Bandarlampung  (ANTARA Lampung) - Pelukis Lampung asal Kabupaten Tanggamus Nurbaito lolos seleksi dalam kurasi untuk menampilkan karya lukisannya pada Pameran Nandur Srawung #4 yang digelar Taman Budaya Yogyakarta.

Nurbaito, di Bandarlampung, Minggu, membenarkan bahwa dengan karyanya bertajuk "Panahan" tercatat satu di antara 125 karya pelukis yang lolos kurasi pada Pameran Nandur Srawung yang akan digelar di Gedung Pamer, Taman Budaya Yogyakarta, 24-31 Oktober 2017 mendatang.

Nurbaito mengatakan dalam ajang seleksi Pameran Nandur Srawung #4 ini mengirimkan karya lukisannya bertajuk "Panahan" (67cm x87cm ), media pensil-bolpoin on canvas, tahun 2017.

Lewat karya lukis itu, Nurbaito ingin mengingatkan kalau kita banyak memiliki warisan budaya yang adiluhung.

Dia mencontohkan, wayang kulit maupun wayang orang merupakan salah satu karya seni budaya adiluhung Nusantara.

"Banyak hal yang bisa kita pelajari dan kita teladani dari tokoh Pandawa Lima. Salah satunya kepiawaian Arjuna dan istrinya Srikandi dalam memanah. Arjuna dan Srikandi juga merupakan pemanah ulung yang pilih tanding," ujar Nurbaito membeberkan konsep karyanya.

Lebih lanjut, Ketua Sanggar Seni Perupa Tanggamus (Peta) ini mengatakan, Indonesia pernah berjaya di cabang olahraga panahan. Tiga Srikandi panahan Indonesia pernah mengharumkan nama banbgsa di ajang olahraga internasional Olimpiade 1988 di Seoul, Korea Selatan.

Dia menyebutkan, tiga Srikandi Indonesia Nurfitriyana, Lilies Handayani, dan Kusuma Wardhani meraih medali pertama (perak) untuk Indonesia di cabang panahan. Tetapi kenapa sekarang cabang panahan kehilangan gesahnya. Padahal Keraton Yogyakarta hingga kini masih tetap menjaga dan melestarikan panahan.

"Lewat karya ini saya ingin mengingatkan Indonesia dulu pernah melesat bak anak panah prestasi di jagat olahraga," ujar Nurbaito yang bermukim di kaki Gunung Tanggamus, Gisting, Kabupaten Tanggamus, Lampung.

Ia pun mengkritik prestasi dunia olahraga Indonesia yang kini dinilai melempem.


(ANTARA)


Pewarta : Budisantoso Budiman
Editor : Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2024