BKSDA Evaluasi KB Taman Rimba Pascakematian Harimau dan Singa
Minggu, 27 Januari 2019 21:12 WIB
Kebun Binatang Taman Rimba Jambi dihuni berbagai satwa dilindungi (Foto : Net)
Jambi (Antaranews Lampung) - Dua satwa penghuni Kebun Binatang Taman Rimba Jambi, seekor Harimau Sumatera (panthera tigris sumatrae) dan seekor Singa (phantera leo) mati diduga karena mengalami sakit.
Akibat kematian dua satwa dilindungi itu yang hanya berjarak sepekan, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi akan melakukan evaluasi pengelolaan KB Taman Rimba yang berada di Kota Jambi itu.
Harimau Sumatera betina bernama "Ayu" berusia delapan tahun, mati pada Sabtu (26/1) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB. Hewan berjuluk Raja Rimba itu diketahui mati akibat menderita penyakit paru-paru basah (pneumonia) setelah dilakukan bedah bangkai oleh tim medis dokter hewan.
Sedangkan Singa jantan dewasa yang bernama Shiro yang kandangnya bersebelahan dengan kandang Harimau Sumatera itu lebih dahulu mati atau sepekan yang lalu, Sabtu (19/1).
Singa jantan dewasa yang sekitar dua tahun menghuni kebun binatang kebanggaan masyarakat Jambi itu diketahui mati juga akibat sakit.
"Shiro mati mendadak, gejalanya menurut tim dokter terjadi pembengkakan pada jantungnya," kata Kepala UPTD Taman Rimba Jambi Taufik Bakhori.
Hasil pemeriksaan laboratorium dari tim medis seperti itu, karena kemungkinan Ayu (Harimau Sumatera) suka tidur di lantai semen.
Setelah kematian beruntun dua ekor satwa ikonik itu, saat ini KB Taman Rimba masih menyisakan satu ekor Harimau Sumatera, yakni "Uni" (induk Ayu) dan Singa betina bernama "Cinta" yang sebelumnya didatangkan dari Taman Satwa Siantar, Sumatera Utara
"BKSDA akan melakukan evaluasi dengan melibatkan beberapa ahli yang nantinya untuk merumuskan rekomendaisnya seperti apa," kata Kepala BKSDA Jambi Rahmat Simbolon dalam jumpa pers di Jambi, Minggu.
Saat ini hasil evaluasi oleh tim sedang ditunggu. Hasil rekomendasi dari evaluasi tersebut akan dijadikan sebagai bahan untuk melakukan langkah selanjutnya.
"Yang menerbitkan izin LK (Lembaga konservasi) adalah pusat. Saat ini izin LK tersebut masih aktif dan sudah dilakukan peninjauan, dan ada beberapa catatan," katanya.
Setelah kematian beruntun dua ekor satwa ikonik itu, tim BKSDA melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap semua satwa yang menjadi koleksi kebun binatang satu-satunya di Provinsi Jambi itu.
Akibat kematian dua satwa dilindungi itu yang hanya berjarak sepekan, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi akan melakukan evaluasi pengelolaan KB Taman Rimba yang berada di Kota Jambi itu.
Harimau Sumatera betina bernama "Ayu" berusia delapan tahun, mati pada Sabtu (26/1) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB. Hewan berjuluk Raja Rimba itu diketahui mati akibat menderita penyakit paru-paru basah (pneumonia) setelah dilakukan bedah bangkai oleh tim medis dokter hewan.
Sedangkan Singa jantan dewasa yang bernama Shiro yang kandangnya bersebelahan dengan kandang Harimau Sumatera itu lebih dahulu mati atau sepekan yang lalu, Sabtu (19/1).
Singa jantan dewasa yang sekitar dua tahun menghuni kebun binatang kebanggaan masyarakat Jambi itu diketahui mati juga akibat sakit.
"Shiro mati mendadak, gejalanya menurut tim dokter terjadi pembengkakan pada jantungnya," kata Kepala UPTD Taman Rimba Jambi Taufik Bakhori.
Hasil pemeriksaan laboratorium dari tim medis seperti itu, karena kemungkinan Ayu (Harimau Sumatera) suka tidur di lantai semen.
Setelah kematian beruntun dua ekor satwa ikonik itu, saat ini KB Taman Rimba masih menyisakan satu ekor Harimau Sumatera, yakni "Uni" (induk Ayu) dan Singa betina bernama "Cinta" yang sebelumnya didatangkan dari Taman Satwa Siantar, Sumatera Utara
"BKSDA akan melakukan evaluasi dengan melibatkan beberapa ahli yang nantinya untuk merumuskan rekomendaisnya seperti apa," kata Kepala BKSDA Jambi Rahmat Simbolon dalam jumpa pers di Jambi, Minggu.
Saat ini hasil evaluasi oleh tim sedang ditunggu. Hasil rekomendasi dari evaluasi tersebut akan dijadikan sebagai bahan untuk melakukan langkah selanjutnya.
"Yang menerbitkan izin LK (Lembaga konservasi) adalah pusat. Saat ini izin LK tersebut masih aktif dan sudah dilakukan peninjauan, dan ada beberapa catatan," katanya.
Setelah kematian beruntun dua ekor satwa ikonik itu, tim BKSDA melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap semua satwa yang menjadi koleksi kebun binatang satu-satunya di Provinsi Jambi itu.
Pewarta : Syarif Abdullah dan Gresi Plasmanto
Editor : Edy Supriyadi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
TNWK lakukan penguatan pengamanan untuk cegah konflik manusia dengan gajah
19 January 2026 18:26 WIB
Polda Lampung-BKSDA gagalkan penyelundupan 4.095 ekor burung dari Palembang
04 October 2025 22:48 WIB
BKSDA Maluku selamatkan 13 ekor nuri kepala hitam Papua dari penyelundupan
05 September 2025 19:00 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Seratusan ikan keramat di Cigugur mati, Pemkab Kuningan selidiki penyebabnya
02 February 2026 16:07 WIB
Pewarta foto ANTARA rilis buku "Orang -Orang Bermata biru dari Minangkabau"
01 February 2026 11:46 WIB