Baturaja (ANTARA) - Petani di Kecamatan Lengkiti Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, diminta untuk tidak membakar jerami dan jagung guna meminimalkan kemungkinan terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

"Hampir seluruh petani yang sudah memanen tanaman padi dan jagung beberapa waktu lalu untuk tidak membakar jerami, karena mudah sekali terbakar apalagi saat musim kemarau nanti," kata Camat Lengkiti, Ogan Komering Ulu (OKU), Mukhlisin di Baturaja, Minggu.

Dia mengemukakan, sisa panen tanaman tersebut sebaiknya dikumpulkan untuk dibuang di tempat pembuangan sampah agar kawasan pertanian di wilayah setempat bersih sehingga dapat ditanam kembali.

Sebab jika dibakar kemungkinan besar api akan merambat ke hutan dan lahan perkebunan milik petani lainnya hingga menimbulkan pencemaran udara.

"Petani yang akan membuka lahan perkebunan juga agar dilakukan dengan cara dibakar," tegasnya.

Dia menjelaskan, sejauh ini masih banyak terdapat hutan dan lahan perkebunan milik warga di Kecamatan Lengkiti yang berpotensi menimbulkan titik panas api hingga terjadi karhutla.

"Lahan perkebunan yang kering ini tidak dibakar saja terbakar sendiri, apalagi sengaja dibakar," kata dia.

Oleh sebab itu, pihaknya bersama Babinkamtibmas dan Babinsa Kecamatan Lengkiti akan berkoordinasi untuk memantau sejumlah titik api di wilayah setempat yang dapat memicu terjadinya karhutla.

"Sejauh ini berdasarkan hasil pantauan kami belum ada titik panas api ditemukan di Kecamatan Lengkiti akibat pembakaran lahan," ungkapnya.

Pewarta : Edo Purmana
Editor : Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2024