Festival Ramadhan Maparada momentum lahirkan duta wisata halal
Sabtu, 7 September 2019 13:54 WIB
Sejumlah tamu kagumi keindahan alam Maluku Utara (Malut) khususnya Kota Ternate karena menyimpan keragaman adat budaya serta situs peninggalan masa kolonial yang bisa menjadi ikon pariwisata Malut. (Abdul Fatah) (Abdul Fatah/)
Ternate (ANTARA) - Penyelenggaraan Festival Ramadhan Maparada di Ternate, Maluku Utara (Malut) pada 17 Mei-1 Juni 2019 tidak saja menjadi sarana pelestarian budaya Islam, tetapi juga menjadi momentum untuk melahirkan duta wisata halal.
Ketua Umum Panitia Festival Ramadhan Maparada Firman Mudjafar Sjah di Ternate, Kamis, mengatakan pada festival itu akan digelar pemilihan jojaru dan ngongare atau sebutan remaja putri dan putra di Ternate yang pemenangnya akan dinobatkan menjadi duta wisata halal Malut.
Duta wisata halal itu akan membantu mempromosikan potensi wisata di Ternate, termasuk di wilayah kesultanan lainnya di Malut, khususnya yang terkait dengan wisata halal.
Menurut dia, empat kesultanan di Malut yakni Kesultanan Ternate, Kesultanan Tidore, Kesultanan Bacan dan Kesultanan Jailolo pada masa lampau memiliki peran penting dalam pengembangan Islam, tidak saja di wilayah Indonesia Timur tetapi sampai ke Filipina Selatan, Malayasia dan Brunai Darussalam.
Jejak sejarah peran empat kesultanan itu dalam pengembangan Islam masih banyak terdapat di Malut, baik dalam bentuk bangunan, beragam benda, tradisi maupun kuliner yang proses pengolahannya sarat dengan nuansa Islam.
Di Ternate misalnya, menurut Firman Mudjafar Sjah, ada Masjid Kesultanan Ternate, Kedaton Kesultanan Ternate yang menyimpan beragam benda sejarah Islam, seperti mahkota berambut dan al-quran yang dituliskan diatas lembaran tembaga serta berbagai tradisi.
Semua peninggalan sejarah Islam itu akan dipromosikan duta wisata halal yang terpilih pada Festival Ramadhan Maparada dengan harapan akan mendorong wisatawan, khususnya wisatawan muslim untuk berkunjung ke daerah ini.
Ia menambahkan, pada Penyelenggaraan Festival Ramadhan Maparada yang di pusatkan di lapangan Ngara Lamo Ternate akan ditampilkan pula berbagai atraksi budaya dan kesenian bernuansa Islam serta sejumlah lomba seperti dai cilik dan tilawah al-quran.
Selain itu, akan digelar pula tradisi ela-ela atau pembakaran obor yang merupakan tradisi Kesultanan Ternate sejak ratusan tahun silam untuk menyambut malam turunnya lailatul qadar.
Ketua Umum Panitia Festival Ramadhan Maparada Firman Mudjafar Sjah di Ternate, Kamis, mengatakan pada festival itu akan digelar pemilihan jojaru dan ngongare atau sebutan remaja putri dan putra di Ternate yang pemenangnya akan dinobatkan menjadi duta wisata halal Malut.
Duta wisata halal itu akan membantu mempromosikan potensi wisata di Ternate, termasuk di wilayah kesultanan lainnya di Malut, khususnya yang terkait dengan wisata halal.
Menurut dia, empat kesultanan di Malut yakni Kesultanan Ternate, Kesultanan Tidore, Kesultanan Bacan dan Kesultanan Jailolo pada masa lampau memiliki peran penting dalam pengembangan Islam, tidak saja di wilayah Indonesia Timur tetapi sampai ke Filipina Selatan, Malayasia dan Brunai Darussalam.
Jejak sejarah peran empat kesultanan itu dalam pengembangan Islam masih banyak terdapat di Malut, baik dalam bentuk bangunan, beragam benda, tradisi maupun kuliner yang proses pengolahannya sarat dengan nuansa Islam.
Di Ternate misalnya, menurut Firman Mudjafar Sjah, ada Masjid Kesultanan Ternate, Kedaton Kesultanan Ternate yang menyimpan beragam benda sejarah Islam, seperti mahkota berambut dan al-quran yang dituliskan diatas lembaran tembaga serta berbagai tradisi.
Semua peninggalan sejarah Islam itu akan dipromosikan duta wisata halal yang terpilih pada Festival Ramadhan Maparada dengan harapan akan mendorong wisatawan, khususnya wisatawan muslim untuk berkunjung ke daerah ini.
Ia menambahkan, pada Penyelenggaraan Festival Ramadhan Maparada yang di pusatkan di lapangan Ngara Lamo Ternate akan ditampilkan pula berbagai atraksi budaya dan kesenian bernuansa Islam serta sejumlah lomba seperti dai cilik dan tilawah al-quran.
Selain itu, akan digelar pula tradisi ela-ela atau pembakaran obor yang merupakan tradisi Kesultanan Ternate sejak ratusan tahun silam untuk menyambut malam turunnya lailatul qadar.
Pewarta : La Ode Aminuddin
Editor : Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wings Air kembali buka rute Ternate -- Buli guna dorong pertumbuhan ekonomi
19 February 2025 13:55 WIB, 2025
Kapal meledak, Basarnas maksimalkan pencarian korban yang juga jurnalis TV
03 February 2025 13:40 WIB, 2025
Kepala Basarnas perintahkan investigasi meledaknya kapal tewaskan tim SAR Ternate
03 February 2025 12:44 WIB, 2025
Kondisi cuaca jadi penentu pencarian helikopter yang hilang di Halmahera
21 February 2024 7:29 WIB, 2024
Sultan Ternate harap kehadiran Anies Baswedan perkuat pesan perubahan Indonesia
27 January 2024 4:42 WIB, 2024
Terpopuler - Wisata
Lihat Juga
Terjebak cuaca buruk, ratusan wisatawan sudah dievakuasi ke kapal Pelni dari Karimunjawa
28 December 2022 11:09 WIB, 2022
Lummay Villa and Resort, destinasi wisata berkonsep Eropa berpadu budaya Bali
27 December 2022 18:20 WIB, 2022
Ancol targetkan 430 ribu pengunjung pada libur Natal dan Tahun Baru 2023
25 December 2022 14:05 WIB, 2022
Menparekraf Sandiaga Uno luncurkan Indeks Pembangunan Kepariwisataan Nasional
17 December 2022 10:46 WIB, 2022