Bandung (ANTARA) - PT Bio Farma (Persero) mengatakan bahwa penyediaan layanan vaksinasi COVID-19 jalur mandiri bagi rumah sakit, klinik dan fasilitas kesehatan lainnya masih dalam proses pendaftaran dan verifikasi  melalui asosiasi-asosiasi resmi.

Sehubungan itu, Bio Farma mengimbau kepada penyedia layanan kesehatan untuk menunggu pengumuman resmi pemerintah terkait petunjuk teknis pelaksanaan pemesanan pre-order vaksinasi COVID-19 jalur mandiri.

"Untuk keterangan lebih lanjut, silakan untuk menghubungi email resmi Bio Farma, mail@biofarma.co.id," kata Juru Bicara Bio Farma, Bambang Heriyanto, di Bandung, Sabtu.

PT Bio Farma (Persero) menyatakan hingga saat ini belum melaksanakan sistem pelayanan pre order untuk vaksinasi COVID-19 jalur mandiri dalam bentuk apa pun, baik untuk keperluan fasilitas kesehatan maupun untuk perorangan.

Hal ini dilakukan karena pemerintah masih menyelesaikan skema pelaksanaan Vaksinasi COVID-19 baik untuk kebutuhan program bantuan pemerintah maupun kebutuhan mandiri.

"Saat ini, Bio Farma masih mengembangkan sistem yang akan digunakan untuk pemesanan Pre-Order vaksinasi COVID-19 khususnya untuk jalur mandiri, dan hingga saat ini, belum ada ketentuan maupun pengaturan teknis dari pemerintah terkait hal tersebut, dan yang terpenting adalah, pelaksanaan vaksinasinya sendiri, tetap menunggu izin penggunaan dari Badan POM," katanya.
 
Kedatangan Vaksin COVID-19 tahap pertama sejumlah 1.2 juta dosis dari Sinovac pada 6 Desember 2020 yang lalu, telah menarik perhatian masyarakat banyak. Saat ini, selagi proses evaluasi izin penggunaan dari Badan POM berjalan, pemerintah sedang mempersiapkan pelaksanaan Vaksinasi COVID-19.




 

Pewarta : Ajat Sudrajat
Editor : Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2024