Zoom membuka pusat data di Singapura
Rabu, 19 Agustus 2020 11:03 WIB
Ilustrasi Zoom (twitter.com/zoom)
Jakarta (ANTARA) - Zoom Video Communication mengumumkan mereka membuka pusat data, data center, terbaru di Singapura.
Pusat data di Singapura merupakan yang pertama di Asia Tenggara, secara global Zoom memiliki pusat data di 18 lokasi di seluruh dunia, dikutip dari Reuters, Rabu.
Kepala urusan internasional Zoom, Abe Smith, menyatakan mereka berencana mempekerjakan lebih banyak pegawai di Singapura, termasuk untuk insinyur dan staf penjualan.
Smith mengatakan ada kenaikan pengguna layanan gratis sebanyak 65 kali lipat di Singapura, sementara pelanggan berbayar naik tiga kali lipat sejak Januari.
Sejak Maret lalu, sekitar 400 sekolah di Singapura menggunakan platform Zoom.
Singapura sempat melarang guru menggunakan Zoom karena peristiwa muncul gambar pornografi saat sedang belajar online karena karantina wilayah saat pandemi virus corona.
Beberapa waktu sebelumnya, sejumlah peneliti keamanan siber menemukan Zoom menyalurkan, reroute, beberapa panggilan ke server di China, meski pun panggilan tersebut berasal dari luar China.
Menyikapi hal tersebut, Zoom menyatakan peristiwa ini terjadi "dalam jumlah yang amat sangat terbatas. Mereka kemudian menarik pusat data di China dari daftar back-up untuk pengguna di luar China.
Pusat data di Singapura merupakan yang pertama di Asia Tenggara, secara global Zoom memiliki pusat data di 18 lokasi di seluruh dunia, dikutip dari Reuters, Rabu.
Kepala urusan internasional Zoom, Abe Smith, menyatakan mereka berencana mempekerjakan lebih banyak pegawai di Singapura, termasuk untuk insinyur dan staf penjualan.
Smith mengatakan ada kenaikan pengguna layanan gratis sebanyak 65 kali lipat di Singapura, sementara pelanggan berbayar naik tiga kali lipat sejak Januari.
Sejak Maret lalu, sekitar 400 sekolah di Singapura menggunakan platform Zoom.
Singapura sempat melarang guru menggunakan Zoom karena peristiwa muncul gambar pornografi saat sedang belajar online karena karantina wilayah saat pandemi virus corona.
Beberapa waktu sebelumnya, sejumlah peneliti keamanan siber menemukan Zoom menyalurkan, reroute, beberapa panggilan ke server di China, meski pun panggilan tersebut berasal dari luar China.
Menyikapi hal tersebut, Zoom menyatakan peristiwa ini terjadi "dalam jumlah yang amat sangat terbatas. Mereka kemudian menarik pusat data di China dari daftar back-up untuk pengguna di luar China.
Pewarta : Natisha Andarningtyas
Editor : Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wakil Bupati Pesisir Barat ikuti kegiatan pemberian remisi umum melalui zoom meeting
18 August 2021 13:08 WIB, 2021
Terpopuler - Gadget
Lihat Juga
OPPO A6 Pro bisa dipakai untuk mengisi daya perangkat elektronik seperti powerbank
07 October 2025 19:55 WIB
Samsung debutkan Galaxy Tab S10 Lite secara global, yang diperkaya dengan fitur AI
12 September 2025 12:41 WIB