Palu (ANTARA) - Pemerintah Kota Palu akan melanjutkan pengerjaan pembangunan kawasan objek wisata paralayang yang terletak di puncak Dusun Salena, Kelurahan Tipo, Kecamatan Ulijadi tahun 2020.

"Sebenarnya dikerjakan tahun ini. Anggarannya sudah ada, namun karena bencana, anggarannya kita alihkan untuk penanganan pascabencana," kata Wali Kota Palu, Hidayat, di sela-sela peninjauan di lokasi tersebut, Minggu.

Menurutnya pembangunan dan pengembangan objek wisata yang diberi nama Eco Tourism of Salena itu tetap harus dilanjutkan bahkan dikebut mengingat potensi yang dimiliki objek wisata tersebut terhadap pendapatan dan perekonomian daerah terutama masyarakat dinilai cukup tinggi.

Apalagi pasca bencana gempa, tsunami dan likuefaksi di ibu kota provinsi Sulawesi Tengah hampir setahun lalu itu, sejumlah kawasan wisata di kawasan pesisir atau Teluk Palu rusak berat bahkan hancur.

"Apalagi kalau disetujui Kementerian Kehutanan agar bersedia memberikan 300 hektar lahan di sini agar kita kelola dan bangun infrastruktur wisata. Kita sedang upayakan untuk itu. Semoga mereka setujui. Jalan menuju ke sini akan kita aspal semua,"ujarnya.

Saat ini beberapa fasilitas di objek wisata tersebut telah dan tengah dibangun, seperti tempat peristirahatan dan landasan paralayang.

"Di sini akan kita bangun flying fox terpanjang di Indonesia. Panjangnya sekitar dua kilometer. Untuk flying fox saja anggarannya sekitar Rp7,5 miliar. Kita akan bekerjasama dengan tenaga ahli dari Prancis untuk pengerjaannya,"tambahnya.

Anggarannya pun, lanjutnya, telah disiapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Palu 2020.

Ia yakin objek wisata itu akan menarik banyak wisatawan lokal dan mancanegara apalagi atlet paralayang untuk berkunjung , baik sekedar menyalurkan hobi maupun menikmati keindahan alam lima dimensi Kota Palu dari puncak kawasan wisata itu.
 

Pewarta : Muhammad Arshandi
Editor : Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2024