Wah.. Orangutan Tapanuli ternyata sukai buah durian
Minggu, 5 Mei 2019 15:04 WIB
Orangutan Tapanuli (Antara Sumut/Kodir)
Tapanuli Selatan (ANTARA) - Orangutan Tapanuli yang saat ini lebih banyak berada di kawasan Hutan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, ternyata menyukai buah durian.
Peneliti Utama, Balai Litbang LHK Aek Nauli, Wanda Kuswanda, di Tapsel, Minggu, menyebutkan, dari hasil penelitian selama 15 tahun, teridentifikasi lebih dari 124 jenis pakan orangutan Tapanuli.
Orangutan sangat membutuhkan variasi jenis tumbuhan pakan untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya.
Tumbuhan pakan alami yang banyak dikonsumsi orangutan tapanuli diantaranya gala-gala (Ficus racemosa), medang nangka (Elaeocarpus obtusus), beringin (Ficus benjamina), hoteng (Quercus maingayi), teurep (Artocarpus elasticus), motung (Ficus toxicaria), asam hing (Dracontomelon dao) dan dongdong (Ficus fistulosa).
Pemandangan yang sangat menarik adalah ketika menemukan orangutan saat makan buah durian (Durio zibethinus) di lahan masyarakat.
"Durian merupakan salah satu makanan favorit bagi orangutan sehingga banyak orangutan yang turun ke lahan masyarakat ketika musim buah durian," katanya.
Orangutan bisa mengkonsumsi 20-30 durian dalam sehari dan tinggal beberapa hari sampai buah durian hampir habis.
Durian yang dikonsumsi oleh orangutan, bukan hanya durian yang sudah masak tetapi yang masih mentah "mangkal" pun tetap mereka konsumsi.
Lebih menarik lagi ketika mereka mengambil durian yaitu dengan cara mengangkat dan menekan pada batang pohonnya sampai durian lepas, mereka pun membuka durian dengan cara digigit baru dibuka dengan kedua tangannya.
Sayangnya, rata-rata hanya sebagian saja buah durian yang mereka makan dan sisanya dijatukan ke tanah. Kita akan sangat beruntung ketika menemukan orangutan sedang makan durian karena dapat mengambil sisa durian yang dikonsumsi oleh orangutan.
"orangutan pintar memilih durian yang manis dan enak untuk dimakan," katanya.
Masyarakat di sekitar hutan Batangtoru sudah memahami perilaku orangutan yang suka mengambil durian di ladangnya.
Masyarakat terkadang mau mengusir orangutan karena mereka merasa dirugikan secara ekonomi ketika tidak bisa memanen buah durian.
Mereka mengusir dengan membuat bakaran api di bawah pohon atau memukul-mukul batang pohon agar orangutan tersebut agar pergi dari pohon durian.
Fakta ini tentunya perlu mendapat perhatian dari Pemerintah serta para pihak lainnya secara serius agar tidak terjadi konflik antara orangutan dan manusia. Hal ini karena orangutan akan terusir bahkan bisa mati saat berkonflik dengan manusia.
Mitigasi konflik manusia dan orangutan perlu segera dikembangkan seperti pengkayaan habitat dan mengembangkan ekonomi alternatif bagi masyarakat untuk mengganti kerugian akibat duriannya sering terlebih dahulu dikonsumsi oleh orangutan.
Peneliti Utama, Balai Litbang LHK Aek Nauli, Wanda Kuswanda, di Tapsel, Minggu, menyebutkan, dari hasil penelitian selama 15 tahun, teridentifikasi lebih dari 124 jenis pakan orangutan Tapanuli.
Orangutan sangat membutuhkan variasi jenis tumbuhan pakan untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya.
Tumbuhan pakan alami yang banyak dikonsumsi orangutan tapanuli diantaranya gala-gala (Ficus racemosa), medang nangka (Elaeocarpus obtusus), beringin (Ficus benjamina), hoteng (Quercus maingayi), teurep (Artocarpus elasticus), motung (Ficus toxicaria), asam hing (Dracontomelon dao) dan dongdong (Ficus fistulosa).
Pemandangan yang sangat menarik adalah ketika menemukan orangutan saat makan buah durian (Durio zibethinus) di lahan masyarakat.
"Durian merupakan salah satu makanan favorit bagi orangutan sehingga banyak orangutan yang turun ke lahan masyarakat ketika musim buah durian," katanya.
Orangutan bisa mengkonsumsi 20-30 durian dalam sehari dan tinggal beberapa hari sampai buah durian hampir habis.
Durian yang dikonsumsi oleh orangutan, bukan hanya durian yang sudah masak tetapi yang masih mentah "mangkal" pun tetap mereka konsumsi.
Lebih menarik lagi ketika mereka mengambil durian yaitu dengan cara mengangkat dan menekan pada batang pohonnya sampai durian lepas, mereka pun membuka durian dengan cara digigit baru dibuka dengan kedua tangannya.
Sayangnya, rata-rata hanya sebagian saja buah durian yang mereka makan dan sisanya dijatukan ke tanah. Kita akan sangat beruntung ketika menemukan orangutan sedang makan durian karena dapat mengambil sisa durian yang dikonsumsi oleh orangutan.
"orangutan pintar memilih durian yang manis dan enak untuk dimakan," katanya.
Masyarakat di sekitar hutan Batangtoru sudah memahami perilaku orangutan yang suka mengambil durian di ladangnya.
Masyarakat terkadang mau mengusir orangutan karena mereka merasa dirugikan secara ekonomi ketika tidak bisa memanen buah durian.
Mereka mengusir dengan membuat bakaran api di bawah pohon atau memukul-mukul batang pohon agar orangutan tersebut agar pergi dari pohon durian.
Fakta ini tentunya perlu mendapat perhatian dari Pemerintah serta para pihak lainnya secara serius agar tidak terjadi konflik antara orangutan dan manusia. Hal ini karena orangutan akan terusir bahkan bisa mati saat berkonflik dengan manusia.
Mitigasi konflik manusia dan orangutan perlu segera dikembangkan seperti pengkayaan habitat dan mengembangkan ekonomi alternatif bagi masyarakat untuk mengganti kerugian akibat duriannya sering terlebih dahulu dikonsumsi oleh orangutan.
Pewarta : Juraidi dan Kodir
Editor : Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
ANTARA perkuat publikasi untuk percepatan rehabilitasi pascabencana Sumatera
22 January 2026 16:24 WIB
Kanwil Ditjenpas Lampung: Hasil panen raya UPT untuk korban bencana Sumatera
15 January 2026 18:39 WIB
Dompet Dhuafa renovasi sejumlah sekolah pada masa pemulihan pasca-bencana Sumatera
13 January 2026 7:51 WIB
Persib dan APPI salurkan donasi ke korban bencana Sumatera melalui Dompet Dhuafa
11 January 2026 17:41 WIB
Terpopuler - Warta Bumi
Lihat Juga
BMKG prakirakan kota-kota besar di Indonesia, termasuk Lampung diguyur hujan
26 January 2025 7:40 WIB, 2025
DMC Dompet Dhuafa membuka pos bagi penyintas erupsi Gunung Ibu Halmahera
24 January 2025 10:21 WIB, 2025
BMKG prakirakan hujan guyur mayoritas wilayah Indonesia, termasuk Bandarlampung
22 January 2025 5:35 WIB, 2025
BNPB lakukan operasi modifikasi cuaca untuk kurangi banjir di Bandarlampung
20 January 2025 12:11 WIB, 2025
Jihan Nurlela sebut perlu revitalisasi mangrove untuk maksimalkan ekowisata
12 January 2025 5:06 WIB, 2025