42 rumah di Simalungun Sumut tertimbun tanah longsor
Sabtu, 28 November 2020 20:53 WIB
Sebanyak 42 rumah warga Nagori Bayu Muslimin, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, tertimpa longsor tanah perbukitan. (ANTARA/HO)
Simalungun (ANTARA) - Sebanyak 42 rumah warga Nagori Bayu Muslimin, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, tertiimbun tanah longsor.
Kepala Desa Nagori Bayu, Ahmad Simbolon di Sumalungun, Sabtu, menjelaskan terjadinya longsor dampak dari hujan deras yang terjadi beberapa hari belakangan ini.
Longsor pertama menimpa 20 rumah, belum tuntas pembersihan dari unsur kecamatan dan warga, hujan datang lagi, dan 22 rumah lainnya terdampak.
Dia berharap Pemkab Simalungun memberikan bantuan kepada warga terdampak dan mengatasi agar longsor tidak terjadi lagi.
"Longsor hampir setiap tahun selalu menimpa warga di desa ini," katanya.
Sementara Sekretaris Daerah Simalungun Mixnon Andreas Simamora mengatakan pemkab akan memberikan bantuan berupa bahan makanan pokok kepada masyarakat terdampak longsor.
Pihaknya juga akan menentukan langkah antisipasi longsor berkordinasi dengan perangkat daerah terkait dan konsultan untuk penanganan sungai yang menyempit.
Penanaman pohon tanaman keras pada perbukitan yang mengelilingi desa menjadi langkah alternatif untuk pencegahan erosi.
Masyarakat yang bermukim di pinggiran tebing perbukitan diimbau untuk sementara waktu mengungsi ke tempat yang aman.
Kepala Desa Nagori Bayu, Ahmad Simbolon di Sumalungun, Sabtu, menjelaskan terjadinya longsor dampak dari hujan deras yang terjadi beberapa hari belakangan ini.
Longsor pertama menimpa 20 rumah, belum tuntas pembersihan dari unsur kecamatan dan warga, hujan datang lagi, dan 22 rumah lainnya terdampak.
Dia berharap Pemkab Simalungun memberikan bantuan kepada warga terdampak dan mengatasi agar longsor tidak terjadi lagi.
"Longsor hampir setiap tahun selalu menimpa warga di desa ini," katanya.
Sementara Sekretaris Daerah Simalungun Mixnon Andreas Simamora mengatakan pemkab akan memberikan bantuan berupa bahan makanan pokok kepada masyarakat terdampak longsor.
Pihaknya juga akan menentukan langkah antisipasi longsor berkordinasi dengan perangkat daerah terkait dan konsultan untuk penanganan sungai yang menyempit.
Penanaman pohon tanaman keras pada perbukitan yang mengelilingi desa menjadi langkah alternatif untuk pencegahan erosi.
Masyarakat yang bermukim di pinggiran tebing perbukitan diimbau untuk sementara waktu mengungsi ke tempat yang aman.
Pewarta : Juraidi dan waristo
Editor : Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dompet Dhuafa, Indosat dan Tokopedia hadirkan sumur bor bagi penyintas banjir di Aceh
14 February 2026 9:55 WIB
Seratusan ikan keramat di Cigugur mati, Pemkab Kuningan selidiki penyebabnya
02 February 2026 16:07 WIB
Pewarta foto ANTARA rilis buku "Orang -Orang Bermata biru dari Minangkabau"
01 February 2026 11:46 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Dompet Dhuafa, Indosat dan Tokopedia hadirkan sumur bor bagi penyintas banjir di Aceh
14 February 2026 9:55 WIB
Seratusan ikan keramat di Cigugur mati, Pemkab Kuningan selidiki penyebabnya
02 February 2026 16:07 WIB
Pewarta foto ANTARA rilis buku "Orang -Orang Bermata biru dari Minangkabau"
01 February 2026 11:46 WIB