KAI kenalkan sejarah kereta lewat kunjungan jurnalis
Rabu, 2 Mei 2018 16:17 WIB
Seluruh peserta pers tourPT KAI Divre IV Tanjungkaramg berfoto bersama di Museum lokomitf kereta uap di halaman Gedung Lawang Sewu, Rabu (2/5) (Foto: Antaralampung.com/Emir Fajar Saputra)
Bandarlampung (Antaranews Lampung) - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional IV Tanjung Karang mengenalkan sejarah perkeretaapian di Indonesia melalui kunjugan jurnalis daerah setempat ke Semarang dan Yogyakarta.
Pers Tour 2018 ini merupakan kegiatan rutin yang digagas oleh PT KAI untuk mengajak dan silahturahmi serta memperkenalkan sejarah Kereta Api dengan rekan-rekan media yang ada di Lampung, kata Manager Humas PT KAI Divre IV Tanjung Karang Franoto Wibowo di Bandarlampung, Rabu.
PT KAI Divre Tanjungkarang mengajak sekitar 18 jurnalis di daerah tersebut untuk anjangsana ke Semarang dan Yogyakarta guna melihat sejarah perkeretaapian dari sejak berdiri hingga kini, selama dua hari 2-3 Mei 2018.
Menurutnya, kegiatan tersebut untuk memperkenalkan sistem operasional kereta api yang ada di Jawa, khususnya Semarang dan Yogyakarta.
Selain itu, pihaknya akan memperkenalkan kereta api yang ada di Jawa lainnya, seperti kereta api Bandara Soekarna Hatta.
Para awak media agar mengetahui tentang perkeretaapian, metodenya, dan bagaimana cara kerjanya. Mengenai pelayanan semua sama, katanya
Pers Tour 2018 ini akan mengunjungi beberapa tempat bersejarah di Semarang yaitu Stasiun Lawang Sewu, Stasiun Ambarawa, Wisata Kereta Api Kuno serta diskusi tentang Aset milik kereta api. Sedangkan di Yogyakarta mengunjungi Keraton Yogyakarta, melihat pelayanan stasiun Yogyakarta, dan Candi Prambanan.
Franoto mengatakan, selain ditemani petugas dari PT KAI Divre Tanjungkarang, para awak media berkesempatan bertanya kepada pakar kereta yang juga dosen Universitas Indonesia yaiti DR Harto.
Franoto Wibowo mengharapkan, setelah mengikuti Pers Tour 2018, para awak media yang ada di Lampung dapat mengerti tentang aset milik Kereta Api Indonesia (KAI), serta dapat memberikan masukan kepada pihak Kereta Api Tanjung Karang agar pelayanan yang diberikan kepada masyarakat/pelanggan bisa lebih maksimal.
Pers Tour 2018 ini merupakan kegiatan rutin yang digagas oleh PT KAI untuk mengajak dan silahturahmi serta memperkenalkan sejarah Kereta Api dengan rekan-rekan media yang ada di Lampung, kata Manager Humas PT KAI Divre IV Tanjung Karang Franoto Wibowo di Bandarlampung, Rabu.
PT KAI Divre Tanjungkarang mengajak sekitar 18 jurnalis di daerah tersebut untuk anjangsana ke Semarang dan Yogyakarta guna melihat sejarah perkeretaapian dari sejak berdiri hingga kini, selama dua hari 2-3 Mei 2018.
Menurutnya, kegiatan tersebut untuk memperkenalkan sistem operasional kereta api yang ada di Jawa, khususnya Semarang dan Yogyakarta.
Selain itu, pihaknya akan memperkenalkan kereta api yang ada di Jawa lainnya, seperti kereta api Bandara Soekarna Hatta.
Para awak media agar mengetahui tentang perkeretaapian, metodenya, dan bagaimana cara kerjanya. Mengenai pelayanan semua sama, katanya
Pers Tour 2018 ini akan mengunjungi beberapa tempat bersejarah di Semarang yaitu Stasiun Lawang Sewu, Stasiun Ambarawa, Wisata Kereta Api Kuno serta diskusi tentang Aset milik kereta api. Sedangkan di Yogyakarta mengunjungi Keraton Yogyakarta, melihat pelayanan stasiun Yogyakarta, dan Candi Prambanan.
Franoto mengatakan, selain ditemani petugas dari PT KAI Divre Tanjungkarang, para awak media berkesempatan bertanya kepada pakar kereta yang juga dosen Universitas Indonesia yaiti DR Harto.
Franoto Wibowo mengharapkan, setelah mengikuti Pers Tour 2018, para awak media yang ada di Lampung dapat mengerti tentang aset milik Kereta Api Indonesia (KAI), serta dapat memberikan masukan kepada pihak Kereta Api Tanjung Karang agar pelayanan yang diberikan kepada masyarakat/pelanggan bisa lebih maksimal.
Pewarta : T.Subagyo dan Emir FS
Editor : Samino Nugroho
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KAI Tanjungkarang catat jumlah penumpang naik 14 persen pada libur panjang
26 December 2025 12:36 WIB
KAI Tanjungkarang catat 58.176 kursi pada periode Natal dan Tahun Baru habis terjual
19 December 2025 17:18 WIB