Bandarlampung (Antaranews Lampung) - Pemerintah Provinsi Lampung terus menggalakkan program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab) untuk mempertahankan kejayaan peternakan di daerah setempat.
         
"Upsus Siwab ditargetkan 162.000 ekor sapi agar mampu mencapai kebuntingan sebesar 70 persen dari jumlah akseptor  sebesar 113.400 ekor. Sementara angka kelahiran ditargetkan sebanyak 90.720 ekor," kata Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Lampung Taufik Hidayat di Bandarlampung, Senin.

Ia menyebutkan, target tersebut merupakan upaya Pemprov Lampung untuk meningkatkan populasi sapi di dalam negeri dan secara khusus bagi daerah setempat sebagai lumbung ternak nasional.
       
Menurutnya, selain meningkatkan populasi sapi melalui Program Upsus Siwab, tahun ini Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian juga mengalokasikan kegiatan fasilitas Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS).
     
Artinya, lanjutnya, pemerintah akan memberikan bantuan pembayaran premi asuransi usaha ternak sapi untuk pembibitan atau pembiakan. 
     
"Saat ini, dari target AUTS sebanyak 10.000 ekor telah tercapai 12.716 ekor dengan jumlah klaim sebasar 290 ekor," ungkapnya.
     
 Disamping itu, Taufik menuturkan, Pemprov Lampung juga melaksanakan kampaye produk peternakan yang Aman Sehat Utuh dan Halal (ASUS) di empat kabupaten yakni Lampung Selatan, Lampung Tengah, Lampung Timur dan Tanggamus. 

 "Tahun ini, direncanakan akan dilaksanakan di Tulang Bawang, Mesuji, Tanggamus dan Pesisir Barat," jelasnya.

   Sementara di sektor kesehatan hewan, Pemprov Lampung juga melakukan vaksinasi rabies gartis selama bulan Agustus-September sebanyak 4.000 dosis se-Provinsi Lampung. 
     
 "Kegiatan ini bertujuan untuk menuju Lampung Bebas Rabies 2020," tambahnya. 

Pewarta : Agus Wira Sukarta
Editor : Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2024