Aktivitas Gunung Merapi menjadi wisata alternatif
Kamis, 4 April 2019 14:55 WIB
ilustrasi- Guguran lava pijar Gunung Merapi terlihat dari Bukit Klangon, Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Selasa (15/1/2019) dini hari. (ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/foc.) (.)
Yogyakarta (ANTARA) - Para pelaku usaha perjalanan wisata yang tergabung dalam Asosiasi Tour dan Travel Agen Indonesia (Asita) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) membidik potensi fenomena guguran lava Gunung Merapi sebagai destinasi alternatif untuk menarik wisatawan datang ke Yogyakarta.
"Secara khusus memang belum ada wisatawan yang datang ke Yogyakarta untuk melihat fenomena Gunung Merapi. Tetapi bagi mereka yang kebetulan berada di Yogyakarta kami tawarkan untuk melihatnya," kata Ketua Asita DIY, Udhi Sudhiyanto di Yogyakarta, Kamis.
Menurutnya, aktivitas Gunung Merapi tidak membuat wisatawan takut untuk datang ke Yogyakarta, melainkan justru mamiliki potensi menarik wisatawan karena merupakan fenomena langka apabila dikemas dengan promosi yang baik.
Guguran lava Gunung Merapi, ujar dia memiliki keindahan tersendiri apabila disaksikaan oleh para wisatawan pada malam hari dengan jarak pandang yang aman.
Kepada para wisatawan yang datang ke Yogyakarta, tambahnya para agen perjalanan wisata di Yogyakarta yang tergabung dalam Asita DIY telah menjelaskan bahwa aktivitas guguran lava pijar Merapi saat ini tidak bersifat eksplosif seperti di gunung api lainnya. Fenomena itu juga hanya terjadi lima tahun sekali dan belum tentu ditemukan di daerah lain.
"Setelah kami tawarkan ke wistawan ternyata mereka suka. Tentu kami juga memberikan pengertian kepada mereka untuk tetap berada pada zona aman. Biasanya kami ajak mereka menyaksikan fenomena guguran lava Gunung Merapi pada malam hari saat cuaca cerah," kata dia.
Udhi menyebutkan sejak Januari hingga Maret 2019 pemesanan jasa perjalanan wisata di Yogyakarta masih rendah karena masih low sesaon (musim sepi pengunjung).Ia memperkirakan April 2019 akan menjadi awal peningkatan kunjungan wisata di Yogyakarta.
"Untuk jumlah wisatawan yang melihat guguran Merapi memang belum banyak karena kami juga harus begadang malam hari," tambah dia.
"Secara khusus memang belum ada wisatawan yang datang ke Yogyakarta untuk melihat fenomena Gunung Merapi. Tetapi bagi mereka yang kebetulan berada di Yogyakarta kami tawarkan untuk melihatnya," kata Ketua Asita DIY, Udhi Sudhiyanto di Yogyakarta, Kamis.
Menurutnya, aktivitas Gunung Merapi tidak membuat wisatawan takut untuk datang ke Yogyakarta, melainkan justru mamiliki potensi menarik wisatawan karena merupakan fenomena langka apabila dikemas dengan promosi yang baik.
Guguran lava Gunung Merapi, ujar dia memiliki keindahan tersendiri apabila disaksikaan oleh para wisatawan pada malam hari dengan jarak pandang yang aman.
Kepada para wisatawan yang datang ke Yogyakarta, tambahnya para agen perjalanan wisata di Yogyakarta yang tergabung dalam Asita DIY telah menjelaskan bahwa aktivitas guguran lava pijar Merapi saat ini tidak bersifat eksplosif seperti di gunung api lainnya. Fenomena itu juga hanya terjadi lima tahun sekali dan belum tentu ditemukan di daerah lain.
"Setelah kami tawarkan ke wistawan ternyata mereka suka. Tentu kami juga memberikan pengertian kepada mereka untuk tetap berada pada zona aman. Biasanya kami ajak mereka menyaksikan fenomena guguran lava Gunung Merapi pada malam hari saat cuaca cerah," kata dia.
Udhi menyebutkan sejak Januari hingga Maret 2019 pemesanan jasa perjalanan wisata di Yogyakarta masih rendah karena masih low sesaon (musim sepi pengunjung).Ia memperkirakan April 2019 akan menjadi awal peningkatan kunjungan wisata di Yogyakarta.
"Untuk jumlah wisatawan yang melihat guguran Merapi memang belum banyak karena kami juga harus begadang malam hari," tambah dia.
Pewarta : Luqman Hakim
Editor : Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PVMBG catat Gunung Merapi luncurkan empat kali awan panas selama sepekan
20 January 2024 5:41 WIB, 2024
DMC Dompet Dhuafa Singgalang bantu penanganan pasca erupsi Gunung Marapi
06 December 2023 21:04 WIB, 2023
Warga lereng Gunung Merapi dan Merbabu di Boyolali gelar kirab budaya Temu Tirta
21 July 2023 8:40 WIB, 2023
Ribuan warga Gunung Merapi Boyolali ikuti ritual Sedekah Merapi malam 1 Sura
19 July 2023 9:42 WIB, 2023
Terpopuler - Wisata
Lihat Juga
Terjebak cuaca buruk, ratusan wisatawan sudah dievakuasi ke kapal Pelni dari Karimunjawa
28 December 2022 11:09 WIB, 2022
Lummay Villa and Resort, destinasi wisata berkonsep Eropa berpadu budaya Bali
27 December 2022 18:20 WIB, 2022
Ancol targetkan 430 ribu pengunjung pada libur Natal dan Tahun Baru 2023
25 December 2022 14:05 WIB, 2022
Menparekraf Sandiaga Uno luncurkan Indeks Pembangunan Kepariwisataan Nasional
17 December 2022 10:46 WIB, 2022