Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Ajang tahunan Malang Flower Carnival diharapkan mampu mendorong promosi Kota Malang sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Jawa Timur, yang saat ini tengah fokus pada pengembangan wisata budaya atau heritage.

Staf Ahli Menteri Pariwisata Bidang Multikultural Esthy Reko Astuti mengatakan, Malang Flower Carnival merupakan salah satu agenda tahunan Kota Malang yang masuk dalam 100 Calendar of Event Kementerian Pariwisata.

"Tentunya, Malang Flower Carnival ini untuk mempromosikan Kota Malang sebagai destinasi wisata, seperti wisata budaya, alam, dan lainnya," kata Esthy, saat memberikan sambutan pada Malang Flower Carnival 2019, di Kota Malang, Jawa Timur, Minggu.



Esthy menjelaskan, untuk masuk dalam deretan 100 Calendar of Event Kementerian Pariwisata merupakan hal yang tidak mudah. Dikarenakan, ada kurasi dari kalangan profesional, apakah suatu acara tertentu layak untuk dipromosikan.

Suatu acara yang masuk dalam Calendar of Event tersebut harus konsisten dilaksanakan pada setiap tahunnya, karena, Kementerian Pariwisata akan mempromosikan acara-acara tersebut bukan hanya untuk wisatawan dalam negeri, melainkan juga untuk wisatawan mancanegara.

Diharapkan, lanjut Esthy, untuk kedepannya penyelenggaraan Malang Flower Carnival bisa lebih kreatif dibandingkan tahun sebelumnya. Hal tersebut untuk menghindari kejenuhan para wisatawan pada saat mendatangi acara tahunan seperti Malang Flower Carnival.

"Diharapkan, kedepan harus lebih kreatif lagi. Supaya masyarakat atau wisatawan tidak jenuh terhadap suatu kegiatan tahunan," ujar Esthy.

Malang Flower Carnival merupakan parade karnaval yang diikuti oleh ratusan peserta, bukan hanya dari wilayah Kota Malang. Tahun ini, ada kurang lebih sebanyak 260 peserta yang akan menampilkan kostum bertema bunga dengan bahan ramah lingkungan.

Penyelenggaraan Malang Flower Carnival juga diharapkan mampu mendorong perekonomian wilayah Kota Malang. Dengan banyaknya wisatawan yang datang dan menghabiskan waktu di Kota Malang, diharapkan bisa memberikan dampak terhadap perekonomian setempat.
 


Pewarta : Vicki Febrianto
Editor : Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2024