Wagub minta Dinas Pariwisata garap pasar turis asing selain China
Kamis, 13 Februari 2020 7:31 WIB
Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw.(Antara)(1)
Manado (ANTARA) - Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Steven Kandouw berharap Dinas Pariwisata setempat menggarap pasar wisatawan turis asing selain China.
"Tak kalah pentingnya yaitu repositioning pasar wisata turis asing yang saat ini terus dilakukan pak Gubernur, itu harus didukung tim Dispar, yakni menggarap sejumlah destinasi negara selain China," sebut Wagub di Manado, Rabu.
Wagub mencontohkan pasar potensial lainnya yang bisa mendatangkan wisatawan seperti Australia, Jepang, Korea disamping pasar Eropa dan Amerika.
Wagub Steven mengatakan, dirinya ditugaskan Gubernur Olly Dondokambey mengarahkan para pejabat terkait bidang pariwisata semakin fokus melaksanakan program yang outputnya adalah penguatan "branding" Sulut sebagai destinasi wisata mengesankan dan aman.
Harapannya, semakin banyak wisatawan yang datang ke provinsi berpenduduk lebih dari 2,6 juta jiwa itu.
Wagub mengatakan, optimalisasi sektor pariwisata daerah dapat dilakukan melalui penguatan pasar domestik yang harus disinergikan dengan pengelolaan destinasi wisata di kabupaten dan kota.
Alasannya, turis domestik suka menjelajah banyak obyek wisata di kabupaten dan kota sehingga harus dibarengi dengan semakin banyaknya atraksi di setiap destinasi.
Baca juga: Penggerak ekonomi daerah, Gubernur Sulut bidik 200.000 wisatawan mancanegara
Wagub mencontohkan destinasi wisata Modoinding (Kabupaten Minahasa Selatan) dan Danau Mooat (Kabupaten Bolaang Mongondow).
“Ini dua destinasi bagus tapi belum diperhatikan. Nah ayo kelola destinasi ini dan ajak asosiasi industri wisata ikut jualan paket di sana,” ucap Kandouw.
Selain itu, politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu berharap dinas pariwisata serius dan fokus menata obyek wisata milik Pemprov seperti Gunung Tumpa (Tongkeina, Kota Manado), Bukit Kasih Kawangkoan, Fesbudaton di Paleloan Tondano dan Sumari Endo di Remboken masing-masing di Kabupaten Minahasa.
Penguatan lainnya adalah pengelolaan destinasi yang melibatkan asosiasi industri wisata di Sulut.
“Mereka menjual paket wisata di destinasi yang ada. Ketika turis tiba dengan sendirinya pasar wisata sudah tercipta dan manfaatnya akan dirasakan masyarakat lokal. Tapi target turis domestik dengan aneka paket wisata yang disiapkan harus yang anti mainstream. Artinya paket wisata yang tidak standar namun membidik komunitas tertentu, yang potensial dalam spending money,” ungkap Kandouw.
Baca juga: Penguasaan bahasa Mandarin sangat dibutuhkan kembangkan wisata Sulut
"Tak kalah pentingnya yaitu repositioning pasar wisata turis asing yang saat ini terus dilakukan pak Gubernur, itu harus didukung tim Dispar, yakni menggarap sejumlah destinasi negara selain China," sebut Wagub di Manado, Rabu.
Wagub mencontohkan pasar potensial lainnya yang bisa mendatangkan wisatawan seperti Australia, Jepang, Korea disamping pasar Eropa dan Amerika.
Wagub Steven mengatakan, dirinya ditugaskan Gubernur Olly Dondokambey mengarahkan para pejabat terkait bidang pariwisata semakin fokus melaksanakan program yang outputnya adalah penguatan "branding" Sulut sebagai destinasi wisata mengesankan dan aman.
Harapannya, semakin banyak wisatawan yang datang ke provinsi berpenduduk lebih dari 2,6 juta jiwa itu.
Wagub mengatakan, optimalisasi sektor pariwisata daerah dapat dilakukan melalui penguatan pasar domestik yang harus disinergikan dengan pengelolaan destinasi wisata di kabupaten dan kota.
Alasannya, turis domestik suka menjelajah banyak obyek wisata di kabupaten dan kota sehingga harus dibarengi dengan semakin banyaknya atraksi di setiap destinasi.
Baca juga: Penggerak ekonomi daerah, Gubernur Sulut bidik 200.000 wisatawan mancanegara
Wagub mencontohkan destinasi wisata Modoinding (Kabupaten Minahasa Selatan) dan Danau Mooat (Kabupaten Bolaang Mongondow).
“Ini dua destinasi bagus tapi belum diperhatikan. Nah ayo kelola destinasi ini dan ajak asosiasi industri wisata ikut jualan paket di sana,” ucap Kandouw.
Selain itu, politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu berharap dinas pariwisata serius dan fokus menata obyek wisata milik Pemprov seperti Gunung Tumpa (Tongkeina, Kota Manado), Bukit Kasih Kawangkoan, Fesbudaton di Paleloan Tondano dan Sumari Endo di Remboken masing-masing di Kabupaten Minahasa.
Penguatan lainnya adalah pengelolaan destinasi yang melibatkan asosiasi industri wisata di Sulut.
“Mereka menjual paket wisata di destinasi yang ada. Ketika turis tiba dengan sendirinya pasar wisata sudah tercipta dan manfaatnya akan dirasakan masyarakat lokal. Tapi target turis domestik dengan aneka paket wisata yang disiapkan harus yang anti mainstream. Artinya paket wisata yang tidak standar namun membidik komunitas tertentu, yang potensial dalam spending money,” ungkap Kandouw.
Baca juga: Penguasaan bahasa Mandarin sangat dibutuhkan kembangkan wisata Sulut
Pewarta : Karel Alexander Polakitan
Editor : Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Disparekraf perkirakan kunjungan wisatawan ke Lampung pada libur akhir tahun 2,35 juta orang
06 January 2026 14:20 WIB
Pengunjung taman penangkaran rusa Tahura Wan Abdul Rachman naik jadi 6.500 orang
31 December 2025 21:21 WIB
Taman penangkaran rusa Lampung jadi tujuan wisata edukasi di libur penghujung tahun
31 December 2025 18:54 WIB
Ribuan wisatawan Malaysia gunakan Whoosh untuk wisata di libur Natal-tahun baru
28 December 2025 17:35 WIB
Terpopuler - Wisata
Lihat Juga
Terjebak cuaca buruk, ratusan wisatawan sudah dievakuasi ke kapal Pelni dari Karimunjawa
28 December 2022 11:09 WIB, 2022
Lummay Villa and Resort, destinasi wisata berkonsep Eropa berpadu budaya Bali
27 December 2022 18:20 WIB, 2022
Ancol targetkan 430 ribu pengunjung pada libur Natal dan Tahun Baru 2023
25 December 2022 14:05 WIB, 2022
Menparekraf Sandiaga Uno luncurkan Indeks Pembangunan Kepariwisataan Nasional
17 December 2022 10:46 WIB, 2022