Menko Airlangga nilai program "Quick Wins" kuatkan pondasi ekonomi RI
Jumat, 29 November 2019 4:35 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara CEO Forum di Ritz Charlton, Jakarta, Kamis (28/11/2019). (ANTARA/AstridFaidlatulHabibah)
Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan bahwa program prioritas pemerintah yang disebut Quick Wins dinilai akan mampu memperkuat pondasi perekonomian Indonesia ke depan.
“Di Kemenko Perekonomian kami punya program prioritas yang kita sebut Quick Wins,” katanya dalam acara CEO Forum di Ritz Charlton, Jakarta, Kamis.
Airlangga menuturkan Quick Wins tersebut termasuk dalam program prioritas berjangka pendek yang berjumlah 18 untuk mengantisipasi peluang dan tantangan dalam menghadapi era digitalisasi.
Ia menjelaskan 18 program prioritas itu meliputi perubahan kebijakan KUR, percepatan dan perluasan digitalisasi transaksi daerah, pengembangan hortikultura berorientasi ekspor, kemitraan pertanian berbasis teknologi, pengembangan asuransi pertanian, dan sinergi BUMN dalam pelaksanaan Mandatori B30.
Selanjutnya, restrukturisasi TPI/TPPI untuk pengembangan usaha petrokimia, percepatan pengembangan usaha gasifikasi batubara, pengembangan usaha dan riset energi hijau serta katalis, penerapan kartu prakerja, perbaikan ekosistem ketenagakerjaan, dan sertifikasi halal untuk UMK.
Lalu ada program pengembangan litbang industri farmasi, Omnibus Law cipta lapangan kerja, percepatan pelaksanaan pengadaan tanah, serta percepatan penetapan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR).
Berikutnya, program pengembangan kawasan Batam, Bintan, Karimun, dan Tanjung Pinang serta percepatan penyelesaian perundingan perdagangan.
Airlangga mengatakan RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja bertujuan untuk menciptakan ekosistem investasi serta kemudahan dan perlindungan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dengan 11 klaster yang akan diselesaikan.
Sementara mengenai digitalisasi, Airlangga menuturkan bahwa ekonomi digital menjadi kunci peradaban revolusi industri 4.0 yang akan mendisrupsi banyak aktivitas ekonomi dalam proses bisnis industri.
“Industri digital harus mampu mendorong UMKM seperti Gojek dan Bukalapak misalnya, sudah bisa berkontribusi mendorong industri UMKM,” katanya.
Menurut dia, Indonesia pun sudah mempunyai konsep Making Indonesia 4.0 dengan lima sektor utama antara lain makanan, minuman, tekstil dan busana, otomotif, kimia, serta elektronik.
“Di Kemenko Perekonomian kami punya program prioritas yang kita sebut Quick Wins,” katanya dalam acara CEO Forum di Ritz Charlton, Jakarta, Kamis.
Airlangga menuturkan Quick Wins tersebut termasuk dalam program prioritas berjangka pendek yang berjumlah 18 untuk mengantisipasi peluang dan tantangan dalam menghadapi era digitalisasi.
Ia menjelaskan 18 program prioritas itu meliputi perubahan kebijakan KUR, percepatan dan perluasan digitalisasi transaksi daerah, pengembangan hortikultura berorientasi ekspor, kemitraan pertanian berbasis teknologi, pengembangan asuransi pertanian, dan sinergi BUMN dalam pelaksanaan Mandatori B30.
Selanjutnya, restrukturisasi TPI/TPPI untuk pengembangan usaha petrokimia, percepatan pengembangan usaha gasifikasi batubara, pengembangan usaha dan riset energi hijau serta katalis, penerapan kartu prakerja, perbaikan ekosistem ketenagakerjaan, dan sertifikasi halal untuk UMK.
Lalu ada program pengembangan litbang industri farmasi, Omnibus Law cipta lapangan kerja, percepatan pelaksanaan pengadaan tanah, serta percepatan penetapan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR).
Berikutnya, program pengembangan kawasan Batam, Bintan, Karimun, dan Tanjung Pinang serta percepatan penyelesaian perundingan perdagangan.
Airlangga mengatakan RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja bertujuan untuk menciptakan ekosistem investasi serta kemudahan dan perlindungan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dengan 11 klaster yang akan diselesaikan.
Sementara mengenai digitalisasi, Airlangga menuturkan bahwa ekonomi digital menjadi kunci peradaban revolusi industri 4.0 yang akan mendisrupsi banyak aktivitas ekonomi dalam proses bisnis industri.
“Industri digital harus mampu mendorong UMKM seperti Gojek dan Bukalapak misalnya, sudah bisa berkontribusi mendorong industri UMKM,” katanya.
Menurut dia, Indonesia pun sudah mempunyai konsep Making Indonesia 4.0 dengan lima sektor utama antara lain makanan, minuman, tekstil dan busana, otomotif, kimia, serta elektronik.
Pewarta : Astrid Faidlatul Habibah
Editor : Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemerintah yakini "free float" 15 persen pulihkan kepercayaan pelaku pasar
30 January 2026 14:56 WIB
Menko Perekonomian usul pemberian insentif fiskal bagi Pemda yang mampu jaga inflasi
29 November 2025 10:48 WIB
Terpopuler - Investasi
Lihat Juga
THR untuk pekerja, ASN dan TNI/Polri dibayarkan tujuh hari sebelum Lebaran
19 April 2021 17:44 WIB, 2021
Jalan tol Jakarta-Cikampek II Elevated diubah jadi Tol Sheikh Mohamed bin Zayed, DPR berikan sorotan tajam
18 April 2021 9:13 WIB, 2021
Hutama Karya sebut Tol Trans Sumatera bisa tekan biaya logistik 24 persen
16 April 2021 20:07 WIB, 2021
Produsen bulu mata dan rambut palsu asal Semarang mampu tembus pasar Bulgaria
16 April 2021 10:45 WIB, 2021
Bersandar di Tanggamus, tanker raksasa pengangkut minyak Pertamina tiba di Indonesia
15 April 2021 20:17 WIB, 2021