Wisata konservasi gajah Way Kambas makin berkembang
Kamis, 23 Januari 2020 14:30 WIB
Kandang badak sumatera / Suaka Rhino Sumatera Taman Nasional Way Kambas di Kabupaten Lampung Timur/foto Antaralampung/Muklasin
Bandarlampung (ANTARA) - Dinas Pariwisata Provinsi Lampung mulai mengembangkan wisata konservasi gajah di Taman Nasional Way Kambas, untuk mengedukasi masyarakat mengenai konservasi gajah dan habitnya.
"Gajah masih menjadi daya tarik wisata bagi wisatawan domestik ataupun mancanegara, sehingga tahun ini kami akan mencoba mengembangkan Way Kambas menjadi wisata konservasi gajah, agar Way Kambas tidak hanya dikenal sebagai sekolah gajah yang menyuguhkan atraksi gajah," ujar Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Lampung, Edarwan.
Menurutnya, dengan mengembangkan wisata konservasi dapat mengedukasi masyarakat sekitar dan juga wisatawan untuk mencintai gajah sebagai hewan di lindungi .
"Selama ini Way Kambas dikenal sebagai sekolah gajah, dimana gajah dididik dari liar menjadi jinak, dan kini kita merubah pola menjadi wisata konservasi agar wisatawan dapat berinteraksi dan mengenal habitat gajah lebih dekat, sebab banyak masyarakat yang belum memahami mengenai konservasi gajah," ujarnya.
Baca juga: Festival Way Kambas 2019 resmi dibuka
Ia menjelaskan, kegiatan wisata konservasi dilakukan dengan cara mengajak wisatawan untuk menjalani kehidupan layaknya warga lokal di sejumlah desa wisata binaan yang hidup berdampingan bersama gajah.
"Jadi yang kita tawarkan adalah sensasi tinggal bersama gajah di desa masyarakat lokal serta merawat gajah, sekaligus kita juga mengedukasi masyarakat untuk menganggap gajah sebagai teman bukan musuh sehingga mengurangi konflik antara gajah dengan masyarakat," ujarnya.
Menurut Edarwan, pengembangan wisata konservasi selain melestarikan gajah, dan mengedukasi wisatawan juga dapat menjadi salah satu sumber pendapatan bagi warga yang ada di desa wisata.
"Melalui wisata ini selain habitat gajah terjaga masyarakat dapat terbantu perekonomiannya dengan menjual cenderamata, serta wisatawan dapat mengenal budaya serta adat istiadat masyarakat setempat," katanya.
Baca juga: Aksi tolak eksploitasi gajah Way Kambas Lampung
"Gajah masih menjadi daya tarik wisata bagi wisatawan domestik ataupun mancanegara, sehingga tahun ini kami akan mencoba mengembangkan Way Kambas menjadi wisata konservasi gajah, agar Way Kambas tidak hanya dikenal sebagai sekolah gajah yang menyuguhkan atraksi gajah," ujar Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Lampung, Edarwan.
Menurutnya, dengan mengembangkan wisata konservasi dapat mengedukasi masyarakat sekitar dan juga wisatawan untuk mencintai gajah sebagai hewan di lindungi .
"Selama ini Way Kambas dikenal sebagai sekolah gajah, dimana gajah dididik dari liar menjadi jinak, dan kini kita merubah pola menjadi wisata konservasi agar wisatawan dapat berinteraksi dan mengenal habitat gajah lebih dekat, sebab banyak masyarakat yang belum memahami mengenai konservasi gajah," ujarnya.
Baca juga: Festival Way Kambas 2019 resmi dibuka
Ia menjelaskan, kegiatan wisata konservasi dilakukan dengan cara mengajak wisatawan untuk menjalani kehidupan layaknya warga lokal di sejumlah desa wisata binaan yang hidup berdampingan bersama gajah.
"Jadi yang kita tawarkan adalah sensasi tinggal bersama gajah di desa masyarakat lokal serta merawat gajah, sekaligus kita juga mengedukasi masyarakat untuk menganggap gajah sebagai teman bukan musuh sehingga mengurangi konflik antara gajah dengan masyarakat," ujarnya.
Menurut Edarwan, pengembangan wisata konservasi selain melestarikan gajah, dan mengedukasi wisatawan juga dapat menjadi salah satu sumber pendapatan bagi warga yang ada di desa wisata.
"Melalui wisata ini selain habitat gajah terjaga masyarakat dapat terbantu perekonomiannya dengan menjual cenderamata, serta wisatawan dapat mengenal budaya serta adat istiadat masyarakat setempat," katanya.
Baca juga: Aksi tolak eksploitasi gajah Way Kambas Lampung
Pewarta : Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor : Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Wisata
Lihat Juga
Terjebak cuaca buruk, ratusan wisatawan sudah dievakuasi ke kapal Pelni dari Karimunjawa
28 December 2022 11:09 WIB, 2022
Lummay Villa and Resort, destinasi wisata berkonsep Eropa berpadu budaya Bali
27 December 2022 18:20 WIB, 2022
Ancol targetkan 430 ribu pengunjung pada libur Natal dan Tahun Baru 2023
25 December 2022 14:05 WIB, 2022
Menparekraf Sandiaga Uno luncurkan Indeks Pembangunan Kepariwisataan Nasional
17 December 2022 10:46 WIB, 2022