Huawei umumkan pendapatan Q3 2019 naik 24 persen
Jumat, 18 Oktober 2019 7:12 WIB
Ilustrasi logo Huawei (ANTARA News/HO)
Jakarta (ANTARA) - Huawei Global mengumumkan pendapatan bisnis di kuartal ketiga 2019 mencapai total pendapatan 610,8 miliar yuan atau senilai lebih dari Rp1,220 triliun, meningkat 24,4 persen tahun ke tahun (yoy).
Dalam keterangan tertulisnya, Huawei mengatakan mempertahankan fokus bisnis pada infrastruktur Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) dan perangkat pintar untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas operasi.
Baca juga: Huawei gandeng China Mobile menjajaki beli raksasa telekomunikasi Oi
Hal tersebut, menurut Huawei, berkontribusi pada peningkatan stabilitas operasional dan organisasi, serta memperkuat kinerja perusahaan di tiga kuartal pertama tahun 2019.
Dalam bisnis operator, Huawei meluncurkan solusi inovatif dengan operator dan juga telah bekerja dengan beberapa mitra industri untuk membangun aliansi industri.
Hingga saat ini, Huawei telah menandatangani lebih dari 60 kontrak komersial untuk teknologi 5G berkolaborasi dengan operator global terkemuka dan mengirimkan lebih dari 400.000 unit antena aktif Massive MIMO (AAU) 5G ke pasar global.
Pada akhir kuartal ketiga tahun 2019, Huawei telah bekerjasama dengan lebih dari 700 kota, 228 Fortune Global dengan 500 perusahaan dan 58 Fortune Global dengan 100 perusahaan, untuk melakukan transformasi digital.
Baca juga: Huawei kucurkan Rp300 miliar untuk ekosistem data
Pada kuartal ketiga, Huawei merilis Atlas 900, cluster pelatihan AI. Huawei juga mengumumkan layanan Huawei Cloud Ascend AI cluster, 112 layanan baru yang ditenagai oleh prosesor Kunpeng dan Ascend, dan Industrial Intelligent Twins.
Huawei Cloud telah digunakan sebanyak tiga juta pengguna dan pengembang perusahaan untuk mengembangkan produk dan solusi mereka.
Dalam bisnis konsumen, pengiriman smartphone Huawei dalam tiga kuartal pertama tahun 2019 melebihi 185 juta unit, meningkat 26 persen dari tahun sebelumnya.
Huawei juga melihat pertumbuhan pesat dalam bisnis baru lainnya seperti PC, tablet, produk yang dapat dikenakan dan produk audio pintar.
Ekosistem Huawei Mobile Services juga berkembang dengan mencakup lebih dari 170 negara dan wilayah, menarik lebih dari 1,07 juta pengembang di seluruh dunia.
Baca juga: Perguruan tinggi Indonesia berharap kerja sama riset Huawei
Dalam keterangan tertulisnya, Huawei mengatakan mempertahankan fokus bisnis pada infrastruktur Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) dan perangkat pintar untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas operasi.
Baca juga: Huawei gandeng China Mobile menjajaki beli raksasa telekomunikasi Oi
Hal tersebut, menurut Huawei, berkontribusi pada peningkatan stabilitas operasional dan organisasi, serta memperkuat kinerja perusahaan di tiga kuartal pertama tahun 2019.
Dalam bisnis operator, Huawei meluncurkan solusi inovatif dengan operator dan juga telah bekerja dengan beberapa mitra industri untuk membangun aliansi industri.
Hingga saat ini, Huawei telah menandatangani lebih dari 60 kontrak komersial untuk teknologi 5G berkolaborasi dengan operator global terkemuka dan mengirimkan lebih dari 400.000 unit antena aktif Massive MIMO (AAU) 5G ke pasar global.
Pada akhir kuartal ketiga tahun 2019, Huawei telah bekerjasama dengan lebih dari 700 kota, 228 Fortune Global dengan 500 perusahaan dan 58 Fortune Global dengan 100 perusahaan, untuk melakukan transformasi digital.
Baca juga: Huawei kucurkan Rp300 miliar untuk ekosistem data
Pada kuartal ketiga, Huawei merilis Atlas 900, cluster pelatihan AI. Huawei juga mengumumkan layanan Huawei Cloud Ascend AI cluster, 112 layanan baru yang ditenagai oleh prosesor Kunpeng dan Ascend, dan Industrial Intelligent Twins.
Huawei Cloud telah digunakan sebanyak tiga juta pengguna dan pengembang perusahaan untuk mengembangkan produk dan solusi mereka.
Dalam bisnis konsumen, pengiriman smartphone Huawei dalam tiga kuartal pertama tahun 2019 melebihi 185 juta unit, meningkat 26 persen dari tahun sebelumnya.
Huawei juga melihat pertumbuhan pesat dalam bisnis baru lainnya seperti PC, tablet, produk yang dapat dikenakan dan produk audio pintar.
Ekosistem Huawei Mobile Services juga berkembang dengan mencakup lebih dari 170 negara dan wilayah, menarik lebih dari 1,07 juta pengembang di seluruh dunia.
Baca juga: Perguruan tinggi Indonesia berharap kerja sama riset Huawei
Pewarta : Arindra Meodia
Editor : Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Home Credit beri limit pembiayaan hingga Rp30 juta untuk pengunjung Jakarta Fair
27 June 2025 21:09 WIB
Psikolog ingatkan orang tua harus batasi gadget pada anak pra sekolah
13 February 2022 21:02 WIB, 2022
Terpopuler - Gadget
Lihat Juga
OPPO A6 Pro bisa dipakai untuk mengisi daya perangkat elektronik seperti powerbank
07 October 2025 19:55 WIB
Samsung debutkan Galaxy Tab S10 Lite secara global, yang diperkaya dengan fitur AI
12 September 2025 12:41 WIB