Bunga bangkai tumbuh di Kampus Unimed
Selasa, 14 Mei 2019 6:58 WIB
Sebuah bunga bangkai yang cukup langka (genus Amorphophallus) tumbuh subur di kampus hijau Universitas Negeri Medan, Sumatera Utara. (Foto: ANTARA/Istimewa/Munawar)
Medan (ANTARA) - Sebuah bunga bangkai yang cukup langka tumbuh subur di kampus hijau Universitas Negeri Medan (Unimed), Provinsi Sumatera Utara, tepatnya di halaman rumah kaca laboratorium biologi di perguruan tinggi negeri itu.
Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unimed Dr Martina Restuati,MSi, di Medan, Senin, menyebutkan awalnya bunga bangkai, tanaman dari marga Amorphophallus itu, ditanam pada tahun 2011 yang bibitnya berasal dari daerah Kabupaten Langkat, Sumut.
Tinggi bunga tersebut bisa mencapai 2,5 meter, dengan lebar 1,5 meter saat mekar.
"Amorpophallus yang biasa disebut bunga bangkai itu berasal dari suku talas-talasan," ujar Martina.
Ia menjelaskan, bunga bangkai ini sangat berbeda dengan bunga Rafflesia, meskipun sama-sama mengeluarkan bau bangkai.
Bunga Rafflesia merupakan tumbuhan parasit yang hanya bisa hidup bergantung dari pohon induknya. Sementara itu, bunga bangkai ini memiliki umbi, batang, hingga akar sendiri, sehingga bisa mencari makan sendiri.
"Bunga bangkai dapat tumbuh melalui biji bunga dan juga umbi," ucap dia.
Martina menambahkan, namun jika dari biji, tanaman tersebut perlu puluhan tahun untuk tumbuh dan berbunga. Tapi jika dari umbi, tanaman tersebut akan tumbuh lebih cepat, tergantung dari usia umbi yang ditemukan di hutan.
"Sedangkan bunga bangkai di Unimed sudah 8 tahun ditanam, dan baru tahun ini mengeluarkan bunganya," katanya.
Ia mengatakan, mekarnya bunga tersebut, menyedot perhatian mahasiswa. Banyak mahasiswa yang penasaran dan berswafoto dengan tanaman langka itu.
"Mahasiswa Biologi Unimed berinisiatif memberi batas aman para pengunjung dan dilengkapi dengan spanduk berisikan keterangan singkat tanaman tersebut," jelasnya.
Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unimed Dr Martina Restuati,MSi, di Medan, Senin, menyebutkan awalnya bunga bangkai, tanaman dari marga Amorphophallus itu, ditanam pada tahun 2011 yang bibitnya berasal dari daerah Kabupaten Langkat, Sumut.
Tinggi bunga tersebut bisa mencapai 2,5 meter, dengan lebar 1,5 meter saat mekar.
"Amorpophallus yang biasa disebut bunga bangkai itu berasal dari suku talas-talasan," ujar Martina.
Ia menjelaskan, bunga bangkai ini sangat berbeda dengan bunga Rafflesia, meskipun sama-sama mengeluarkan bau bangkai.
Bunga Rafflesia merupakan tumbuhan parasit yang hanya bisa hidup bergantung dari pohon induknya. Sementara itu, bunga bangkai ini memiliki umbi, batang, hingga akar sendiri, sehingga bisa mencari makan sendiri.
"Bunga bangkai dapat tumbuh melalui biji bunga dan juga umbi," ucap dia.
Martina menambahkan, namun jika dari biji, tanaman tersebut perlu puluhan tahun untuk tumbuh dan berbunga. Tapi jika dari umbi, tanaman tersebut akan tumbuh lebih cepat, tergantung dari usia umbi yang ditemukan di hutan.
"Sedangkan bunga bangkai di Unimed sudah 8 tahun ditanam, dan baru tahun ini mengeluarkan bunganya," katanya.
Ia mengatakan, mekarnya bunga tersebut, menyedot perhatian mahasiswa. Banyak mahasiswa yang penasaran dan berswafoto dengan tanaman langka itu.
"Mahasiswa Biologi Unimed berinisiatif memberi batas aman para pengunjung dan dilengkapi dengan spanduk berisikan keterangan singkat tanaman tersebut," jelasnya.
Pewarta : Munawar Mandailing
Editor : Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Warga temukan bangkai lumba-lumba terdampar di pantai Mukomuko Bengkulu
09 February 2024 19:08 WIB, 2024
Bunga bangkai setinggi 2,55 meter mekar sempurna di Sitingkai Agam Sumbar
13 June 2023 11:06 WIB, 2023
Tim SAR temukan bangkai KM Cahaya Arafah di dasar laut dan empat korban
20 July 2022 23:09 WIB, 2022
Bunga Bangkai mekar di halaman rumah warga di Bandarjaya, Lampung Tengah
17 November 2021 8:52 WIB, 2021
Ternyata rafflesia Arnoldii hidup di hutan belantara Sumatera Selatan
06 November 2021 10:00 WIB, 2021
Bangkai hiu tutul ditemukan terdampar di pantai Cianjur, dagingnya dikonsumsi warga
26 September 2021 19:06 WIB, 2021
Terpopuler - Warta Bumi
Lihat Juga
BMKG prakirakan kota-kota besar di Indonesia, termasuk Lampung diguyur hujan
26 January 2025 7:40 WIB, 2025
DMC Dompet Dhuafa membuka pos bagi penyintas erupsi Gunung Ibu Halmahera
24 January 2025 10:21 WIB, 2025
BMKG prakirakan hujan guyur mayoritas wilayah Indonesia, termasuk Bandarlampung
22 January 2025 5:35 WIB, 2025
BNPB lakukan operasi modifikasi cuaca untuk kurangi banjir di Bandarlampung
20 January 2025 12:11 WIB, 2025
Jihan Nurlela sebut perlu revitalisasi mangrove untuk maksimalkan ekowisata
12 January 2025 5:06 WIB, 2025