Hewan ternak di Sumba Timur mati kelaparan
Senin, 17 Februari 2020 11:28 WIB
Ternak besar pada salah satu padang di Desa Kabali Dana, sekitar 15 km dari Kota Weetabula, Sumba Barat Daya. (ANTARA/Bernadus Tokan)
Kupang (ANTARA) - Puluhan ternak, terutama kuda, milik peternak di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), dilaporkan mati karena kelaparan.
Bupati Sumba Timur Gideon Mbilijora yang dikonfirmasi Antara dari Kupang melalui telepon genggam, Senin, mengakui matinya puluhan ekor ternak milik petani di daerah itu karena ketiadaan pakan.
"Benar, tetapi jumlahnya tidak sampai 100 ekor. Angka persisnya masih dalam proses pendataan berdasarkan bangkai ternak dan laporan petani," kata Gideon Mbilijora.
Menurut dia, Sumba Timur sebagai salah satu lumbung ternak besar di NTT, kewalahan memenuhi pakan ternak pada tahun ini menyusul musim hujan yang tidak menentu.
Rumput-rumput di padang pengembalaan kering kerontang karena curah hujan pada musim hujan 2019-2020 ini sangat minim.
Menurut dia, untuk sapi dan kerbau, masih bisa bertahan karena bisa mengkonsumsi daun-daun, tetapi kuda hanya mengandalkan rumput sehingga banyak yang mati.
Dia mengatakan daerah yang paling banyak ternak kuda yang mati adalah Hambapraing, sebuah desa di Timur pulau Sumba yang terkenal akan populasi ternak kudanya.
Mengenai upaya penanganan, dia mengatakan pemerintah terus mendorong petani untuk fermentasi pakan maupun menanam pakan hijau.
Upaya ini, lanjut dia, perlu dilakukan agar pakan tetapi tersedia, terutama pada musim kemarau.
Bupati Sumba Timur Gideon Mbilijora yang dikonfirmasi Antara dari Kupang melalui telepon genggam, Senin, mengakui matinya puluhan ekor ternak milik petani di daerah itu karena ketiadaan pakan.
"Benar, tetapi jumlahnya tidak sampai 100 ekor. Angka persisnya masih dalam proses pendataan berdasarkan bangkai ternak dan laporan petani," kata Gideon Mbilijora.
Menurut dia, Sumba Timur sebagai salah satu lumbung ternak besar di NTT, kewalahan memenuhi pakan ternak pada tahun ini menyusul musim hujan yang tidak menentu.
Rumput-rumput di padang pengembalaan kering kerontang karena curah hujan pada musim hujan 2019-2020 ini sangat minim.
Menurut dia, untuk sapi dan kerbau, masih bisa bertahan karena bisa mengkonsumsi daun-daun, tetapi kuda hanya mengandalkan rumput sehingga banyak yang mati.
Dia mengatakan daerah yang paling banyak ternak kuda yang mati adalah Hambapraing, sebuah desa di Timur pulau Sumba yang terkenal akan populasi ternak kudanya.
Mengenai upaya penanganan, dia mengatakan pemerintah terus mendorong petani untuk fermentasi pakan maupun menanam pakan hijau.
Upaya ini, lanjut dia, perlu dilakukan agar pakan tetapi tersedia, terutama pada musim kemarau.
Pewarta : Bernadus Tokan
Editor : Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Seratusan ikan keramat di Cigugur mati, Pemkab Kuningan selidiki penyebabnya
02 February 2026 16:07 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Wamen Koperasi dorong koperasi di Lampung Timur kelola komoditas unggulan daerah
05 May 2026 7:18 WIB
Pemkot Jakarta Utara tangkap 493 kg ikan sapu-sapu guna Jaga ekosistem perairan
29 April 2026 8:59 WIB