Dirjen Kominfo nyatakan kolaborasi jadi kunci agar 5G tidak seperti 4G
Kamis, 22 Agustus 2019 14:17 WIB
Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Ismail dalam sambutan dalam "Seminar on Telecommunication in Indonesia on Welcoming 5G Roadmap Benefit and Challenge", di Jakarta, Kamis (22/8/2019). (ANTARA News/Nanien Yuniar)
Jakarta (ANTARA) - Kolaborasi dari berbagai pihak dibutuhkan agar penerapan jaringan telekomunikasi generasi kelima (5G) tidak terasa seperti jaringan generasi keempat (4G), demikian disampaikan Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Ismail.
Ismail, saat membuka seminar 5G, di Jakarta, Kamis, mengatakan industri telekomunikasi perlu melakukan transformasi digital secara internal dalam mewujudkan penerapan jaringan 5G dan pemerintah siap mendukung perwujudan itu.
"Harus diselesaikan biar 5G betul-betul rasa 5G, bukan rasa 4G," kata Ismail tentang penerapan transformasi digital yang membutuhkan waktu di Indonesia.
Jaringan seluler 5G, menurut Ismail, mampu memberikan layanan kecepatan unduhan dan unggahan data secara signifikan yang jauh lebih cepat, jangkauan yang lebih luas, dan koneksi yang lebih stabil. Jaringan itu juga penting untuk pengembangan smart city dan perangkat Internet untuk segala (Internet of Things).
Data adalah hal krusial untuk era Internet of Things. Indonesia diharapkan bisa punya akses untuk menganalisis big data demi kepentingan pembangunan.
Jika memiliki akses tersebut, pemerintah, menurut Ismail, bisa menerapkan strategi yang tepat sasaran dan berdampak positif pada perekonomian jika memiliki akses terhadap big data itu.
Pendapat senada disampaikan Direktur Qualcomm Indonesia Shannedy Ong yang mengatakan data akan lebih bernilai dibandingkan komoditas ekonomi lain.
"Ke depan, data akan lebih berharga dibandingkan, misalnya minyak. Dan itu penting dalam kecerdasan buatan (artificial intelligence)," kata Ong.
Ong menambahkan peningkatan jumlah operator dan mitra perangkat orisinal (OEM) Qualcomm untuk produk pendukung jaringan 5G berlipat-lipat dibandingkan peluncuran 4G pada tahun-tahun sebelumnya.
"Komparasi 5G dan 4G kira-kira sepuluh kali lipat dari jumlah operator dan OEM. Jaringan 5G akan bawa perubahan signifikan dari sisi ekosistem partner, pemain industri, dan pemain di dunia global telekomunikasi," ujar Ong.
Ismail, saat membuka seminar 5G, di Jakarta, Kamis, mengatakan industri telekomunikasi perlu melakukan transformasi digital secara internal dalam mewujudkan penerapan jaringan 5G dan pemerintah siap mendukung perwujudan itu.
"Harus diselesaikan biar 5G betul-betul rasa 5G, bukan rasa 4G," kata Ismail tentang penerapan transformasi digital yang membutuhkan waktu di Indonesia.
Jaringan seluler 5G, menurut Ismail, mampu memberikan layanan kecepatan unduhan dan unggahan data secara signifikan yang jauh lebih cepat, jangkauan yang lebih luas, dan koneksi yang lebih stabil. Jaringan itu juga penting untuk pengembangan smart city dan perangkat Internet untuk segala (Internet of Things).
Data adalah hal krusial untuk era Internet of Things. Indonesia diharapkan bisa punya akses untuk menganalisis big data demi kepentingan pembangunan.
Jika memiliki akses tersebut, pemerintah, menurut Ismail, bisa menerapkan strategi yang tepat sasaran dan berdampak positif pada perekonomian jika memiliki akses terhadap big data itu.
Pendapat senada disampaikan Direktur Qualcomm Indonesia Shannedy Ong yang mengatakan data akan lebih bernilai dibandingkan komoditas ekonomi lain.
"Ke depan, data akan lebih berharga dibandingkan, misalnya minyak. Dan itu penting dalam kecerdasan buatan (artificial intelligence)," kata Ong.
Ong menambahkan peningkatan jumlah operator dan mitra perangkat orisinal (OEM) Qualcomm untuk produk pendukung jaringan 5G berlipat-lipat dibandingkan peluncuran 4G pada tahun-tahun sebelumnya.
"Komparasi 5G dan 4G kira-kira sepuluh kali lipat dari jumlah operator dan OEM. Jaringan 5G akan bawa perubahan signifikan dari sisi ekosistem partner, pemain industri, dan pemain di dunia global telekomunikasi," ujar Ong.
Pewarta : Nanien Yuniar
Editor : Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Telkomsel siapkan jaringan Hyper 5G dukung balapan MotoGP Mandalika
27 September 2024 22:45 WIB, 2024
Telkomsel hadirkan konektivitas 5G andal sukseskan HLF-MSP dan IAF di Bali
05 September 2024 10:37 WIB, 2024
Telkomsel dukung pemanfaatan teknologi kesehatan telerobotik dengan akses 5G
30 August 2024 19:45 WIB, 2024
Terpopuler - Investasi
Lihat Juga
THR untuk pekerja, ASN dan TNI/Polri dibayarkan tujuh hari sebelum Lebaran
19 April 2021 17:44 WIB, 2021
Jalan tol Jakarta-Cikampek II Elevated diubah jadi Tol Sheikh Mohamed bin Zayed, DPR berikan sorotan tajam
18 April 2021 9:13 WIB, 2021
Hutama Karya sebut Tol Trans Sumatera bisa tekan biaya logistik 24 persen
16 April 2021 20:07 WIB, 2021
Produsen bulu mata dan rambut palsu asal Semarang mampu tembus pasar Bulgaria
16 April 2021 10:45 WIB, 2021
Bersandar di Tanggamus, tanker raksasa pengangkut minyak Pertamina tiba di Indonesia
15 April 2021 20:17 WIB, 2021