Dirjen IKP: Hoax harus cepat diklarifikasi
Selasa, 13 Maret 2018 21:52 WIB
Direktur Jendral Informasi dan Komunikasi Publik (IKP), Kementerian Komunikasi dan Informatika Rosarita Niken Widiastuti (Foto : kominfo.go.id)
Jakarta (Antaranews Lampung) - Hoax atau berita bohong harus cepat diklarifikasi agar tidak terlanjur dipercaya oleh masyarakat, kata Direktur Jendral Informasi dan Komunikasi Publik, Kementerian Komunikasi dan Informatika Rosarita Niken Widiastuti.
"Kami di pemerintah bekerja 24 jam per hari karena hoax ini kalau tidak cepat-cepat diklarifikasi akan dianggap sebuah kebenaran," ujar Niken di Jakarta, Selasa.
Menurut dia, hoax tidak akan bisa dihilangkan sama sekali dengan cara apa pun, melainkan hanya dapat dikurangi.
Kebebasan berpendapat memang dijamin, tetapi terdapat batasan sesuai hati nurani untuk tidak membuat kabar bohong dan provokasi. Sementara pemblokiran tidak dapat menyelesaikan masalah yang ditimbulkan dari hoax yang menyebar tak terbatas melalui media sosial.
"Memblokir itu seperti orang sakit diberi obat, sekarang sembuh tapi bisa sakit kambuh lagi. Jadi yang penting literasi digital," katanya.
Untuk melakukan literasi digital, Kemkominfo tidak sendirian, melainkan menggandeng tokoh agama, perguruan tinggi serta lembaga masyarakat.
Hampir semua lini masyarakat menyadari hoax bahaya sekali, tutur Niken, karena dapat mengubah cara berpikir seseorang serta mengubah opini orang sehingga semua sadar harus bekerja sama.
Sejauh ini Kemkominfo sudah memblokir hampir 800 ribu konten penipuan, hoax, judi, perundungan dan pornografi.
"Kami di pemerintah bekerja 24 jam per hari karena hoax ini kalau tidak cepat-cepat diklarifikasi akan dianggap sebuah kebenaran," ujar Niken di Jakarta, Selasa.
Menurut dia, hoax tidak akan bisa dihilangkan sama sekali dengan cara apa pun, melainkan hanya dapat dikurangi.
Kebebasan berpendapat memang dijamin, tetapi terdapat batasan sesuai hati nurani untuk tidak membuat kabar bohong dan provokasi. Sementara pemblokiran tidak dapat menyelesaikan masalah yang ditimbulkan dari hoax yang menyebar tak terbatas melalui media sosial.
"Memblokir itu seperti orang sakit diberi obat, sekarang sembuh tapi bisa sakit kambuh lagi. Jadi yang penting literasi digital," katanya.
Untuk melakukan literasi digital, Kemkominfo tidak sendirian, melainkan menggandeng tokoh agama, perguruan tinggi serta lembaga masyarakat.
Hampir semua lini masyarakat menyadari hoax bahaya sekali, tutur Niken, karena dapat mengubah cara berpikir seseorang serta mengubah opini orang sehingga semua sadar harus bekerja sama.
Sejauh ini Kemkominfo sudah memblokir hampir 800 ribu konten penipuan, hoax, judi, perundungan dan pornografi.
Pewarta : Dyah Dwi A
Editor : Edy Supriyadi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wagub Lampung minta pelayanan publik harus cepat, transparan, dan manusiawi
09 February 2026 19:39 WIB
Ribuan wisatawan Malaysia gunakan Whoosh untuk wisata di libur Natal-tahun baru
28 December 2025 17:35 WIB