IDFC tawarkan investasi 10 miliar dolar kepada Indonesia
Sabtu, 11 Januari 2020 8:46 WIB
Menko bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan (kiri) dan CEO IDFC Adam S Boehler (kanan) di depan Kantor Presiden, Jakarta pada Jumat (10/1/2020). ANTARA/Bayu Prasetyo.
Jakarta (ANTARA) - International Development Finance Corporation (IDFC) menawarkan dana investasi senilai 10 miliar dolar AS kepada Indonesia untuk pembangunan.
"Dalam diskusi saya bersama Presiden jelas bahwa Indonesia membutuhkan investasi untuk pembangunan. Amerika Serikat siap untuk mendukung Indonesia melalui komitmen modal swasta senilai miliaran dolar," kata CEO IDFC Adam S Boehler di Kantor Presiden, Jakarta pada Jumat, usai bertemu Presiden Joko Widodo.
Menurut Adam, tujuan utama lembaganya ingin meningkatkan hak-hak hidup masyarakat serta Produk Domestik Bruto (PDB) di negara-negara berkembang, seperti Indonesia.
Dia menjelaskan IDFC dapat memberikan dukungan investasi kepada Indonesia di berbagai sektor seperti infrastruktur yang berkualitas tinggi dan berkelanjutan, serta infrastruktur di bidang energi maupun kesehatan.
Selain itu, IDFC juga berminat gabung dalam "sovereign wealth fund" yang sedang dibangun bersama Uni Emirat Arab.
IDFC buka kantor perwakilan
Menko bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan IDFC akan segera membuka kantor perwakilan di Indonesia.
"Sudah ada beberapa proyek yang akan segera dilihat dan didiskusikan detil, seperti 'toll road' di Jawa, dikombinasikan dengan 'toll road' di Sumatera, dan juga sektor 'tourism', juga mungkin investasi ikan di Natuna, juga mungkin 'hydro power' di Kalimantan Utara. Jadi banyak sekali sekarang yang kita mau diskusikan," ujar Luhut.
Menurut Luhut, angka investasi dari IDFC dapat berkembang melebihi 10 miliar dolar AS, tergantung kepada proyek-proyek yang mereka lirik.
"Dalam diskusi saya bersama Presiden jelas bahwa Indonesia membutuhkan investasi untuk pembangunan. Amerika Serikat siap untuk mendukung Indonesia melalui komitmen modal swasta senilai miliaran dolar," kata CEO IDFC Adam S Boehler di Kantor Presiden, Jakarta pada Jumat, usai bertemu Presiden Joko Widodo.
Menurut Adam, tujuan utama lembaganya ingin meningkatkan hak-hak hidup masyarakat serta Produk Domestik Bruto (PDB) di negara-negara berkembang, seperti Indonesia.
Dia menjelaskan IDFC dapat memberikan dukungan investasi kepada Indonesia di berbagai sektor seperti infrastruktur yang berkualitas tinggi dan berkelanjutan, serta infrastruktur di bidang energi maupun kesehatan.
Selain itu, IDFC juga berminat gabung dalam "sovereign wealth fund" yang sedang dibangun bersama Uni Emirat Arab.
IDFC buka kantor perwakilan
Menko bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan IDFC akan segera membuka kantor perwakilan di Indonesia.
"Sudah ada beberapa proyek yang akan segera dilihat dan didiskusikan detil, seperti 'toll road' di Jawa, dikombinasikan dengan 'toll road' di Sumatera, dan juga sektor 'tourism', juga mungkin investasi ikan di Natuna, juga mungkin 'hydro power' di Kalimantan Utara. Jadi banyak sekali sekarang yang kita mau diskusikan," ujar Luhut.
Menurut Luhut, angka investasi dari IDFC dapat berkembang melebihi 10 miliar dolar AS, tergantung kepada proyek-proyek yang mereka lirik.
Pewarta : Bayu Prasetyo
Editor : Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Timnas putri targetkan raih kemenangan di setiap laga Kejuaraan ASEAN Putri 2025
05 August 2025 19:43 WIB
Terpopuler - Investasi
Lihat Juga
THR untuk pekerja, ASN dan TNI/Polri dibayarkan tujuh hari sebelum Lebaran
19 April 2021 17:44 WIB, 2021
Jalan tol Jakarta-Cikampek II Elevated diubah jadi Tol Sheikh Mohamed bin Zayed, DPR berikan sorotan tajam
18 April 2021 9:13 WIB, 2021
Hutama Karya sebut Tol Trans Sumatera bisa tekan biaya logistik 24 persen
16 April 2021 20:07 WIB, 2021
Produsen bulu mata dan rambut palsu asal Semarang mampu tembus pasar Bulgaria
16 April 2021 10:45 WIB, 2021
Bersandar di Tanggamus, tanker raksasa pengangkut minyak Pertamina tiba di Indonesia
15 April 2021 20:17 WIB, 2021