Perwakilan 150 agen perjalanan wisata ikuti 'travel gathering We Love Bali'
Senin, 7 September 2020 5:58 WIB
Peserta kegiatan 'travel gathering' bertajuk 'We Love Bali' di Bali. ANTARA/Naufal Fikri
Badung (ANTARA) - Sekitar 150 perwakilan dari agen perjalanan wisata dari seluruh Indonesia mengikuti kegiatan travel gathering bertajuk 'We Love Bali' yang diselenggarakan Bali Dwipa Tourism Industri (BDTI) yang merupakan wadah pelaku industri pariwisata di wilayah Pulau Dewata.
"Mereka mengikuti rangkaian kegiatan pada 4-6 September dengan mengunjungi berbagai destinasi pariwisata di Bali khususnya untuk melihat kesiapan Bali dalam menyambut kembali para wisatawan," ujar Ketua Umum BDTI, Fransiskus Adi Rahmawan di Kabupaten Badung, Bali, Minggu.
Ia mengatakan, para peserta setibanya di Bali langsung diajak untuk mengunjungi kawasan wisata Pantai Pandawa untuk menyaksikan pertunjukan Tari Kecak dan mengikuti kegiatan welcoming dinner.
"Selama kegiatan, para peserta langsung mengamati penerapan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran pandemi COVID-19," kata Rahmawan.
Baca juga: Dispar Kota Denpasar verifikasi penerapan protokol 16 hotel, satu destinasi wisata
Ia berharap, dengan mengundang pihak agen perjalanan pariwisata dari seluruh Indonesia, BDTI dapat membantu upaya yang dilakukan berbagai pihak untuk mendatangkan kembali wisatawan ke Bali yang saat ini mengalami keterpurukan akibat pandemi COVID-19.
Nantinya, para pemilik agen perjalanan wisata yang diundang diharapkan dapat membantu upaya promosi, sosialisasi serta meyakinkan para calon wisatawan agar mau datang berlibur ke Bali.
"Kami yakin kegiatan ini dapat memberikan dampak yang luar biasa bagi industri pariwisata Bali. Saat ini yang harus kami bangun adalah kepercayaan, bahwa Bali aman dan nyaman bagi wisatawan khususnya wisatawan domestik," ungkapnya.
Sementara itu, salah seorang peserta asal Jakarta, Asryana Dini mengatakan, pihaknya menilai penerapan protokol kesehatan di Bali menurutnya cukup bagus dimulai saat dirinya tiba di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali.
"Secara keseluruhan dari kami sampai di bandara, terus masuk ke hotel dan mengunjungi destinasi wisata semuanya protokol kesehatan pencegahan COVID-19 telah diterapkan," ujarnya.
Pihaknya menilai kegiatan travel gathering tersebut sangat baik dan bermanfaat karena sektor pariwisata Indonesia khususnya Bali sangat terpuruk selama sekitar tujuh bulan terakhir.
"Bali yang pemasukannya bergantung dari sektor pariwisata otomatis terpengaruh sekali dengan pandemi COVID-19. Dengan adanya kegiatan ini menurut kami bermanfaat untuk membangkitkan kembali pariwisata sektor yang lesu dan kami juga akan mempromosikan Bali kepada klien kami," katanya.
Baca juga: Setelah pariwisata Bali dibuka, wisatawan domestik mulai kunjungi wisata bahari
"Mereka mengikuti rangkaian kegiatan pada 4-6 September dengan mengunjungi berbagai destinasi pariwisata di Bali khususnya untuk melihat kesiapan Bali dalam menyambut kembali para wisatawan," ujar Ketua Umum BDTI, Fransiskus Adi Rahmawan di Kabupaten Badung, Bali, Minggu.
Ia mengatakan, para peserta setibanya di Bali langsung diajak untuk mengunjungi kawasan wisata Pantai Pandawa untuk menyaksikan pertunjukan Tari Kecak dan mengikuti kegiatan welcoming dinner.
"Selama kegiatan, para peserta langsung mengamati penerapan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran pandemi COVID-19," kata Rahmawan.
Baca juga: Dispar Kota Denpasar verifikasi penerapan protokol 16 hotel, satu destinasi wisata
Ia berharap, dengan mengundang pihak agen perjalanan pariwisata dari seluruh Indonesia, BDTI dapat membantu upaya yang dilakukan berbagai pihak untuk mendatangkan kembali wisatawan ke Bali yang saat ini mengalami keterpurukan akibat pandemi COVID-19.
Nantinya, para pemilik agen perjalanan wisata yang diundang diharapkan dapat membantu upaya promosi, sosialisasi serta meyakinkan para calon wisatawan agar mau datang berlibur ke Bali.
"Kami yakin kegiatan ini dapat memberikan dampak yang luar biasa bagi industri pariwisata Bali. Saat ini yang harus kami bangun adalah kepercayaan, bahwa Bali aman dan nyaman bagi wisatawan khususnya wisatawan domestik," ungkapnya.
Sementara itu, salah seorang peserta asal Jakarta, Asryana Dini mengatakan, pihaknya menilai penerapan protokol kesehatan di Bali menurutnya cukup bagus dimulai saat dirinya tiba di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali.
"Secara keseluruhan dari kami sampai di bandara, terus masuk ke hotel dan mengunjungi destinasi wisata semuanya protokol kesehatan pencegahan COVID-19 telah diterapkan," ujarnya.
Pihaknya menilai kegiatan travel gathering tersebut sangat baik dan bermanfaat karena sektor pariwisata Indonesia khususnya Bali sangat terpuruk selama sekitar tujuh bulan terakhir.
"Bali yang pemasukannya bergantung dari sektor pariwisata otomatis terpengaruh sekali dengan pandemi COVID-19. Dengan adanya kegiatan ini menurut kami bermanfaat untuk membangkitkan kembali pariwisata sektor yang lesu dan kami juga akan mempromosikan Bali kepada klien kami," katanya.
Baca juga: Setelah pariwisata Bali dibuka, wisatawan domestik mulai kunjungi wisata bahari
Pewarta : Naufal Fikri Yusuf
Editor : Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terjebak cuaca buruk, ratusan wisatawan sudah dievakuasi ke kapal Pelni dari Karimunjawa
28 December 2022 11:09 WIB, 2022
Lummay Villa and Resort, destinasi wisata berkonsep Eropa berpadu budaya Bali
27 December 2022 18:20 WIB, 2022
Ancol targetkan 430 ribu pengunjung pada libur Natal dan Tahun Baru 2023
25 December 2022 14:05 WIB, 2022
Menparekraf Sandiaga Uno luncurkan Indeks Pembangunan Kepariwisataan Nasional
17 December 2022 10:46 WIB, 2022
Terpopuler - Wisata
Lihat Juga
Terjebak cuaca buruk, ratusan wisatawan sudah dievakuasi ke kapal Pelni dari Karimunjawa
28 December 2022 11:09 WIB, 2022
Lummay Villa and Resort, destinasi wisata berkonsep Eropa berpadu budaya Bali
27 December 2022 18:20 WIB, 2022
Ancol targetkan 430 ribu pengunjung pada libur Natal dan Tahun Baru 2023
25 December 2022 14:05 WIB, 2022
Menparekraf Sandiaga Uno luncurkan Indeks Pembangunan Kepariwisataan Nasional
17 December 2022 10:46 WIB, 2022