Try Sutrisno doakan Jokowi terbuka hadapi tantangan bangsa
Selasa, 21 Mei 2019 17:49 WIB
Presiden Joko Widodo menerima kedatangan Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Megawati dan Try Sutrisno di Istana Merdeka, Jakarta pada Selasa (21/5/2019). (Bayu Prasetyo)
Jakarta (ANTARA) - Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Try Sutrisno menyampaikan doa untuk presiden terpilih Joko Widodo agar hatinya terus terbuka menghadapi tantangan bangsa.
"Semoga Pak Jokowi senantiasa terbuka hati dan juga pikiran, serta imannya sehingga tidak ada ketinggalan masalah dan beliau akan terus jalan membangun kita bersama-sama, mewujudkan cita-cita proklamasi," kata Try usai menemui Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta pada Selasa.
Menurut mantan wakil presiden itu, masyarakat juga harus kembali mengukuhkan persatuan usai perbedaan pandangan politik.
Konsolidasi pun diperlukan untuk mendamaikan dia pihak yang sebelumnya berbeda pandangan politik.
"Harus begitu, karena kita dengan kuat, bersatu padu menjadi kuat dan kalau kita tidak bersatu padu kita akan lemah dan berbahaya itu jangan," kata Try.
Selain itu, dia juga menyampaikan purnawirawan untuk tetap menjaga persatuan bangsa dan tidak mempengaruhi persahabatan karena perbedaan pandangan politik.
"Seorang pejuang itu cita-citanya hanya yang baik-baik. Ingin bersatu padu ingin mewujudkan kesejahteraan, jangan sampai masuk berkelahi. Bukan sifat pejuang itu," demikian Try.
Try menemui Presiden Jokowi bersama dengan Ketua Dewan Pengarah BPIP Megawati Soekarnoputri.
"Semoga Pak Jokowi senantiasa terbuka hati dan juga pikiran, serta imannya sehingga tidak ada ketinggalan masalah dan beliau akan terus jalan membangun kita bersama-sama, mewujudkan cita-cita proklamasi," kata Try usai menemui Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta pada Selasa.
Menurut mantan wakil presiden itu, masyarakat juga harus kembali mengukuhkan persatuan usai perbedaan pandangan politik.
Konsolidasi pun diperlukan untuk mendamaikan dia pihak yang sebelumnya berbeda pandangan politik.
"Harus begitu, karena kita dengan kuat, bersatu padu menjadi kuat dan kalau kita tidak bersatu padu kita akan lemah dan berbahaya itu jangan," kata Try.
Selain itu, dia juga menyampaikan purnawirawan untuk tetap menjaga persatuan bangsa dan tidak mempengaruhi persahabatan karena perbedaan pandangan politik.
"Seorang pejuang itu cita-citanya hanya yang baik-baik. Ingin bersatu padu ingin mewujudkan kesejahteraan, jangan sampai masuk berkelahi. Bukan sifat pejuang itu," demikian Try.
Try menemui Presiden Jokowi bersama dengan Ketua Dewan Pengarah BPIP Megawati Soekarnoputri.
Pewarta : Bayu Prasetyo
Editor : Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dewan Pers apresiasi keterbukaan Polri dalam terima kritik dari masyarakat
31 December 2025 14:24 WIB
Sanggar Seni Lampung Ornamen-BPK VII Lampung Bengkulu gelar pameran "Pamer Pamor"
21 November 2025 10:51 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Gubernur DKI Jakarta sampaikan duka cita pada pengendara mobil yang tewas saat macet
23 January 2026 11:36 WIB