Mobil listrik terbaru Tesla justru diproduksi di Shanghai
Kamis, 16 Mei 2019 12:39 WIB
Mobil listrik model Y buatan Tesla. (autocar.co.uk)
Beijing (ANTARA) - Mobil listrik model baru Tesla akan diproduksi juga di pabrik barunya di Shanghai, China, selain di negara asalnya di Amerika Serikat.
"Kami punya tim besar di China yang sedang merealisasikan produk baru versi harga terjangkau model 3 dan model Y untuk pasar China," kata CEO Tesla Elon Musk sebagaimana dikutip media resmi China, Sabtu.
Mobil buatan industri otomotif berbahan bakar energi terbarukan (NEV) yang berbasis di California, AS, model Y yang dibuat di kota terbesar di China itu berjenis SUV ukuran sedang.
Menurut Musk, pabrik barunya di Shanghai yang peletakan batu pertamanya dilakukan pada awal tahun ini sedang tahap penyelesaian agar bisa mulai berproduksi pada akhir tahun ini.
Pabrik barunya itu akan mengawali produksi sedan model 3 sebelum memproduksi model Y.
Pabrik barunya di Shanghai jauh lebih besar daripada pabrik Tesla di Fremont, California dan Gigafactory di Nevada, keduanya di AS.
Di pabrik Shanghai terdapat satu ruang produksi yang mampu menghasilkan dua unit kendaraan sekaligus.
Mobil listrik Tesla model Y dirancang untuk jarak jauh dengan kemampuan tempuh 300 mil atau sekitar 482,8 kilometer dalam sekali pengisian baterai (single charge).
Mobil baru itu juga dirancang mampu melaju dengan kecepatan 60 mil per jam (96,6 km/jam) dalam tempo 5,5 detik dan kecepatan maksimumnya bisa mencapai 130 mil per jam (209,2 km/jam).
Mobil baru tersebut dihargai 47.000 dolar AS dan kemungkinan baru tersedia di pasaran pada musim gugur 2020.
Selain itu ada tiga model SUV lainnya, termasuk untuk jarak standar dengan harga 39.000 dolar AS dan baru dipasarkan pada musim semi 2021.
Dua model lainnya, yakni berpenggerak roda ganda dan versi "high performance", yang masing-masing akan dipasarkan dengan harga 51.000 dan 60.000 dolar AS.
Sebelumnya, Tesla juga telah mengumumkan akan menutup beberapa dilernya di China dan menggantinya dengan model penjualan daring.
Di China, Tesla menghadapi persaingan ketat dari beberapa pabrikan lokal dengan harga yang lebih terjangkau.
Perkembangan pasar mobil listrik di China sangat pesat terutama terkait kebijakan pemerintah setempat untuk mengurangi emisi karbon.
"Kami punya tim besar di China yang sedang merealisasikan produk baru versi harga terjangkau model 3 dan model Y untuk pasar China," kata CEO Tesla Elon Musk sebagaimana dikutip media resmi China, Sabtu.
Mobil buatan industri otomotif berbahan bakar energi terbarukan (NEV) yang berbasis di California, AS, model Y yang dibuat di kota terbesar di China itu berjenis SUV ukuran sedang.
Menurut Musk, pabrik barunya di Shanghai yang peletakan batu pertamanya dilakukan pada awal tahun ini sedang tahap penyelesaian agar bisa mulai berproduksi pada akhir tahun ini.
Pabrik barunya itu akan mengawali produksi sedan model 3 sebelum memproduksi model Y.
Pabrik barunya di Shanghai jauh lebih besar daripada pabrik Tesla di Fremont, California dan Gigafactory di Nevada, keduanya di AS.
Di pabrik Shanghai terdapat satu ruang produksi yang mampu menghasilkan dua unit kendaraan sekaligus.
Mobil listrik Tesla model Y dirancang untuk jarak jauh dengan kemampuan tempuh 300 mil atau sekitar 482,8 kilometer dalam sekali pengisian baterai (single charge).
Mobil baru itu juga dirancang mampu melaju dengan kecepatan 60 mil per jam (96,6 km/jam) dalam tempo 5,5 detik dan kecepatan maksimumnya bisa mencapai 130 mil per jam (209,2 km/jam).
Mobil baru tersebut dihargai 47.000 dolar AS dan kemungkinan baru tersedia di pasaran pada musim gugur 2020.
Selain itu ada tiga model SUV lainnya, termasuk untuk jarak standar dengan harga 39.000 dolar AS dan baru dipasarkan pada musim semi 2021.
Dua model lainnya, yakni berpenggerak roda ganda dan versi "high performance", yang masing-masing akan dipasarkan dengan harga 51.000 dan 60.000 dolar AS.
Sebelumnya, Tesla juga telah mengumumkan akan menutup beberapa dilernya di China dan menggantinya dengan model penjualan daring.
Di China, Tesla menghadapi persaingan ketat dari beberapa pabrikan lokal dengan harga yang lebih terjangkau.
Perkembangan pasar mobil listrik di China sangat pesat terutama terkait kebijakan pemerintah setempat untuk mengurangi emisi karbon.
Pewarta : M. Irfan Ilmie
Editor : Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gubernur DKI Jakarta sampaikan duka cita pada pengendara mobil yang tewas saat macet
23 January 2026 11:36 WIB
Peringatan HKN, Wakil Bupati Lampung Timur serahkan bantuan mobil Pusling
03 December 2025 16:33 WIB
Mantan Kapolda Lampung Irjen Pol Helmy Santika serahkan bantuan mobil ambulans
12 November 2025 13:37 WIB
Pemkot Bandarlampung tambah 30 mobil sampah pada 2026 untuk kebersihan kota
16 October 2025 14:43 WIB
Terpopuler - Otomotif
Lihat Juga
Program Daifit, sembilan konsumen Daihatsu dapat kesempatan undian umroh
07 March 2024 22:41 WIB, 2024
Airlangga targetkan 200.000 mobil listrik terjual di Indonesia tiap tahun
06 February 2024 5:27 WIB, 2024