Akses media sosial belum stabil hingga Kamis siang
Kamis, 23 Mei 2019 14:38 WIB
ilustrasi penggunaan aplikasi ponsel pintar. (Shutterstock)
Jakarta (ANTARA) - Setelah pemerintah memberlakukan pembatasan akses ke media sosial, pada Rabu (22/5), akses para pengguna Internet melalui jaringan seluler ke sejumlah media jejaring sosial hingga Kamis siang masih terbatas.
Pantauan Antara, laman utama di media sosial Instagram pada pukul 13.00 WIB tidak dapat diperbarui meskipun koneksi Interner lancar. Laman feed Instagram itu hanya menampilkan tulisan, sedangkan konten gambar dan video tidak muncul.
Platform media sosial Facebook juga hanya menampilkan tulisan di laman kabar berita (news feed). Konten video, foto maupun stories tidak muncul.
Sementara, pesan instan WhatsApp relatif lancar untuk mengirim pesan teks. Pesan berupa video dan foto masih sulit dikirim dan diterima pada Kamis siang.
Kondisi itu berbeda dibanding pada Kamis pagi ketika WhatsApp masih dapat digunakan untuk mengirim dan menerima gambar.
Pemerintah membatasi akses ke media sosial dan pesan singkat setelah Aksi 22 Mei yang menimbulkan kericuhan di sejumlah titik di Jakarta dan beberapa daerah lain. Pembatasan akses itu bertujuan mengurangi penyebaran konten hoaks dan ujaran kebencian.
Facebook, selaku perusahaan induk WhatsApp dan Instagram, menyatakan akan bekerja sama dengan pemerintah Indonesia dan akan terus memberikan layanan bagi pengguna mereka.
"Menanggapi situasi keamanan yang terjadi di Jakarta saat ini, kami terus berkoordinasi dengan pemerintah Indonesia dan bertindak sesuai dengan kemampuan kami. Kami akan terus memegang komitmen untuk tetap memberikan layanan bagi masyarakat agar dapat terus berkomunikasi dengan kerabat dan keluarga," kata juru bicara Facebook Indonesia.
Pantauan Antara, laman utama di media sosial Instagram pada pukul 13.00 WIB tidak dapat diperbarui meskipun koneksi Interner lancar. Laman feed Instagram itu hanya menampilkan tulisan, sedangkan konten gambar dan video tidak muncul.
Platform media sosial Facebook juga hanya menampilkan tulisan di laman kabar berita (news feed). Konten video, foto maupun stories tidak muncul.
Sementara, pesan instan WhatsApp relatif lancar untuk mengirim pesan teks. Pesan berupa video dan foto masih sulit dikirim dan diterima pada Kamis siang.
Kondisi itu berbeda dibanding pada Kamis pagi ketika WhatsApp masih dapat digunakan untuk mengirim dan menerima gambar.
Pemerintah membatasi akses ke media sosial dan pesan singkat setelah Aksi 22 Mei yang menimbulkan kericuhan di sejumlah titik di Jakarta dan beberapa daerah lain. Pembatasan akses itu bertujuan mengurangi penyebaran konten hoaks dan ujaran kebencian.
Facebook, selaku perusahaan induk WhatsApp dan Instagram, menyatakan akan bekerja sama dengan pemerintah Indonesia dan akan terus memberikan layanan bagi pengguna mereka.
"Menanggapi situasi keamanan yang terjadi di Jakarta saat ini, kami terus berkoordinasi dengan pemerintah Indonesia dan bertindak sesuai dengan kemampuan kami. Kami akan terus memegang komitmen untuk tetap memberikan layanan bagi masyarakat agar dapat terus berkomunikasi dengan kerabat dan keluarga," kata juru bicara Facebook Indonesia.
Pewarta : Natisha Andarningtyas
Editor : Samino Nugroho
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Akar Hotel dan Resort gelar "seasson of test" menu spesial Imlek dan Ramadan
31 January 2026 6:11 WIB
TNI perkuat sinergi dengan BEM dan media di Lampung demi ciptakan persatuan
11 December 2025 13:09 WIB
OJK tekankan pentingnya media perluas edukasi keuangan lewat informasi publik
29 November 2025 21:38 WIB
Pemprov Lampung perkuat sinergi media dan TNI/Polri guna wujudkan pembangunan daerah
10 November 2025 15:53 WIB
Terpopuler - Gadget
Lihat Juga
OPPO A6 Pro bisa dipakai untuk mengisi daya perangkat elektronik seperti powerbank
07 October 2025 19:55 WIB
Samsung debutkan Galaxy Tab S10 Lite secara global, yang diperkaya dengan fitur AI
12 September 2025 12:41 WIB