UBL bagikan "face shield" karya mahasiswa untuk tenaga medis
Selasa, 19 Mei 2020 17:11 WIB
Universitas Bandar Lampung (UBL) membuat pelindung wajah atau face shield yang didiperuntukan bagi tenaga medis dalam menangani COVID-19. (Antaralampung.com/Istimewa)
Bandarlampung (ANTARA) - Universitas Bandar Lampung (UBL) membuat pelindung wajah atau face shield yang diperuntukkan bagi tenaga medis dalam menangani COVID-19.
"Sebanyak 200 face shield karya mahasiswa Teknik Mesin UBL tersebut akan diberikan kepada Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung untuk didistribusikan ke puskesmas dan tempat layanan Kesehatan lainnya di kota Bandarlampung," kata Wakil Biro Humas Marketing dan Kerjasama UBL, Bery Salatar di Bandarlampung, Selasa.
Dia menyebutkan hal itu merupakan bentuk kontribusi UBL sebagai bagian dari masyarakat dalam membantu pemerintah secara bersama mencegah penularan COVID-19 di Bandarlampung.
Muhammad Riza, selaku dosen pembimbing pembuatan face shield ini mengungkapkan bahwa karya mahasiswa Teknik Mesin UBL ini dibikin secara cermat dengan mengikuti standar alat pelindung diri.
"Proses pembuatan face shield ini menggunakan bahan-bahan yang mudah diperoleh di Bandarlampung. Material untuk pembuatan face shield ini adalah alpha board, pvc transparan, karet untuk bahan pakaian dan package foam," kata dia.
Proses pembuatan yang paling sulit adalah pada tahap pemotongan pvc yang mempunyai bentuk lengkung di sisi bawahnya. Pemotongannya tidak bisa dengan menggunakan sembarang pemotong karena akan menyebabkan bekas pemotongan berserabut.
"Untuk menyiasatinya kami menggunakan mesin laser cutting sehingga hasil pemotongan lebih halus dan presisi.” kata dia lagi.
"Sebanyak 200 face shield karya mahasiswa Teknik Mesin UBL tersebut akan diberikan kepada Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung untuk didistribusikan ke puskesmas dan tempat layanan Kesehatan lainnya di kota Bandarlampung," kata Wakil Biro Humas Marketing dan Kerjasama UBL, Bery Salatar di Bandarlampung, Selasa.
Dia menyebutkan hal itu merupakan bentuk kontribusi UBL sebagai bagian dari masyarakat dalam membantu pemerintah secara bersama mencegah penularan COVID-19 di Bandarlampung.
Muhammad Riza, selaku dosen pembimbing pembuatan face shield ini mengungkapkan bahwa karya mahasiswa Teknik Mesin UBL ini dibikin secara cermat dengan mengikuti standar alat pelindung diri.
"Proses pembuatan face shield ini menggunakan bahan-bahan yang mudah diperoleh di Bandarlampung. Material untuk pembuatan face shield ini adalah alpha board, pvc transparan, karet untuk bahan pakaian dan package foam," kata dia.
Proses pembuatan yang paling sulit adalah pada tahap pemotongan pvc yang mempunyai bentuk lengkung di sisi bawahnya. Pemotongannya tidak bisa dengan menggunakan sembarang pemotong karena akan menyebabkan bekas pemotongan berserabut.
"Untuk menyiasatinya kami menggunakan mesin laser cutting sehingga hasil pemotongan lebih halus dan presisi.” kata dia lagi.
Pewarta : Damiri
Editor : Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mantan Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes didakwa rugikan negara Rp319 M
04 February 2025 22:52 WIB
Legislator Ihsan Yunus diperiksa KPK soal perusahaan di pengadaan APD Kemenkes
18 April 2024 17:50 WIB, 2024
Wakil Ketua MPR RI Fadel Muhammad dipanggil KPK terkait penyidikan di Kemenkes
19 March 2024 13:18 WIB, 2024
Dinas Lingkungan Hidup DKI dapat bantuan APD untuk petugas sampah medis
27 September 2021 13:33 WIB, 2021
Terpopuler - Bandarlampung
Lihat Juga
Pemkot Bandarlampung prioritaskan pemasangan lampu jalan untuk tekan aksi kriminal
27 January 2026 21:30 WIB
Kodam XXI/Radin Inten gelar salat gaib untuk doakan korban longsor Cisarua
27 January 2026 18:35 WIB
Petugas pengamanan perketat pengawasan untuk antisipasi masuknya barang terlarang
27 January 2026 9:33 WIB