalah ketika menghancurkan Donald Cerrone dalam waktu 40 detik pada Januari tahun lalu.

Kemenangan Minggu nanti bisa memberi McGregor peluang untuk pertarungan memperebutkan gelar.

"Saya sangat senang masuk (ke ring) dan bertarung. Saya telah bekerja sangat keras untuk mencapai tepat 155 (pon). Saya ingin menjawab pertanyaan di sini."
 

Pewarta : Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor : Samino Nugroho
Copyright © ANTARA 2024