Kapolda Banten: Penusukan terhadap Wiranto di luar dugaan
Kamis, 10 Oktober 2019 21:11 WIB
Kapolda Banten Irjen Pol. Tomsi Tohir saat memberikan keterangan kepada media terkait dengan peristiwa penyerangan terhadap Menkopolhukam Wiranto di Pandeglang, Kamis (10-10-2019). ANTARA/Mulyana
Pandeglang (ANTARA) - Kapolda Banten Irjen Polisi Tomsi Tohir mengungkapkan penyerangan terhadap Menko Polhukam Wiranto dan Kapolsek Menes Kompol Dariyanto benar-benar di luar dugaan.
"Penyerangan terhadap Bapak Wiranto benar-benar di luar dugaan. Kejadian ini ketika beliau keluar dari mobil mau menyalami masyarakat," kata Kapolda saat menyampaikan keterangan kepada media terkait dengan peristiwa tersebut di Pandeglang, Kamis.
Untuk saat ini, lanjut Kapolda Tomsi, pihak keamanan dari Polda Banten sudah melakukan sterilisasi lokasi tempat kejadian perkara (TKP).
"Peristiwa itu terjadi karena ketulusan hati beliau (Wiranto, red.) turun dari mobilnya untuk menyapa masyarakat," kata Tomsi.
Menyinggung soal keamanan sewaktu peristiwa, menurut Kapolda, untuk keamanan jelasnya, sudah dilakukan dengan baik. Namun, Wiranto dengan niat baik menyapa masyarakat Menes serta anak sekolah yang ingin berfoto sehingga terjadi peristiwa tersebut.
Kapolda menyebutkan kedua pelaku berinisial FA (21) warga Sitanggai, Kecamatan Karangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah dan SA (31) warga asal Desa Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan, Kota Medan, Sumatra Utara.
Pelaku FA dalam aksinya menggunakan gunting, sedangkan SA menggunakan belati.
"Pak Menteri mengalami luka goresan di perut bagian bawah. Saat ini Pak Wiranto mendapat perawatan di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta," kata Kapolda Banten.
"Penyerangan terhadap Bapak Wiranto benar-benar di luar dugaan. Kejadian ini ketika beliau keluar dari mobil mau menyalami masyarakat," kata Kapolda saat menyampaikan keterangan kepada media terkait dengan peristiwa tersebut di Pandeglang, Kamis.
Untuk saat ini, lanjut Kapolda Tomsi, pihak keamanan dari Polda Banten sudah melakukan sterilisasi lokasi tempat kejadian perkara (TKP).
"Peristiwa itu terjadi karena ketulusan hati beliau (Wiranto, red.) turun dari mobilnya untuk menyapa masyarakat," kata Tomsi.
Menyinggung soal keamanan sewaktu peristiwa, menurut Kapolda, untuk keamanan jelasnya, sudah dilakukan dengan baik. Namun, Wiranto dengan niat baik menyapa masyarakat Menes serta anak sekolah yang ingin berfoto sehingga terjadi peristiwa tersebut.
Kapolda menyebutkan kedua pelaku berinisial FA (21) warga Sitanggai, Kecamatan Karangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah dan SA (31) warga asal Desa Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan, Kota Medan, Sumatra Utara.
Pelaku FA dalam aksinya menggunakan gunting, sedangkan SA menggunakan belati.
"Pak Menteri mengalami luka goresan di perut bagian bawah. Saat ini Pak Wiranto mendapat perawatan di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta," kata Kapolda Banten.
Pewarta : Mulyana
Editor : Agus Wira Sukarta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wantimpres nyatakan Pemerintah sudah jawab tuntutan demonstrasi mahasiswa
08 April 2022 19:06 WIB, 2022
Penusuk Wiranto khawatir Densus 88 naik helikopter untuk tangkap dirinya
09 April 2020 20:43 WIB, 2020
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Gubernur DKI Jakarta sampaikan duka cita pada pengendara mobil yang tewas saat macet
23 January 2026 11:36 WIB