Paus serukan dialog Mesir, Ethiopia dan Sudan untuk selesaikan masalah bendungan Nil
Minggu, 16 Agustus 2020 5:56 WIB
Air di Sungai Nil Biru mengalir menuju bendungan Great Renaissance Dam milik Ethiopia di Guba Woreda, sekitar 40 km dari perbatasan Ethiopia dengan Sudan, 28/6/2013. (ANTARA/REUTERS/Tiksa Negeri/tm) (Reuters)
Vatican City (ANTARA) - Paus Fransiskus pada Sabtu menyerukan dialog antara Mesir, Ethiopia dan Sudan, seraya mendesak mereka agar tidak membiarkan sengketa bendungan sungai Nil berkembang menjadi konflik.
Grand Ethiopian Renaissance Dam (GERD), yang sedang dibangun sekitar 15 km dari perbatasan Ethiopia dengan Sudan, menjadi biang permasalahan antara ketiga negara itu.
"Saya mengajak semua pihak yang terlibat agar melanjutkan jalur dialog sehingga sungai yang tak pernah mengering itu akan terus menjadi sumber kehidupan, yang menyatukan dan tidak memecah belah, yang mempertahankan persahabatan, kemakmuran dan persaudaraan bukan permusuhan, kesalahpahaman serta konflik," kata Paus.
Paus menyampaikan pesan Angelus pada Pesta Nama Maria Assumpta, salah satu perayaan terpenting umat Katolik yang didedikasikan untuk Bunda Maria.
Mesir, yang khawatir bahwa proyek bendungan dapat menyebabkan krisis air di hulu, mengancam akan mundur dari putaran diskusi terbaru. Sementara, Sudan merasa prihatin dengan keamanan bendungan tersebut.
Sumber: Reuters
Grand Ethiopian Renaissance Dam (GERD), yang sedang dibangun sekitar 15 km dari perbatasan Ethiopia dengan Sudan, menjadi biang permasalahan antara ketiga negara itu.
"Saya mengajak semua pihak yang terlibat agar melanjutkan jalur dialog sehingga sungai yang tak pernah mengering itu akan terus menjadi sumber kehidupan, yang menyatukan dan tidak memecah belah, yang mempertahankan persahabatan, kemakmuran dan persaudaraan bukan permusuhan, kesalahpahaman serta konflik," kata Paus.
Paus menyampaikan pesan Angelus pada Pesta Nama Maria Assumpta, salah satu perayaan terpenting umat Katolik yang didedikasikan untuk Bunda Maria.
Mesir, yang khawatir bahwa proyek bendungan dapat menyebabkan krisis air di hulu, mengancam akan mundur dari putaran diskusi terbaru. Sementara, Sudan merasa prihatin dengan keamanan bendungan tersebut.
Sumber: Reuters
Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor : Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
Pesawat tabrakan dengan mobil pemadam di Bandara LaGuardia, pilot-kopilot tewas
24 March 2026 7:37 WIB