"The Lion King", kisah kejayaan Raja Rimba
Rabu, 17 Juli 2019 12:44 WIB
Salah satu adegan dalam film "The Lion King" (ANTARA News/Disney)
Jakarta (ANTARA) - Film live-action "The Lion King" tayang perdana mulai hari ini, dan untuk dijadikan bahan pertimbangan sebelum menyaksikannya di bioskop, maka tidak ada salahnya menyimak ulasan berikut ini.
Film yang disutradarai oleh Jon Favreau itu mengangkat kembali salah satu cerita paling ikonik dengan menggunakan teknologi terbaru, salah satunya adalah menggabungkan teknik live-action dengan rekayasa pencitraan komputer (Computer-generated imagery/CGI) fotorealistik.
Ceritanya berkisah tentang Simba yang mengagumi sosok ayahnya, Mufasa, dan siap memenuhi takdinya sebagai pewaris kerajaan. Namun tidak semua orang menyambutnya dengan baik, Scar yang merupakan adik Mufasa sangat membencinya dan memiliki rencana jahat untuk Simba.
Pertarungan di Pride Rock yang dipenuhi dengan pengkhianatan dan tragedi akhirnya membuat Simba diasingkan. Namun dengan bantuan teman barunya, Simba berusaha meniadi sosok yang lebih dewasa dan siap merebut kembali apa yang seharusnya menjadi miliknya.
Secara garis besar dan inti cerita sebenarnya tidak ada yang berubah dengan kisah klasik yang pernah ditawarkan pada tahun 1994.
Favreau hanya mengembangkannya dalam segi dimensi dan emosi sehingga terlihat lebih nyata dibandingkan dengan kartun 2D yang pernah rilis sebelumnya.
Soal jalan cerita juga tidak jauh berbeda dengan aslinya. Untuk sebagian penonton yang sudah menyaksikan "The Lion King" tahun 1994, mungkin hanya akan melihat seperti pengulangan dengan nuansa yang baru.
Tapi berbeda bagi penonton baru, menonton "The Lion King" seperti mendapat sebuah pengalaman baru, seru, mendebarkan dan penuh emosi. Belum lagi melihat Simba kecil yang kecil yang lucu dan menggemaskan.
"The Lion King" menjadi tontonan yang cukup menghibur berkat kehadiran dua sahabat Simba, Pumbaa dan Timon. Tingkah konyol keduanya cukup mengundang gelak tawa.
Penonton juga akan dibawa menyusuri padang rumput Afrika, di mana calon raja rimba dilahirkan dan berpikir bahwa seolah tempat tersebut memang nyata.
Yang paling menarik dan menjadikan film ini lebih hidup sebenarnya terletak pada lagu-lagu yang dinyanyikan dalam film seperti "Circle of Life", "Hakuna Matata" dan "I Just Can't Wait to Be King" yang diaransemen ulang menjadi lebih kekinian.
"The Lion King" juga menampilam jajaran aktor dan aktris populer untuk menghadirkan kembali karakter ikonik, seperti Donald Glover sebagai Simba, Beyonce sebagai Nala dan James Earl Jones yang kembali memerankan Mufasa ayah Simba, Chiwetel Ejiofor sebagai Scar dan Alfre Woodard sebagai Sarabi, ibu Simba.
Buat yang penasaran seperti apa live-action dari "The Lion King", film ini cukup menarik untuk ditonton dan disaksikan bersama keluarga.
Film yang disutradarai oleh Jon Favreau itu mengangkat kembali salah satu cerita paling ikonik dengan menggunakan teknologi terbaru, salah satunya adalah menggabungkan teknik live-action dengan rekayasa pencitraan komputer (Computer-generated imagery/CGI) fotorealistik.
Ceritanya berkisah tentang Simba yang mengagumi sosok ayahnya, Mufasa, dan siap memenuhi takdinya sebagai pewaris kerajaan. Namun tidak semua orang menyambutnya dengan baik, Scar yang merupakan adik Mufasa sangat membencinya dan memiliki rencana jahat untuk Simba.
Pertarungan di Pride Rock yang dipenuhi dengan pengkhianatan dan tragedi akhirnya membuat Simba diasingkan. Namun dengan bantuan teman barunya, Simba berusaha meniadi sosok yang lebih dewasa dan siap merebut kembali apa yang seharusnya menjadi miliknya.
Secara garis besar dan inti cerita sebenarnya tidak ada yang berubah dengan kisah klasik yang pernah ditawarkan pada tahun 1994.
Favreau hanya mengembangkannya dalam segi dimensi dan emosi sehingga terlihat lebih nyata dibandingkan dengan kartun 2D yang pernah rilis sebelumnya.
Soal jalan cerita juga tidak jauh berbeda dengan aslinya. Untuk sebagian penonton yang sudah menyaksikan "The Lion King" tahun 1994, mungkin hanya akan melihat seperti pengulangan dengan nuansa yang baru.
Tapi berbeda bagi penonton baru, menonton "The Lion King" seperti mendapat sebuah pengalaman baru, seru, mendebarkan dan penuh emosi. Belum lagi melihat Simba kecil yang kecil yang lucu dan menggemaskan.
"The Lion King" menjadi tontonan yang cukup menghibur berkat kehadiran dua sahabat Simba, Pumbaa dan Timon. Tingkah konyol keduanya cukup mengundang gelak tawa.
Penonton juga akan dibawa menyusuri padang rumput Afrika, di mana calon raja rimba dilahirkan dan berpikir bahwa seolah tempat tersebut memang nyata.
Yang paling menarik dan menjadikan film ini lebih hidup sebenarnya terletak pada lagu-lagu yang dinyanyikan dalam film seperti "Circle of Life", "Hakuna Matata" dan "I Just Can't Wait to Be King" yang diaransemen ulang menjadi lebih kekinian.
"The Lion King" juga menampilam jajaran aktor dan aktris populer untuk menghadirkan kembali karakter ikonik, seperti Donald Glover sebagai Simba, Beyonce sebagai Nala dan James Earl Jones yang kembali memerankan Mufasa ayah Simba, Chiwetel Ejiofor sebagai Scar dan Alfre Woodard sebagai Sarabi, ibu Simba.
Buat yang penasaran seperti apa live-action dari "The Lion King", film ini cukup menarik untuk ditonton dan disaksikan bersama keluarga.
Pewarta : Maria Cicilia
Editor : Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bareskrim: Dua karyawan Lion Air enam kali loloskan narkoba dari Kualanamu ke Soekarno Hatta
18 April 2024 17:26 WIB, 2024
Lions Club Indonesia berikan edukasi kejiwaan kepada narapidana perempuan
15 September 2023 13:57 WIB, 2023
Terpopuler - Musik dan Film
Lihat Juga
Paul McCartney ungkap rencana pensiun usai The Beatles bubar pada 1970
23 March 2023 22:25 WIB, 2023
Indonesia raih empat penghargaan utama dari Festival Film Pariwisata Jepang
17 March 2023 22:10 WIB, 2023
Konser 30 tahun Dewa 19 bisa disaksikan ulang secara streaming lewat Video Legend TV
10 March 2023 11:31 WIB, 2023
Wajah "Goodfather of Broken Heart" Didi Kempot tampil di Google Doodle
26 February 2023 10:07 WIB, 2023
Debut film "Ant-Man 3" diharapkan bisa tembus Rp3,8 triliun di box office secara global
15 February 2023 9:37 WIB, 2023