Bandarlampung (ANTARA) - Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Panjang bersama unsur kemaritiman di Provinsi Lampung menyiapkan pusat krisis (crisis center) COVID-19 untuk menekan dampak penyebaran virus khususnya di wilayah kerja Pelabuhan Panjang.

"Ini cukup mempengaruhi kondisi aktivitas kinerja operasional di Pelabuhan Panjang. Tentunya akan mempengaruhi perekonomian khususnya di Provinsi Lampung oleh karena itu perlu adanya langkah-langkah pengendalian agar penyebaran COVID-19 ini dapat ditekan," kata Kepala KSOP Kelas I Panjang, Andi Hartono pada Rapat antisipasi penyebaran Virus Corona di Aula Kantor KSOP Kelas I Panjang, Bandarlampung, Senin.

Dia menyebutkan pembentukan crisis center COVID-19 di maksudkan untuk menjalankan SOP penanganan kapal maupun pasien yang berada di atas kapal yang terpapar COVID-19.

"Sebagai alternatif lokasi penempatan posko crisis center akan ditempatkan di lokasi IPC Panjang," kata dia.

General Manager IPC Panjang, Drajat Sulistyo mengatakan untuk Pelabuhan Panjang, pihaknya telah menyediakan ruang khusus isolasi jika ke depan ada awak kapal yang terpapar COVID-19.

”Untuk itu, kami butuh bantuan pengamanan dari Danlanal maupun Dirpolairud untuk memperketat penjagaan di Pos I Pelabuhan Panjang," katanya.

Dalam  rapat tersebut hadir para pimpinan uunsur maritim se-Propinsi Lampung di antaranya Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Lampung Amrul Adriansyah, Direktur Polairud Polda Lampung, Ivan Setiadi, General Manager IPC Panjang Drajat Sulistyo.

Selain itu, hadir pula jajaran pimpinan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), Badan Usaha Pelabuhan (BUP), Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS), serta pimpinan asosiasi bidang pelayaran.

Pewarta : Damiri
Editor : Agus Wira Sukarta
Copyright © ANTARA 2024