Situasi Natuna kondusif
Senin, 3 Februari 2020 17:33 WIB
Petugas medis memeriksa kesehatan WNI yang dipulangkan dari Wuhan, China, yang baru tiba di Bandara Hang Nadim, Batam. Mereka akan diberangkatkan menuju Natuna memakai pesawat C-130H Hercules TNI AU di Kepulauan Riau, Minggu (2/2/2020). ANTARA FOTO/Kementerian Luar Negeri
Jakarta (ANTARA) - Polri mengklaim situasi di Natuna, Kepulauan Riau, sudah kondusif terkait proses karantina terhadap 238 WNI yang dipulangkan dari China. Sebelumnya warga sempat memprotes karena keberatan wilayahnya dijadikan lokasi karantina antisipasi penyebaran virus corona.
"Situasi saat ini kondusif. Terjadi dialog antara masyarakat dan aparat," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Kepolisian Indonesia, Komisaris Besar Polisi Asep Adisaputra, di Jakarta, Senin.
Proses karantina berjalan dengan baik dan masih berlangsung hingga dua pekan nanti. "Proses karantina berlangsung sampai saat ini. Kita doakan semua kondusif," katanya.
Sebanyak 238 WNI yang dievakuasi dari Wuhan, ibukota Provinsi Hubei, China, ditempatkan di suatu hanggar Pangkalan TNI di Natuna. Mereka menempati 10 tenda yang telah disiapkan, tujuh kamar secara terpisah, laki-laki dan perempuan dipisahkan.
Walau statusnya adalah karantina --yang disebutkan pemerintah sebagai observasi kesehatan-- mereka dapat menghirup udara bebas di luar tenda, dan melaksanakan aktivitas luar ruang terbatas secara jarak secara berkelompok.
Selain itu sebanyak 27 anggota tim penjemput lain di luar tenaga kesehatan yaitu lima anggota tim aju dari Kementerian Luar Negeri dan 15 awak Batik Air ditempatkan terpisah, tidak di dalam satu kompleks hanggar, namun tetap di dalam ring satu wilayah karantina yang aksesnya dibatasi dari lingkungan luar.
Pemerintah sudah menyiapkan agenda kegiatan harian untuk WNI di Natuna mulai dari olahraga, beberapa kegiatan kesenian, dan juga dukungan pelayanan lain selama 14 hari masa observasi.
"Situasi saat ini kondusif. Terjadi dialog antara masyarakat dan aparat," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Kepolisian Indonesia, Komisaris Besar Polisi Asep Adisaputra, di Jakarta, Senin.
Proses karantina berjalan dengan baik dan masih berlangsung hingga dua pekan nanti. "Proses karantina berlangsung sampai saat ini. Kita doakan semua kondusif," katanya.
Sebanyak 238 WNI yang dievakuasi dari Wuhan, ibukota Provinsi Hubei, China, ditempatkan di suatu hanggar Pangkalan TNI di Natuna. Mereka menempati 10 tenda yang telah disiapkan, tujuh kamar secara terpisah, laki-laki dan perempuan dipisahkan.
Walau statusnya adalah karantina --yang disebutkan pemerintah sebagai observasi kesehatan-- mereka dapat menghirup udara bebas di luar tenda, dan melaksanakan aktivitas luar ruang terbatas secara jarak secara berkelompok.
Selain itu sebanyak 27 anggota tim penjemput lain di luar tenaga kesehatan yaitu lima anggota tim aju dari Kementerian Luar Negeri dan 15 awak Batik Air ditempatkan terpisah, tidak di dalam satu kompleks hanggar, namun tetap di dalam ring satu wilayah karantina yang aksesnya dibatasi dari lingkungan luar.
Pemerintah sudah menyiapkan agenda kegiatan harian untuk WNI di Natuna mulai dari olahraga, beberapa kegiatan kesenian, dan juga dukungan pelayanan lain selama 14 hari masa observasi.
Pewarta : Anita Dewi
Editor : Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bakamla pastikan tak ada kapal penjaga pantai China berada di Natuna Utara
18 November 2024 15:46 WIB, 2024
Panglima TNI buka latihan militer ASEAN pertama ASEX-01 Natuna, Kepri
19 September 2023 12:42 WIB, 2023
Kominfotik sebut 12 orang korban tanah longsor di Natuna terindentifikasi
08 March 2023 5:30 WIB, 2023
Satu kampung tertimbun longsor di Natuna akibat hujan turun tanpa henti
06 March 2023 16:33 WIB, 2023
Pemerhati minta telur penyu tak dijadikan hidangan pada acara resmi
19 November 2022 16:11 WIB, 2022
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Delegasi kemanusiaan dompet Dhuafa ditahan Israel, GPCI serukan pembebasan aktivis
20 May 2026 9:30 WIB