Menhan ingatkan bahaya ISIS itu nyata
Kamis, 10 Oktober 2019 18:45 WIB
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu saat memberikan keterangan pers di Rindam XVIII Cenderawasih, Jayapura, Papua, Kamis (10-10-2019). ANTARA/Syaiful Hakim
Jayapura (ANTARA) - Menteri Pertahanan Jenderal TNI Purn Ryamizard Ryacudu mengingatkan kembali tentang bahaya ISIS pascaperistiwa penusukan terhadap Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto oleh orang tak dikenal di Pandeglang, Banten, Kamis siang.
"'Kan sudah saya bilang waktu itu, orang belum ngomong, hati-hati ISIS masuk, saya yang pertama kali bilangkan ISIS pertama masukkan," kata Ryamizard kepada wartawan di Jayapura, Papua, Kamis.
Ryamizard menegaskan bahwa ancaman ISIS itu nyata tetapi terkadang ancaman itu tidak terlalu diindahkan.
"Dari dahulu saya bilang ancaman nyata itu ISIS, bencana alam, sudah 5 tahun lalu. Kadang-kadang kita enggak nyimak," ujarnya.
Ia menyebutkan peristiwa itu tidak akan mengancam pelantikan presiden dan wakil presiden pada tanggal 20 Oktober 2019.
"Enggak, enggak (akan ancam pelantikan)," kata Menhan Ryamizard.
"Ya, lantik saja, memang kenapa? Aman. Hajar saja yang memberikan enggak aman. Itu sudah aturan, kok, segala macam, sudah hukum kita menang. Mau apa lagi? Saya kesal sebetulnya," katanya.
Baca:
Salah satu pelaku penusukan terhadap Wiranto yang bernama Syahril Alamsyah alias Abu Rara diduga terpapar paham radikal.
"Terduga pelaku saat ini sudah diamankan di Polres Pandeglang dan masih diperiksa oleh Polres Pandeglang, Polda Banten dan dibantu Densus 88. Diduga pelaku terpapar radikal ISIS," tutur Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Kamis.
Afiliasi pelaku dengan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) di Indonesia masih didalami.
Polisi telah menangkap dua pelaku penusuk Wiranto, selain Syahril Alamsyah, juga seorang perempuan bernama Fitri Andriana asal Brebes.
"'Kan sudah saya bilang waktu itu, orang belum ngomong, hati-hati ISIS masuk, saya yang pertama kali bilangkan ISIS pertama masukkan," kata Ryamizard kepada wartawan di Jayapura, Papua, Kamis.
Ryamizard menegaskan bahwa ancaman ISIS itu nyata tetapi terkadang ancaman itu tidak terlalu diindahkan.
"Dari dahulu saya bilang ancaman nyata itu ISIS, bencana alam, sudah 5 tahun lalu. Kadang-kadang kita enggak nyimak," ujarnya.
Ia menyebutkan peristiwa itu tidak akan mengancam pelantikan presiden dan wakil presiden pada tanggal 20 Oktober 2019.
"Enggak, enggak (akan ancam pelantikan)," kata Menhan Ryamizard.
"Ya, lantik saja, memang kenapa? Aman. Hajar saja yang memberikan enggak aman. Itu sudah aturan, kok, segala macam, sudah hukum kita menang. Mau apa lagi? Saya kesal sebetulnya," katanya.
Baca:
Salah satu pelaku penusukan terhadap Wiranto yang bernama Syahril Alamsyah alias Abu Rara diduga terpapar paham radikal.
"Terduga pelaku saat ini sudah diamankan di Polres Pandeglang dan masih diperiksa oleh Polres Pandeglang, Polda Banten dan dibantu Densus 88. Diduga pelaku terpapar radikal ISIS," tutur Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Kamis.
Afiliasi pelaku dengan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) di Indonesia masih didalami.
Polisi telah menangkap dua pelaku penusuk Wiranto, selain Syahril Alamsyah, juga seorang perempuan bernama Fitri Andriana asal Brebes.
Pewarta : Syaiful Hakim
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Ryamizard Ryacudu: Negara komunis kita teman, tapi tidak ideologinya
23 November 2019 12:56 WIB, 2019
Ryamizard sebut pemindahan ibu kota negara ke Kaltim melalui kajian strategis
29 August 2019 11:02 WIB, 2019
Kata Menhan meski masa damai persiapan dini sistem pertahanan tetap dibutuhkan
09 July 2019 15:34 WIB, 2019
Ryamizard ajak masyarakat Lampung Jaga keberagaman dalam bingkai persatuan dan kesatuan
30 June 2019 22:29 WIB, 2019
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Dompet Dhuafa Jawa Tengah bersama Dishub Semarang berbagi paket buka puasa dan sembako
08 March 2026 11:26 WIB
Dompet Dhuafa dan ARTOTEL Yogyakarta gelar Ifthar Charity bersama buruh gendong
03 March 2026 11:44 WIB