Stabil harga bahan pokok di Lampung
Rabu, 6 Juni 2018 13:55 WIB
Ilustrasi pedagang sembako (FOTO: ANTARA Lampung/ist)
Bandarlampung (Antaranews Lampung) - Kementerian Perdagangan mengatakan berdasarkan pantauan harga bahan pokok (Bapok) di sejumlah pasar di Lampung stabil, bahkan ada beberapa komoditas turun.
"Pantauan tim Kemendag di enam pasar di Provinsi Lampung, kondisi harga bapok stabil dan beberapa komoditi cenderung mulai turun seperti daging ayam dan telur ayam turun sekitar tujuha hingga delapan persen dibanding harga sebelum ramadan," kata Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Pengamanan Pasar Sutriono Edi, di Bandarlampung, Rabu.
Ia menyebutkan. Kementerian Perdagangan akan terus mengawal, memantau, dan memastikan harga barang bapok stabil, tidak hanya menjelang Lebaran 2018, tetapi hingga tahun 2019.
Sebelumnya, berbagai upaya terus dilakukan Kemendag dalam menjaga stabilisasi harga dan pasokan bapok menjelang puasa dan Lebaran, diantaranya berdialog dengan pelaku usaha, memfasilitasi MoU harga, membuat peraturan, hingga koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait.
"Semua ini bertujuan agar ibu-ibu dapat tersenyum menyambut puasa dan Lebaran, serta saudara-saudara umat muslim dapat semakin khusyuk beribadah tanpa beban pikiran karena kebutuhan bapok dapat dibeli dengan harga terjangkau dan stabil," jelaS Sutriono Edi.
Sebelumnya, pasar murah pertama dibuka di Semarang, Jawa Tengah pada 16 Mei 2018 lalu. Sampai hari ini telah dilaksanakan pasar murah di empat titik dari sembilan titik yang direncanakan di Provinsi Lampung.
Kegiatan pasar murah akan terus berlangsung di Lampung dalam beberapa hari ke depan, seperti di Kabupaten Pesawaran, Pringsewu, dan Tanggamus.
Pasar murah Ramadan ini juga digunakan jajaran Kemendag untuk memantau harga bapok di kabupaten/ kota tempat pasar murah diadakan, sehingga jika terjadi lonjakan harga atau kelangkaan stok dapat diambil langkah antisipasi.
"Pantauan tim Kemendag di enam pasar di Provinsi Lampung, kondisi harga bapok stabil dan beberapa komoditi cenderung mulai turun seperti daging ayam dan telur ayam turun sekitar tujuha hingga delapan persen dibanding harga sebelum ramadan," kata Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Pengamanan Pasar Sutriono Edi, di Bandarlampung, Rabu.
Ia menyebutkan. Kementerian Perdagangan akan terus mengawal, memantau, dan memastikan harga barang bapok stabil, tidak hanya menjelang Lebaran 2018, tetapi hingga tahun 2019.
Sebelumnya, berbagai upaya terus dilakukan Kemendag dalam menjaga stabilisasi harga dan pasokan bapok menjelang puasa dan Lebaran, diantaranya berdialog dengan pelaku usaha, memfasilitasi MoU harga, membuat peraturan, hingga koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait.
"Semua ini bertujuan agar ibu-ibu dapat tersenyum menyambut puasa dan Lebaran, serta saudara-saudara umat muslim dapat semakin khusyuk beribadah tanpa beban pikiran karena kebutuhan bapok dapat dibeli dengan harga terjangkau dan stabil," jelaS Sutriono Edi.
Sebelumnya, pasar murah pertama dibuka di Semarang, Jawa Tengah pada 16 Mei 2018 lalu. Sampai hari ini telah dilaksanakan pasar murah di empat titik dari sembilan titik yang direncanakan di Provinsi Lampung.
Kegiatan pasar murah akan terus berlangsung di Lampung dalam beberapa hari ke depan, seperti di Kabupaten Pesawaran, Pringsewu, dan Tanggamus.
Pasar murah Ramadan ini juga digunakan jajaran Kemendag untuk memantau harga bapok di kabupaten/ kota tempat pasar murah diadakan, sehingga jika terjadi lonjakan harga atau kelangkaan stok dapat diambil langkah antisipasi.
Pewarta : Agus Wira Sukarta
Editor : Samino Nugroho
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dompet Dhuafa Jawa Tengah bersama Dishub Semarang berbagi paket buka puasa dan sembako
08 March 2026 11:26 WIB
Bhabinkamtibmas Way Gubak salurkan bantuan sembako untuk warga prasejahtera
27 February 2026 13:36 WIB
DPRD Lampung desak langkah cepat redam gejolak harga pangan selama Ramadhan
23 February 2026 14:00 WIB