Harga Daging Sapi di Bandarlampung Bertahan
Senin, 3 April 2017 22:20 WIB
Ilustrasi Pedagang daging sapi (ist)
Bandarlampung (ANTARA Lampung) - Sejumlah pedagang di Kota Bandarlampung, Lampung menyatakan mutu sapi impor hasil penggemukan pada awal April semakin baik, namun harga eceran daging sapi tetap bertahan tinggi seperti bulan lalu.
"Sekarang kualitas sapi sudah baik, tidak lagi terlalu gemuk. Pembeli umumnya menginginkan daging sedikit lemak," kata Andre, salah satu pedagang daging sapi di Pasar Gudang Lelang, Telukbetung Selatan, Bandarlampung, Senin.
Menurut pedagang itu, meski mutu sapi membaik, namun harga eceran daging tak naik, karena tidak ada kenaikan harga sapi dari pihak perusahaan penggemukan sapi.
Ia menyebutkan harga sapi di tempat penggemukan sekitar Rp43.700 hingga Rp45 ribu/kg, sehingga harga eceran daging sapi mencapai Rp120 ribu hingga Rp130 ribu/kg.
Namun, ia memperkirakan harga daging sapi naik menjelang puasa Ramadan tahun ini.
Para pedagang daging sapi sebelumnya mengeluhkan kualitas ternak sapi hasil penggemukan di Provinsi Lampung, yakni terlalu gemuk sehingga dagingnya banyak mengandung lemak.
Setelah diprotes, kini para pedagang bisa mendapatkan sapi bermutu baik dari perusahaan penggemukan.
Pada perusahaan penggemukan (feedlotter), harga sapi umumnya Rp44 ribu/kg untuk sapi jantan.
Di Lampung terdapat 11 feedloter dengan kapasitas kandang 117.700 ekor. Sapi impor yang digemukkan di Lampung umumnya didatangkan dari Australia melalui Pelabuhan Panjang, Bandarlampung.
Setelah digemukkan, sapi-sapi itu kemudian dikirimkan ke sejumlah wilayah, seperti Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, dan sejumlah daerah lain di Jawa Barat.
Provinsi Lampung bertekad menjadi lumbung ternak nasional. Lampung bersama Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Barat saat ini tercatat sebagai lumbung ternak nasional. (Ant)
"Sekarang kualitas sapi sudah baik, tidak lagi terlalu gemuk. Pembeli umumnya menginginkan daging sedikit lemak," kata Andre, salah satu pedagang daging sapi di Pasar Gudang Lelang, Telukbetung Selatan, Bandarlampung, Senin.
Menurut pedagang itu, meski mutu sapi membaik, namun harga eceran daging tak naik, karena tidak ada kenaikan harga sapi dari pihak perusahaan penggemukan sapi.
Ia menyebutkan harga sapi di tempat penggemukan sekitar Rp43.700 hingga Rp45 ribu/kg, sehingga harga eceran daging sapi mencapai Rp120 ribu hingga Rp130 ribu/kg.
Namun, ia memperkirakan harga daging sapi naik menjelang puasa Ramadan tahun ini.
Para pedagang daging sapi sebelumnya mengeluhkan kualitas ternak sapi hasil penggemukan di Provinsi Lampung, yakni terlalu gemuk sehingga dagingnya banyak mengandung lemak.
Setelah diprotes, kini para pedagang bisa mendapatkan sapi bermutu baik dari perusahaan penggemukan.
Pada perusahaan penggemukan (feedlotter), harga sapi umumnya Rp44 ribu/kg untuk sapi jantan.
Di Lampung terdapat 11 feedloter dengan kapasitas kandang 117.700 ekor. Sapi impor yang digemukkan di Lampung umumnya didatangkan dari Australia melalui Pelabuhan Panjang, Bandarlampung.
Setelah digemukkan, sapi-sapi itu kemudian dikirimkan ke sejumlah wilayah, seperti Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, dan sejumlah daerah lain di Jawa Barat.
Provinsi Lampung bertekad menjadi lumbung ternak nasional. Lampung bersama Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Barat saat ini tercatat sebagai lumbung ternak nasional. (Ant)
Pewarta : Hisar Sitanggang
Editor : Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bapanas catat harga cabai rawit Rp65.880/kg dan bawang merah Rp42.629/kg
09 July 2025 11:12 WIB, 2025
Mentan upayakan harga daging sapi hidup minimal Rp50.000 per kilogram
17 November 2024 15:51 WIB, 2024
BI Lampung minta waspadai potensi kenaikan harga beras dan daging ayam
16 September 2024 17:13 WIB, 2024